Manusia Bisa Deteksi Tanda Kematian dari Hidung?

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 11 Agustus 2016 10:29
Manusia Bisa Deteksi Tanda Kematian dari Hidung?
Ada penjelasan ilmiah mengenai firasat dan tanda-tanda yang muncul jelang kematian manusia.

Dream - Satu hal menarik ketika seseorang akan meninggal adalah perilakunya yang seolah-olah tahu akan meninggalkan dunia fana ini. Mulai dari mengucapkan selamat tinggal, berusaha menyelesaikan semua persoalannya dengan orang-orang, atau membagi-bagikan harta paling bernilai bagi dirinya.

Beberapa orang mungkin berpendapat ini adalah murni kebetulan, sementara yang lain yakin manusia punya kemampuan untuk mengetahui kapan ajal datang. Anda ikut pendapat yang mana?

Oke... mari kita simak sebuah penelitian Arnaud Wisman dari University of Kent School of Psychology Canterbury, Inggris, dan Ilan Shira dari Departemen Ilmu Perilaku di Tech University di Russellville, Arkansas, Amerika Serikat.

Penelitian mereka menemukan respons hewan dan manusia terhadap aroma kimia putrescine. Sekadar diketahui, ketika seseorang meninggal, tubuh akan hancur. Tubuh yang hancur menghasilkan bau yang disebut dengan putrescine.

Berikut penjelasannya:

 

1 dari 2 halaman

Apa Itu Putrescine

Putrescine adalah senyawa kimia yang dilepaskan ketika tubuh membusuk. Putrescine ini juga beracun, dan manusia sangat mengenali bau busuk ini.

Studi yang dilakukan oleh Wisman dan Shira menemukan bahwa hewan dan manusia mungkin tidak begitu berbeda dalam hal mendeteksi aroma kimia putrescine ini.

Kemampuan untuk mendeteksi aroma kimia busuk ini merupakan bagian dari cara bertahan hidup seluruh spesies. Dan manusia mengetahui ancaman kematian melalui bau ini.

Putrescine juga memiliki fungsi sekunder sebagai sinyal peringatan. Manusia memiliki dua reaksi, sadar dan bawah sadar, ketika mencium aroma ini.

Sebuah eksperimen menggunakan putrescine, ammoni, dan air dilakukan untuk mempelajari reaksi manusia. Ketika dilakukan eksperimen yang melibatkan putrescine, reaksi relawan adalah menjauh.

2 dari 2 halaman

Reaksi Putrescine

Itu adalah respons yang sama dengan percobaan mengenai reaksi lari atau melawan. Ketika hewan merasa mereka berada dalam bahaya, maka respons yang muncul hanya ada dua: melawan ancaman atau lari dari ancaman. Penelitian tersebut mengungkapkan manusia memiliki reaksi yang sama.

" Kita tidak tahu mengapa kita suka (atau tidak suka) bau seseorang, dan kita biasanya tidak menyadari bagaimana aroma mempengaruhi emosi, preferensi, dan sikap kita," kata Wiseman dan Shira, dikutip Dream dari laman lifebuzz.com.

" Sulit untuk membayangkan bahwa aroma ternyata menakutkan," komentar dua peneliti terkemuka ini.

Aroma ini membuat orang lebih sadar dan waspada terhadap lingkungan mereka. Orang cenderung untuk menghindari konfrontasi, apakah itu secara verbal atau fisik. Bagi sebagian besar orang, mereka memilih untuk menjauhkan diri hingga perkelahian adalah satu-satunya pilihan yang tersisa.

Selama penelitian, orang-orang tidak menyadari mereka memiliki reaksi negatif terhadap aroma.

" Orang-orang tidak tahu tentang putrescine dan tidak sadar mengasosiasikannya dengan kematian atau ketakutan," kata Wisman dan Shira.

Bagaimana menurut Anda? Apapun itu, hidup dan mati hanya Allah yang menentukan.

Beri Komentar