Tunggu Real Count KPU, Ma'ruf Amin Tengah Bersiap Jadi Wapres

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Minggu, 28 April 2019 12:46
Tunggu Real Count KPU, Ma'ruf Amin Tengah Bersiap Jadi Wapres
Ma'ruf Amin ajak masyarakat untuk menjaga persatuan pasca Pemilu 2019

Dream - Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menggelar pleno penetapan hasil Pemilihan Umum 2019 pada 22 Mei 2019 nanti. Saat ini, kedua pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden bersaing ketat soal perolehan suara sementara.

Sembari menunggu hasil resmi dari KPU, Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin mengaku tengah bersiap menjadi wapres sesungguhnya.

" Kita ini lagi bersiap-siap jadi wapres. Kita tunggu real count-nya (KPU)," ujar Ma'ruf dikutip dari Liputan6.com Minggu 28 April 2019,

Selain itu, ia mengakui belum dapat memenangkan suara di seluruh Pulau Jawa. Jokowi-Ma'ruf diketahui kalah dari nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Banten dan Jawa Barat.

" Kecuali di Jawa Barat dan Banten. Ini bukan kalah, tapi belum menang," ucap dia.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) non-aktif ini menjelaskan dia tidak bisa meraup suara banyak di Banten dan Jabar karena belum banyak warga Nahdlatul Ulama (NU) di dua provinsi itu.

" Kita syukuri juga, NU kali ini utuh melaksanakan kewajibannya dalam memilih pemimpin. Terbukti di daerah NU-nya kuat, kita menang mutlak," kata dia.

Lebih lanjut, Ma'ruf meminta kepada seluruh warga NU untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa usai Pemilu 2019.

1 dari 3 halaman

Pesan untuk Warga NU

" Sebagai organisasi keagamaan, NU punya tanggung jawab keagamaan dan kebangsaan. NU harus tetap mengawal sesuai prinsip cinta negara," ujar dia.

Tak lupa, ia juga bersyukur pelaksanaan Pemilu 2019 ini dapat berjalan dengan lancar, aman dan damai.

" Harus kita syukuri Pemilu di Indonesia berjalan damai, karena di beberapa negara ada yang sampai berdarah-darah," ucap dia.

(Sumber: Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

2 dari 3 halaman

Kiai Ma'ruf Amin: Jangan Panggil Wapres

Dream - Cawapres nomor urut 02, KH Ma'ruf Amin, menghadiri acara syukuran yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk kesuksesan penyelenggaraan pemilu. Dalam kesempatan itu, Kiai Ma'ruf enggan dipanggil sebagai Wakil Presiden.

" Jangan dipanggil wapres dulu karena belum resmi ditentukan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum)," kata Kiai Ma'ruf Amin dikutip dari lamab NU Online, Senin 22 April 2019.

Menurut quick count alias hitung cepat sejumlah lembaga survei, Kiai Ma'ruf yang berpasangan dengan Joko Widodo memang mengungguli pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Namun, yang berhak menentukan kemenangan adalah KPU dengan dasar rekap suara manual.

Pada kesempatan itu pula Kiai Ma'ruf mengajak warga Nahdliyin untuk terus mengawal dan merawat Indonesia agar tetap utuh dan tidak terjadi konflik. " Ini tanggung jawab kita bersama di dalam mengawal negara ini supaya tetap bukan saja teap utuh, tapi juga sejahtera. Jadi namanya aman dan sejahtera," ucap dia.

Acara syukuran itu juga disertai potong tumpeng. Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, memberikan potongan tumpeng kepada Kiai Ma'ruf. Dia bersyukur Pemilu 2019 berjalan damai. Dengan begitu, dunia internasional tahu Islam dan demokrais dapat berjalan beriringan.

" Kita semua beryukur kita mampu menunjukkan kepada dunia internasional Islam Indonesia berhasil membangun sistem demokrasi yang baik," kata KH Miftach.

3 dari 3 halaman

Kiai Ma'ruf Amin: Kubur Cebong dan Kampret

Dream - KH Ma'ruf Amin menyerukan rekonsiliasi setelah pelaksanaan Pemilu 2019. Calon wakil presiden yang berpasangan dengan Joko Widodo itu ingin mengakhiri perpecahan akibat pemilihan presiden, sehingga masyarakat kembali harmonis.

Dia juga ingin mengakhiri sebutan cebong dan kampret, yang selama ini disematkan kepada para pendukung Jokowi maupun Prabowo Subianto. Ma'ruf Amin meminta sebutan itu tidak dipakai lagi.

" Jangan lagi bunyi lagi. Selesai sampai kemarin. Kita kubur ada cebong ada kampret kubur saja," kata Ma'ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 20 April 2019.

Selain itu, Ma'ruf Amin ingin mengagendakan pertemuan dengan para politikus dan tokoh pendukung pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Ma'ruf berharap ada upaya rekonsiliasi damai.

" Setelah selesai semua, kita akan membuat agenda-agenda yang sifatnya memang kegiatan yang sifatnya melakukan agenda upaya rekonsiliasi," kata Ketum MUI itu.

Sehingga, suasana tegang selama Pilpres 2019 tidak berlarut-larut. " Tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Kalau terlalu lama terjadi suasana tidak produktif," kata Ma'ruf Amin.

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan