Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peluncuran Buku Pendidikan Interreligius (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Tiga lembaga kerukunan umat beragama, Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilization (CDCC), Religional for Peace dan King Abdullah bin Abdulaziz International Centre for Interreligious and Intercultural Dialogue (KAICID) meluncurkan buku pendidikan antaragama untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan perguruan tinggi.
Peluncuran buku itu sebagai bentuk usaha untuk menanamkan pemahaman beragama di Indonesia. Menurut Direktur Eksekutif Maarif Institute, Fajar Reza Ul Haq kehadiran buku yang diinisasi oleh tiga lembaga dialog antarumat beragama muncul dalam kondisi yang tepat. Sebab, kata Reza, selama ini bahan ajar keagamaan masih minim perspektif.
" Sehingga, ada kecenderungan siswa jarang berinteraksi dengan lintas agama karena tingkat toleransinya kurang," kata Reza di Aula Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Selasa, 14 Juni 2016.
Peluncuran buku itu juga diapresiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag). Menurut Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi Direktorat Pendidikan Madrasah Kemenag Syafi'i, kehadiran buku ini ditunggu oleh dunia pendidikan Indonesia.
" Kehadiran buku ini sangat ditunggu. Sebab, buku ini dapat menggali kebaikan agama yang damai dan toleran," ucap Syafi'i.
Ke depannya, Syafi'i berharap, buku itu tidak hanya hadir untuk SMA dan perguruan tinggi. Menurut dia, buku itu juga penting untuk pendidikan madrasah.
" Jangan SMA saja, kenapa tidak untuk madrasah juga? Buku itu sangat baik untuk penyebaran gagasan dalam buku itu," ucap dia.
Buku pendidikan antaragama itu terdapat gagasan dasar yang memuat mengenai cara berpikir keagamaan dalam bingkai keindonesiaan, solidaritas antarumat beragama dan prinsip mewujudkan perdamaian antarumat beragama.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya