Turki Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia, Eropa Khawatir

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 25 November 2015 13:45
Turki Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia, Eropa Khawatir
Pesawat Su-24 milik Rusia ditembak F-16 Turki, membuat Presiden Rusia Vladimir Putin marah besar.

Dream - Militer Turki menyatakan telah menembak jatuh sebuah pesawat jet yang diklaim melintas di kawasan udara negaranya tanpa izin. Otoritas Turki mengklaim telah memberikan peringatan kepada pesawat tersebut sebanyak 10 kali, tapi tidak mendapat jawaban.

Diketahui, pesawat yang dianggap melanggar merupakan Sukhoi Su-24 milik armada militer udara Rusia. Pesawat tersebut ditembak jatuh oleh dua unit F-16 milik militer Turki.

Insiden penembakan tersebut terjadi pada Selasa, 24 November 2015 pagi hari waktu setempat. Dua pilot pesawat Sukhoi itu dikabarkan sempat lolos dengan melontarkan diri. Pesawat itu jatuh di kawasan Perbukitan Latakia, empat kilometer dari dari perbatasan Turki-Suriah dan masuk wilayah Suriah.

Juru bicara militer Amerika Serikat (AS) berbasis di Baghdad, Kolonel Steve Warren membenarkan insiden ini. Dia mengatakan peringatan sudah diberikan sebanyak 10 kali di saluran radio terbuka, tetapi tidak diindahkan.

" Kami bisa mendengar segala sesuatu yang sedang terjadi. Komunikasi ini berada di saluran terbuka," kata Warren.

Tetapi, Warren tidak dapat memastikan di mana tepatnya pesawat tersebut tertembak. Menurut dia, belum ada keterangan apakah pesawat itu tertembak di kawasan udara Turki atau Suriah.

Seorang pejabat Turki yang tidak bersedia disebut namanya menyatakan dua pilot Su-24 dalam keadaan aman. Petugas medis tengah merawat mereka.

Sementara stasiun televisi CNN melaporkan salah pilot tersebut telah terbunuh oleh pemberontak Suriah. Sementara satu pilot lainnya tidak diketahui keberadaannya.

Tusukan dari Belakang

Presiden Rusia Vladimir Putin marah besar mengetahui insiden penembakan tersebut. Dalam konferensi pers beberapa saat setelah penembakan terjadi, Putin menyebut insiden ini sebagai tusukan dari belakang dan dilancarkan oleh kaki tangan teroris.

Putin juga mengatakan insiden ini membawa konsekuensi serius terhadap hubungan antara Moskow dan Ankara yang selama ini terjalin cukup baik.

" Kesalahan ini merupakan tusukan dari belakang yang dilancarkan kepada kami oleh kaki tangan teroris. Saya tidak bisa menerima apa yang terjadi hari ini sebagai sesuatu yang lain," kata Putin.

Secara tegas Putin mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, pesawat Su-24 terbang di ketinggian 6.000 meter dan berada 1 kilometer dari perbatasan Turki dan masuk kawasan udara Suriah.

" Pesawat kami telah ditembak jatuh di teritorial Suriah dengan misil udara dari F-16. Pesawat itu jatuh 4 kilometer dari perbatasan. Pesawat itu terbang di ketinggian 6.000 meter 1 kilometer dari teritorial Turki saat diserang," kata dia.

Putin menerangkan pesawat itu tidak sedang mengancam Turki. Menurut dia, pesawat itu tengah menjalankan misi penyerangan terhadap markas ekstrimis ISIS di Suriah.

Atas insiden ini, Putin mengaku tidak heran mengapa ISIS melakukan tindakan yang begitu berani. Bagi dia, insiden ini sudah menjadi bukti kuat ISIS dilindungi oleh kekuatan militer sejumlah negara.

Seketika itu juga, Putin mengeluarkan larangan bagi warga Rusia berkunjung ke Turki. Selama ini Turki memang menjadi salah satu tujuan wisata warga Rusia.

Pernyataan Putin langsung memicu reaksi Pemerintah Turki. Presiden Turki Recep Tayib Erdogan segera menggelar rapat darurat seluruh kabinet dan para jenderal di semua matra.

Usai rapat darurat itu, Erdogan mengirim utusan ke maskas besar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organisation/NATO) di Brussels, Belgia untuk meminta dukungan. Alhasil, insiden ini membuat seluruh Eropa khawatir.

Sumber: emirates247.com | AFP | cnn.com

 

Beri Komentar