7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Meski Pemerintah mengklaim membaik, kondisi Covid-19 di Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Kasus positif harian memang tidak lagi mencapai angka di atas 50 ribu.
Demikian pula dengan data kesembuhan harian, dengan penambahan rata-rata di atas 30 ribu. Sementara tingkat kasus aktif memang terus terendah.
Tetapi, jika merujuk angka kematian, barulah diketahui kondisi yang sebenarnya belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Terlihat jumlah kematian harian masih saja di atas 1.000, dengan beberapa kali sempat di atas 2.000.
Sayangnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, sempat membuat pernyataan data kematian dikeluarkan dari laporan penanganan harian. Alasannya, terdapat persoalan dalam proses input data di lapangan.
Menurut dia, ditemukan adanya penumpukan data kematian di sejumlah daerah. Data tersebut dilaporkan secara akumulatif dalam satu kesempatan.
Akibatnya, Luhut mengklaim data kematian harian menjadi sangat tinggi karena terdapat data yang diinput, yang ternyata merupakan akumulasi dari hari-hari sebelumnya.
Terlepas dari itu, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia tidaklah bisa dibilang membaik. Karena satu kematian sudah sangat berarti untuk melihat kondisi yang terjadi.
Mari tengok sejenak data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang diunggah pada laman Covid19.go.id. Dalam 7 hari ke belakang saja, angka kematian harian sudah sangat tinggi.
Mulai dari 5 hingga 11 Agustus 2021, angka kematian harian rata-rata di atas 1.000, dan sempat melonjak di atas 2.000 pada 9 Agustus 2021. Sementara total kematian pada 7 hari tersebut mencapai 11.562 kasus, dengan rerata sekitar 1.651,7 kasus kematian per harinya.
Karena data ini pula, Indonesia menjadi negara dengan kasus kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia. Mengalahkan negara-negara lain.
Tengok saja data pada Worldometers.info, laman pelaporan data terkini Covid-19 di seluruh dunia. Untuk data kematian per 11 Agustus 2021, Indonesia menempati puncak 1.579 kasus.
Di posisi ke dua, ada Brasil dengan 1.123 kasus dan Rusia pada peringkat ke tiga dengan 799 kasus. Amerika Serikat ada di posisi ke empat dengan 614 kasus. Sedangkan posisi kelima diisi Afrika Selatan dengan 573 kasus.
Jika dilihat perkembangan dalam tujuh hari terakhir, total kematian di Indonesia masih paling tinggi. Dengan Brasil yang mencatatkan kematian 7 hari terakhir sebanyak 6.298 kasus, Indonesia masih lebih banyak.
Bahkan selisih data kematian antara Indonesia dan Brasil saja mencapai lebih dari 5.000. Belum lagi jika diperbandingkan dengan negara-negara lain seperti Rusia dengan 5.526 kasus, Meksiko dengan 3.540 kasus, dan Iran dengan 3.453 kasus.
Secara persentase perubahan data kematian di Indonesia dalam tujuh hari terakhir sebesar -3 persen. Sementara Brasil -2 persen, Rusia 0 persen, Meksiko 24 persen dan Iran 43 persen.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?