Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pesan bagi pegawai restoran cepat saji, jangan cepat terbakar emosi. Jika melanggar aturan ini, kemungkinan Anda dipecat dari pekerjaan bisa saja terjadi.
Nasib inilah yang dialami seorang manajer Starbuck. Terekam tengah memarahi pelanggan karena dianggap mencuri sedotan, Melissa harus mengakhiri karirnya di restoran khas Amerika Serikat tersebut.
Melissa kedapatan menghardik seorang pelanggan, Ruby Chen yang kala itu membeli Frappuccino dan sedotan di Queens, New York, pekan lalu.
Tak disangka, Melissa merebut sedotan dari tangan Ruby. " Kamu tidak akan dilayani disini. Bye! Bye! Bye," hardiknya seperti dikutip Dream dari laman Metro.co.uk, Selasa, 19 Mei 2015.
Tak berhenti disitu, Melissa juga mengancam akan menelepon polisi seraya menunjukan Chen pintu keluar. Bahkan Melissa ikut meneriaki pembeli lain yang mencoba menenangkannya.
Aksi Melissa terekam video rekaman yang diunggah ke halaman Facebook perusahaan. Alhasil, Starbuck pun memutuskan untuk menskor dan memecat Melissa.
" Segera setelah kami pelajari kejadian sebenarnya, mitra itu kami skor dan sekarang tak lagi bekerja untuk perusahaan," katanya.
Sementara Chen dalam videonya mengatakan Melissa bersikap buruk kepadanya kala dirinya menyampaikan salam.
" Satu-satunya yang saya katakan kepadanya adalah 'maaf saya tidak mendengar Anda tetapi Anda tak perlu berteriak'," katanya.
Saat mencoba membayar, Chen justru kembali mendapat perlakuan buruk. Melissa menyuruhnya pergi dari tokonya dan mengancam jangan pernah kembali.
Tentang dugaan Chen mencuri sedotan, dia mengatakan, " Saya mengambilnya sebelum insiden ini terjadi," katanya.
Meski tak menerima disebut mencuri, Chen mengaku merasa kasihan dengan nasib yang diterima Melissa. Apalagi, Chen tak bisa melaporkan aksi pegawai Starbuck tersebut karena Melissa adalah manajer di toko itu. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya