Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
�© MEN
Dream - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar buka bersama para diplomat dan duta besar negara bermayoritas penduduk Muslim di Gedung Putih, Senin, 13 Mei 2019 waktu setempat.
Dilaporkan Voice of America, Trump menekankan Ramadan menjadi bulan berbagi, saling memberi, dan melayani sepenuhnya warganegara. Bulan ini, kata dia, juga menjadi bulan di mana keluarga dan komunitas dapat semakin erat.
Dalam pertemuan itu, Trump juga berbicara mengenai periode waktu yang sulit bagi orang-orang berbeda agama selama beberapa pekan terakhir. Dia menyontohkan serangan mematikan terhadap komunitas Muslim di Selandia Baru, Kristen di Sri Lanka, dan Yahudi di Amerika Serikat.
" Kita bertekad untuk mengalahkan kejahatan terorisme dan penganiayaan agama sehingga semua orang dapat beribadah tanpa rasa takut, berdoa tanpa bahaya, dan hidup dengan iman yang mengalir dari hati mereka," ucap dia.
Trump punya sejarah tersendiri atas tradisi buka bersama di Gedung Putih. Untuk kali pertama sejak pemerintahan Bill Clinton, Trump sempat tak menggelar buka puasa bersama.
Dia tak menggelar buka puasa bersama saat tahun pertamanya menjabat presiden pada 2016.
Dream - Kisah berbagi rezeki tanpa memandang latar agama dan suku telah menjadi kisah menarik selama Ramadan. Salah satu kisah yang viral di media sosial yaitu, kisah pemeluk Katolik yang membelikan pizza ke pengemudi ojol.
Dibagikan beberapa akun media sosial, Instagram, kisah itu berawal dari pesanan pembelian pizza.
Sore itu, seorang pengemudi ojek online (ojol) diminta membelikan pizza. Pesanan itu tanpa alamat jelas.
" Ini diantarnya kemana ya?" tanya si pengemudi ojol.

Selang semenit, si pemesan membalas pertanyaan itu. Agnes Claudia namanya. Dia mengatakan, pisan itu tak diantar ke mana-mana.
" Mas itu pizzanya buat mas dan keluarga buka puasa," ucap Agnes.
Sempat terkejut, si pengemudi ojek online lantas diminta untuk mengonfirmasi pembelian. Dengan baik hati, Agnes bahkan ingin memberi si pengemudi ojol itu bintang lima.

" Cuma mau berbagi kebaikan saja mas di bulan puasa. Semoga bermanfaat," tulis si pemesan.
Amanah yang diberikan Agnes dikerjakan dengan baik oleh si pengemudi ojol. Si pengemudi ojol membeli pizza.
" Kak boleh nggak kalau makanannya dimakan sesama driver saja," ucap si pengemudi ojol.
" Iya boleh nggak apa-apa. Sama-sama mas. Selamat menunaikan ibadah puasa ya," kata Agnes.

" Iya ka. Kaka juga selamat menunaikan ibadah puasa."
Tapi, jawaban Agnes ini membuat kisah dari obrolan ini berharga. Agnes tak sedang menjalani puasa karena dia pemeluk Katolik.
Di akun istagramnya, Agnes tak mengunggah ulang kisah ini. Dia hanya membagikan foto dengan sang kekasih, bertuliskan, " Pizza di hatiku," tulisnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya