5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (retirenicaragua.wordpress.com)
Dream - Kabar seekor ular masuk ke dalam rumah warga, itu sudah biasa. Tapi bagaimana apabila ular yang masuk ke rumah itu jumlahnya 150? Tentu akan membuat semua orang heran. Bahkan menjadi horor.
Dan itulah yang terjadi di rumah keluarga Jitendra Mishra yang terletak di Oel, Distrik Lakhimpur Kheri. Pada Minggu malam yang lalu, rumah ini diserbu kawanan ular sebanyak itu.
Keberadaan ular-ular itu diketahui setelah Mishra mendengar suara aneh. Mendesis-desis. Saat diperiksa, dia terkejut, ternyata ada dua ular di dalam rumahnya.
“ Keluarga Mishra dengan bantuan tetangga menangkap dua ekor ular tersebut dan membuangnya,” kata polisi Oel, Arvind Kumar Rai, sebagaimana dikutip Dream dari Times of India, Jumat 13 Mei 2016.
Aman. Di dalam rumah itu dipastikan tak ada lagi ular. Namun beberapa saat kemudian, keluarga Mishra kembali terkejut. Sebab, kawanan ular dalam jumlah banyak menyerbu rumah mereka.
“ Setelah sejam kemudian, mereka kembali mendengar suara dan terkejut, mereka menemukan banyak ular di rumah tersebut,” tambah Arvind.

Karena jumlah ular yang masuk ke dalam rumah itu lebih dari seratus, keluarga Mishra terpaksa mengungsi. Mereka menginap di rumah tetangga.
Saat pawag beraksi ternyata...
© Dream
Berita keberadaan ular-ular itu dengan cepat menyebar. Dan orang-orang berbondong menyambangi rumah Mishra. Mereka memanggil pawang untuk mengusir ular-ular tersebut.
“ Pawang ular memeriksa rumah dan memberi tahu mereka bahwa ular-ular itu datang dari tembok tua yang ada di dalam rumah,” kata Arvind.
Rumah itu, kata Arvind, sebenarnya tidak terlalu tua. Namun ada tembok yang usianya puluhan tahun, dan retak. “ Dan sangat mengejutkan ditemukan ratusan ular yang bersembunyi di bawah tembok,” tambah dia.
Pawang ular itu kemudian menangkap binatang-binang melata tersebut. Menempatkannya dalam kotak, dan kemudian dilepas ke hutan.
“ Jumlah pastinya tidak tahu, ada lebih dari 150 ekor yang kemudian dilepas ke hutan,” ujar Arvind.
“ Belum diketahui bagaimana ular-ular itu masuk ke dalam rumah tapi sepertinya ada ular yang bertelur di bawah tembok itu beberapa tahun lalu,” tambah dia.
Menakutkan bukan?
© Dream
Dream - Kisah di bawah ini mungkin akan menyentuh bagi kita. Khususnya umat Islam yang jarang menunaikan sholat ke mesjid.
Suasana sebuah kampung tiba-tiba heboh, karena pada saat jam 10 malam terdengar azan berkumandang dari sebuah musholla setempat. Kumandang terdengar melalui pengeras suara yang memecah keheningan malam.
Warga berbondong-bondong mendatangi musholla itu meski mereka sudah tahu siapa yang melakukannya.
Mbah Sadi, suaranya sudah dikenal dikampung itu. Umurnya sudah mencapai kepala tujuh.
Warga dipenuhi pertanyaan, mengapa Mbah Sadi azan pada jam 10 malam? Kelupaan atau apa?
Ketika warga sampai di pintu musholla, Mbah Sadi baru selesai azan dan mematikan sound system. " Mbah tahu gak, jam berapa sekarang?" tanya Pak RT.
" Azan apa jam segini, Mbah? Jangan-jangan Mbah sudah ikut aliran sesat," kata seorang warga dengan nada prihatin menimpali.
Sekarang banyak betul aliran macam-macam. " Ah, dasar Mbah Sadi sudah gila. Kalau nggak gila, mana mungkin adzan jam segini?"
" Kalian ini...," jawab Mbah Sadi tenang. " Tadi, waktu saya adzan Isya, tidak seorang pun yang datang ke musholla. Sekarang saya azan jam 10 malam, kalian malah berbondong-bondong ke musholla. Satu kampung lagi, Kalo gitu siapa yang gila?
Warga pun pulang satu persatu tanpa protes lagi. Termasuk Pak RT yang kemudian menjauh perlahan-lahan, tak berani melihat wajah Mbah Sadi.
Nah, bagaimana menurut kalian? Apakah kita langsung beranjak ke mesjid saat muadzin mengumandangkan azan tepat waktu sholat?
Ulasan selengkapnya klik di sini.
(Ism)
© Dream
Dream - Sungguh mengharukan ketika melihat kesetiaan binatang peliharaan terhadap tuannya. Bahkan setelah tuannya itu sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Melalui gambar yang beredar di media sosial, seekor anjing bernama Doki terekam tidak beranjak dari dekat mayat tuannya yang mati akibat kecelakaan.
Saksi di tempat kejadian mengatakan, anjing itu tidak mau beranjak pergi meskipun sudah diusir oleh mereka yang berada di situ karena khawatir suka menggigit.
Namun lokasi kecelakaan itu belum bisa diketahui secara pasti. Melihat anjing itu, raut wajahnya jelas menunjukkan bahwa ia merasa sangat sedih dengan kepergian tuannya.
Tentu saja pemandangan ini sangat menyentuh hati mereka yang berada di lokasi kejadian.
(Ism, Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?