Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Thailand Resmi Buka Pusat Perbelanjaan Usai 2 Bulan Ditutup Akibat Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 18 Mei 2020 17:02
Thailand Resmi Buka Pusat Perbelanjaan Usai 2 Bulan Ditutup Akibat Covid-19
Pengelola pusat perbelanjaan tetap menjalankan protokol pembatasan pengunjung.

Dream - Thailand resmi membuka kembali mal dan department store untuk pertama kalinya, Minggu 17 Mei 2020, setelah ditutup sejak Maret akibat pandemi virus corona. Kebijakan ini diterapkan menyusul melambatnya penambahan kasus baru Covid-19.

Pengelola mal terbaik di Thailand, Central Pattana Pcl, membuka kembali 33 pusat perbelanjaannya di seluruh negeri. Perusahaan ini memberlakukan kontrol kepadatan dengan hanya membolehkan satu orang per 5 meter persegi, menggunakan robot pengukur suhu tubuh, dan menggunakan lift tanpa sentuhan.

Dikutip dari Straits Times, puluhan pengunjug terlihat mengantre sebelum masuk ke mal Iconsiam di pusat Bangkok. Pengunjung diminta untuk memindai kode QR dan mendaftar pada laman resmi pemerintah sebelum masuk.

" Saya mau makan masakan Jepang sekarang karena saya tidak pernah merasakannya sejak tiga sampai empat bulan kemarin. Kode QR ini kurang nyaman bagi orang tua seperti saya," ujar Sa-nguan Khumrungroj, 65 tahun.

Sebuah mesin menyemprotkan disinfektan ke kaki pelanggan ketika mereka masuk mal Iconsiam. Juga terdapat sejumlah alat pembersih tangan.

1 dari 5 halaman

Kasus Positif Covid-19 Melambat

Pada Minggu, Thailand melaporkan hanya ada tiga kasus baru, sejalan dengan tren melambatnya penambahan kasus Covid-19 sepanjang Mei. Sejauh ini, tercatat ada 3.028 kasus positif di Thailand, dengan 2.856 pasien telah sembuh dan 56 orang meninggal.

" Kasus-kasus telah menurun banyak, sehingga saya pikir tepat membuka kembali mal karena ekonomi telah memburuk," ujar pengunjung mal Iconsiam lainnya, Pornchai Laochunsuwan.

Pemerintah Thailand memerintahkan mal-mal harus tutup pada jam 20.00. Area-area yang memungkinkan orang untuk berkumpul seperti bioskop dan arena bowling tetap harus ditutup.

Pemerintah telah melonggarkan langkah-langkah lain pada Minggu, termasuk mempersingkat jam malam sebanyak satu jam. Jam malam yang sebelumnya dimulai pukul 22.00 hingga 04.00 menjadi mulai pukul 23.00 hingga 04.00 waktu setempat.

Pada akhir April, negara ini memberlakukan pembatasan usaha kecil seperti restoran dan pangkas rambut. Pada Sabtu, regulator penerbangan memperpanjang larangan penerbangan internasional hingga akhir Juni.

2 dari 5 halaman

Sebulan Tanpa Infeksi, Vietnam Laporkan 24 Kasus Corona Baru

Dream - Setelah lebih dari sebulan tanpa kasus positif, Vietnam melaporkan 24 infeksi virus corona pada Jumat 15 Mei 2020. Seluruhnya merupakan kasus impor.

Kementerian Kesehatan Vietnam mengatakan semua kasus impor tersebut melibatkan warga Vietnam yang baru kembali dari Rusia. Saat ini mereka sedang menjalani karantina.

Dilansir Straits Times, tambahan kasus baru tersebut membawa total infeksi sebesar 312 kasus, namun dengan nol angka kematian. 90 persen dari kasus telah pulih.

Saat ini otoritas kesehatan Vietnam sedang berupaya habis-habisan menyelamatkan nyawa pasien virus corona yang sedang kritis. Dia diketahui seorang pilot asal Inggris yang bekerja untuk Vietnam Airlines.

Vietnam telah mengeluarkan biaya banyak untuk menyelamatkan pria berusia 43 tahun tersebut. Pria ini diidentifikasi sebagai " pasien 91" .

Pilot tersebut diketahui terinfeksi saat berada sebuah bar di selatan Kota Ho Chi Minh pada pertengahan Maret lalu.

3 dari 5 halaman

12 Hari Tanpa Kasus Baru Covid-19, Ini Rahasia Sebenarnya Vietnam

Dream - Kasus pertama virus corona covid-19 yang terjadi di Vietnam tercatat pada bulan Januari lalu, tetapi empat bulan kemudian hanya tercatat 270 kasus resmi Covid-19 dan tidak ada catatan pasien meninggal.

Prestasi Vietnam tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa bagi negara dengan 100 juta penduduk yang berbatasan langsung dengan China. Bahkan hingga kini, Vietnam tercatat sudah 12 hari tak menemmukan kasus baru virus corona covid-19 dari penularan lokal.

Negara komunis satu partai tersebut telah menerapkan sejumlah aturan yang secara signifikan memperlambat penyebaran virus corona di Vietnam.

Sementara, negara-negara tetangganya di Asia Tenggara seperti Singapura dan Malaysia yang pada awalnya sukses dalam mengendalikan wabah ini, kini tengah dihantam kembali gelombang kedua. Sebaliknya, Vietnam kembali berhasil menjaga tingkat penularan serendah mungkin.

Sebagai pembanding, Selandia Baru juga sudah berhasil menghentikan penyebaran wabah corona. Namun negara tersebut memiliki 1.126 kasus dengan 19 kasus kematian.

Namun, disaat pandemi seperti saat ini tidak selamanya ada berita baik di Vietnam. Vietnam baru-baru ini telah melaporkan delapan pasien yang sudah sembuh namun setelah dites kembali, ternyata positif lagi.

Dilansir dari The Sydney Morning Herald, Kamis 39 April, seperti negara lain yang tengah mengadapi pandemi, Vietnam juga menerapkan sejumlah aturan ketat seperti melarang berbagai acara, festival, acara keagamaan, perayaan, dan olimpiade olahraga. Sejumlah klinik kecantikan, panti pijat, bar, dan tempat hiburan lainnya juga tutup.

 

4 dari 5 halaman

Kebijakan Pemerintah yang Ketat dan Jelas

Bukan Gejala Virus Corona, Inilah Suhu Tubuh Normal Berdasarkan Faktor Usia

Vietnam telah melakukan 133.000 tes, salah satu yang terbanyak di kawasan Asia Tenggara menurut data Pusat Studi Strategis dan Internasional di Amerika Serikat.

Sejak Februari, seluruh bandara di Vietnam memberlakukan ketentuan pemeriksaan suhu tubuh. Setiap turis juga diharuskan mengisi formulir pernyataan kondisi kesehatan dengan jujur.

Selain itu kebijakan lainnya yaitu, pertemuan lebih dari 20 orang di ruang publik dilarang. Semua warga asing sudah dilarang masuk Vietnam sejak 22 Maret 2020 lalu dan pemerintah secara giat melakukan pengecekan kontak serta melakukan karantina wilayah.

Dengan kesuksesan selama 12 hari tanpa kasus baru, kebijakan pemerintah kini semakin dilonggarkan. Sekolah mulai dibuka lagi dan sejumlah larangan penggunaan transportasi publik serta penerbangan domestik diperbolehkan.

5 dari 5 halaman

Pemerintah Sudah Siap Sejak Awal Pandemik

Jadi apa yang sesungguhnya membuat Vietnam sukses menghadapi gelombang pertama covid-19?

Sebagai negara dengan satu partai komunis, pemerintah dapat bertindak leluasa dengan bantuan pihak kepolisian dan militer. Sehingga, sangatlah mungkin bagi Vietnam untuk menekan penyebaran virus corona sekaligus kritik dalam negeri.

Dr. Huong Le Thu, Analis Senior di Australian Strategic Policy Institute berpendapat bahwa sistem satu partai telah membantu pemerintah melakukan koordinasi yang efektif.

Namun di sejumlah negara demokrasi seperti Taiwan dan New Zealand, juga bisa berhasil meski di kebanyakan negara demokrasi liberal tidak berhasil.

Phil Robertson, wakil direktur Human Rights Watch Asia yang kerap mengkritik rezim pemerintah Vietnam, mengatakan penerapan aturan yang ketat terhadap masyarakat memang mampu menekan penyebaran virus tapi tindakan itu berlebihan.

" Orang-orang yang melanggar kebijakan pemerintah akan didenda dan dipenjara. Mereka memakai pembatasan informasi untuk menindaki berita palsu bagi orang yang berbagi rumor, bukan sengaja ingin berbuat jahat," kata dia.

Le Thu menyoroti tindakan sigap pemerintah dalam merespons masa awal pandemi.

" Langkah tegas untuk mengisolasi kasus positif, mengecek rutin suhu tubuh warga di tempat umum, membatasi kerumunan massa sejak awal dan melacak kontak. Vietnam mendapat kasus pertama pada akhir Januari dan di bulan itu juga mereka menutup penerbangan langsung dengan China. Pemerintah bertindak cepat tanpa menunggu kasus bertambah," kata dia.

" Saya pikir pengalaman di wabah sebelumnya, seperti SARS, dan kesuksesan mereka menanganinya. Vietnam adalah negara pertama di dunia yang mampu mengatasi wabah SARS dan itu membantu."

 

Beri Komentar