Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Pria 63 tahun meregang nyawa akibat ditembak polisi. Penyebabnya, lelaki paruh baya yang sedang dalam pengaruh minuman keras itu diduga mengamuk saat diminta mengenakan masker saat keluar rumah.
Pria yang diketahui sedang mabuk itu sempat mengamuk dan mengancam pejabat desa serta polisi dengan senjata tajam saat diperiksa di pos pemeriksaan medis virus corona di Kota Nasipit, selatan provinsi Agusan del Norte, Filipina. Akibatnya, polisi melepas tembakan dan menyebabkan pria itu mati seketika pada Kamis pekan lalu.
" Tersangka itu diperingatkan oleh petugas kesehatan desa karena tidak mengenakan masker," demikian laporan kepolisian, dikutip dari The Star.
Tersangka marah dan mengucapkan kata-kata yang memprovokasi serta menyerang personil kepolisian menggunakan sabit. Tersangka kemudian ditembak dan meninggal dunia oleh polisi yang berusaha menenangkannya.
Kasus ini merupakan kasus pertama penembakan polisi terhadap warga sipil karena menolak mengikuti aturan terkait persebaran virus corona.
Sebelumnya, Presiden Rodrigo Durtete memang memberi peringatan akan memerintahkan polisi dan militer untuk menembak mati bagi warga yang membuat masalah selama lockdown. Terutama untuk mereka yang tidak mau menaati aturan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona.
Pulau Luzon, Filipina Selatan, tempat tersangka tinggal memang telah ditutup sejak 16 Maret. Otoritas setempat melarang masyarakat untuk meninggalkan rumah kecuali untuk urusan penting seperti ke toko kelontong atau apotek.
Banyak provinsi di luar Luzon yang memberlakukan pembatasan wilayah dalam upaya penekanan persebaran virus covid-19.
Departemen Kesehetan Filipina sendiri telah mencatat 76 kasus baru yang telah terkonfirmasi. Sehingga jumlah pasien positif covid-19 menjadi 3.094 orang.
Selain itu, tercatat delapan kematian baru. Sehingga total angka kematian menjadi 144 dengan 57 pasien dinyatakan sembuh.
Dream - Beberapa hari terakhir ini, hampir semua negara yang terdampak wabah Covid-19 membuat kampanye besar-besaran untuk memerangi penyebaran virus corona baru penyebab penyakit tersebut.
Selain dianjurkan untuk selalu mencuci tangan, warga masyarakat disarankan untuk berdiam diri di rumah sebagai bagian dari sosial distancing.
Anjuran berdiam di rumah ini membuat warga beralih ke aplikasi toko online untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari.
Namun, meski membeli barang lewat jasa kurir ini sangat memudahkan mereka yang berdiam di rumah, tapi tidak menjamin kebersihan kemasan yang dipakai untuk membungkusnya.
Seperti yang terjadi dalam sebuah video menjijikkan yang diposting akun Twitter @MaryamHenein ini.
Dilansir Lobak Merah, video itu memperlihatkan aksi kurir toko online Amazon mengantarkan barang ke seorang pelanggan di Amerika Serikat.
Dalam video yang direkam melalui CCTV tampak kurir Amazon itu mengoleskan ludahnya pada paket yang dia antar ke sebuah rumah di Los Angeles.
Melalui postingan tersebut, MaryamHenein menulis kritikan terhadap Amazon terkait aksi tak terpuji salah satu karyawannya. Tidak itu saja, dia juga meminta Amazon untuk memecat kurir tersebut.
" Lihat! Rekaman dari seorang kurir Amazon di Los Angeles meludah pada paket (yang dibawanya).
" Kepada Amazon kenapa karyawan Anda meludahi paket yang diantar ke rumah kami? Mohon pecat orang ini secepatnya! Kepada siapa orang ini bekerja? Dia kemudian mengonfirmasi pengiriman dengan ponselnya," tulis akun MaryamHenein.
Watch!
Footage of a #LosAngeles @amazon delivery driver spitting on packages.
Dear @amazon why are your employers #spitting on our deliveries? Fire this person immediately! Who does this person work for?
Man then confirms the delivery with his cell phone. pic.twitter.com/qkCbcI0pT1— Maryam Henein/ #Shadowbanned (Follows Appreciated) (@MaryamHenein)March 27, 2020
Rekaman CCTV yang diunggah di Twitter itu kemudian menjadi viral di media sosial dan membuat netizen marah.
Mereka marah karena kurir Amazon itu melakukan perbuatannya di tengah wabah Covid-19 yang terus meningkat di AS.
Sementara itu, Amazon telah membenarkan melalui portal berita The Independent bahwa kurir tersebut telah dipecat.
" Tindakan ini jelas-jelas tidak mewakili pengemudi dan kurir Amazon, ini bukan etika yang seharusnya diperlakukan terhadap pelanggan di seluruh dunia," ujar seorang jurubicara Amazon.
Karena itu, bagi Sahabat Dream yang membeli barang melalui toko online, hendaknya melakukan langkah-langkah untuk mencegah penularan Covid-19.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya