Pakai Gamis Kontroversial, Acara Jelang Sahur Ditegur KPI

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 14 Juni 2016 13:29
Pakai Gamis Kontroversial, Acara Jelang Sahur Ditegur KPI
Pakaian Muslim yang dikenakan pengisi acara memiliki aksen renda sehingga menyerupai...

Dream - Komisi Penyiaran Indonesia Pusat melayangkan teguran tertulis program siaran 'Jelang Sahur' dengan tema Ramadan Syahrut Taubat yang ditayangkan oleh stasiun TVRI pada 11 Juni 2016 pukul 03.02 WIB.

Program yang diperuntukkan bagi khalayak Muslim tersebut menampilkan pengisi acara yang mengenakan pakaian Muslim dengan aksen renda sehingga menyerupai simbol agama tertentu di layar kaca.

" Terkait program tersebut, kami juga menerima cukup banyak keberatan dari masyarakat. Pada 13 Juni 2016 KPI telah mendengarkan penjelasan dari pihak saudara yang diwakilkan oleh Direktur Program," tulis KPI dalam situs resminya dikutip Dream, Selasa 14 Juni 2016.

KPI Pusat menilai tampilan tersebut tidak layak untuk ditayangkan karena dapat menimbulkan kesalahpahaman dan ketidaknyamanan di kalangan masyarakat, khususnya umat Islam di Indonesia.

Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap nilai-nilai agama dan norma kesopanan.

" TVRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dalam menyampaikan informasi kepada publik" .

1 dari 1 halaman

Gamis di Acara Ramadan Bikin Heboh Netizen

Dream - Jagat maya dihebohkan dengan foto dua wanita mengenakan gamis dengan aksen menyerupai salib, lambang atau simbol umat Kristiani. Foto itu berupa 'capture' program acara saat ramadan di stasiun Televisi Nasional TVRI baru-baru ini. Sontak berbagai reaksi dari netizen pun banjir di sosial media.

Bahkan ada yang langsung meminta TVRI untuk mengonfirmasi hal ini agar tidak semakin ramai diperbincangkan netizen.

 Gamis di Acara Ramadan Bikin Heboh Netizen

" Mohon diperhatikan tayangan sahur ramadan yang menampilkan busana muslimah kurang elok. Artis menggunakan busana muslimah bermotof 'salib'. Apakah wardrobe tersebut tidak melakukan seleksi atau itu hanya kebetulan saja?. Namun tayang tersebut ramai diperbincangakan. Mohon koreksi,"  tutur akun Majayu, Senin 13 Juni 2016.

" TVRI harus minta maaf nih ke publik soal itu. Jangan sampai membuat semakin ramai di media,"  kata akun Wandi.

" Ramadan ini jauhkan dari hal-hal yang bisa saja menimbulkan pemikiran-pemikiran negatif. Sebaiknya TVRI meminta maaf soal itu,"  ujar akun Bowo.

Hingga berita kini belum ada keterangan resmi dari pihak TVRI terkait tayangan ini. Akun-akun official sosial media TVRI juga belum merilis penjelasan resmi. (Ism) 

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie