Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Diduga Tolak Pakai Masker, Pria di Filipina Ditembak Mati Polisi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 7 April 2020 10:30
Diduga Tolak Pakai Masker, Pria di Filipina Ditembak Mati Polisi
Pria tersebut sempat melawan dan mengancam petugas.

Dream - Pria 63 tahun meregang nyawa akibat ditembak polisi. Penyebabnya, lelaki paruh baya yang sedang dalam pengaruh minuman keras itu diduga mengamuk saat diminta mengenakan masker saat keluar rumah.

Pria yang diketahui sedang mabuk itu sempat mengamuk dan mengancam pejabat desa serta polisi dengan senjata tajam saat diperiksa di pos pemeriksaan medis virus corona di Kota Nasipit, selatan provinsi Agusan del Norte, Filipina. Akibatnya, polisi melepas tembakan dan menyebabkan pria itu mati seketika pada Kamis pekan lalu.

" Tersangka itu diperingatkan oleh petugas kesehatan desa karena tidak mengenakan masker," demikian laporan kepolisian, dikutip dari The Star.

Tersangka marah dan mengucapkan kata-kata yang memprovokasi serta menyerang personil kepolisian menggunakan sabit. Tersangka kemudian ditembak dan meninggal dunia oleh polisi yang berusaha menenangkannya.

Kasus ini merupakan kasus pertama penembakan polisi terhadap warga sipil karena menolak mengikuti aturan terkait persebaran virus corona.

1 dari 5 halaman

Perintah Tembak Mati dari Presiden Duterte

Sebelumnya, Presiden Rodrigo Durtete memang memberi peringatan akan memerintahkan polisi dan militer untuk menembak mati bagi warga yang membuat masalah selama lockdown. Terutama untuk mereka yang tidak mau menaati aturan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pulau Luzon, Filipina Selatan, tempat tersangka tinggal memang telah ditutup sejak 16 Maret. Otoritas setempat melarang masyarakat untuk meninggalkan rumah kecuali untuk urusan penting seperti ke toko kelontong atau apotek.

Banyak provinsi di luar Luzon yang memberlakukan pembatasan wilayah dalam upaya penekanan persebaran virus covid-19.

Departemen Kesehetan Filipina sendiri telah mencatat 76 kasus baru yang telah terkonfirmasi. Sehingga jumlah pasien positif covid-19 menjadi 3.094 orang.

Selain itu, tercatat delapan kematian baru. Sehingga total angka kematian menjadi 144 dengan 57 pasien dinyatakan sembuh.

2 dari 5 halaman

Heboh Virus Corona, Kurir Toko Online Ludahi Paket Sebelum Serahkan ke Pelanggan

Dream - Beberapa hari terakhir ini, hampir semua negara yang terdampak wabah Covid-19 membuat kampanye besar-besaran untuk memerangi penyebaran virus corona baru penyebab penyakit tersebut.

Selain dianjurkan untuk selalu mencuci tangan, warga masyarakat disarankan untuk berdiam diri di rumah sebagai bagian dari sosial distancing.

Anjuran berdiam di rumah ini membuat warga beralih ke aplikasi toko online untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari.

Namun, meski membeli barang lewat jasa kurir ini sangat memudahkan mereka yang berdiam di rumah, tapi tidak menjamin kebersihan kemasan yang dipakai untuk membungkusnya.

3 dari 5 halaman

Kurir Oleskan Ludah Pada Paket

Seperti yang terjadi dalam sebuah video menjijikkan yang diposting akun Twitter @MaryamHenein ini.

Dilansir Lobak Merah, video itu memperlihatkan aksi kurir toko online Amazon mengantarkan barang ke seorang pelanggan di Amerika Serikat.

Dalam video yang direkam melalui CCTV tampak kurir Amazon itu mengoleskan ludahnya pada paket yang dia antar ke sebuah rumah di Los Angeles.

4 dari 5 halaman

Mengundang Kemarahan Netizen

Melalui postingan tersebut, MaryamHenein menulis kritikan terhadap Amazon terkait aksi tak terpuji salah satu karyawannya. Tidak itu saja, dia juga meminta Amazon untuk memecat kurir tersebut.

" Lihat! Rekaman dari seorang kurir Amazon di Los Angeles meludah pada paket (yang dibawanya).

" Kepada Amazon kenapa karyawan Anda meludahi paket yang diantar ke rumah kami? Mohon pecat orang ini secepatnya! Kepada siapa orang ini bekerja? Dia kemudian mengonfirmasi pengiriman dengan ponselnya," tulis akun MaryamHenein.

Rekaman CCTV yang diunggah di Twitter itu kemudian menjadi viral di media sosial dan membuat netizen marah.

Mereka marah karena kurir Amazon itu melakukan perbuatannya di tengah wabah Covid-19 yang terus meningkat di AS.

5 dari 5 halaman

Tanggapan Amazon

Sementara itu, Amazon telah membenarkan melalui portal berita The Independent bahwa kurir tersebut telah dipecat.

" Tindakan ini jelas-jelas tidak mewakili pengemudi dan kurir Amazon, ini bukan etika yang seharusnya diperlakukan terhadap pelanggan di seluruh dunia," ujar seorang jurubicara Amazon.

Karena itu, bagi Sahabat Dream yang membeli barang melalui toko online, hendaknya melakukan langkah-langkah untuk mencegah penularan Covid-19.