Iming-iming Rp 68,5 Miliar, AS Buru Penjual Minyak ISIS

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 24 November 2015 16:02
Iming-iming Rp 68,5 Miliar, AS Buru Penjual Minyak ISIS
Negara maju mulai giat menghentikan sumber pemasukan ISSI yang banyak bersumber dari minyak mentah

Dream - Pemerintah Amerika Serikat tampaknya serius dalam menangkal aksi terorisme ISIS. Terbaru, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan sayembara berhadiah US$ 5 juta bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi aksi perdagangan ilegal minyak ISIS.

Hadiah jutaan ini menambah panjang deretan strategi sayembara dari negara maju dalam melawan ISIS. Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan sayembara bagi pihak-pihak yang bisa mengungkap teroris pembom pesawat komersial yang jatuh di Sinai, Mesir.

Mengutip laman Albawaba, ISIS setidaknya telah mengantongi US$ 8 juta-10 juta per bulan dari perdagangan ilegal minyak mentah dan gas. Dua andalan pemasukan ISSI Ini diduga diperdagangkan melalui Irak dan Suriah.

Selain minyak mentah, pendapatan ISIS juga diperoleh dari penjualan barang antik, perampokan, dan tebusan para tawanan.

Sayembara AS ini keluar setelah kegagalan Negeri Paman Sam mencegah warga bergabung dengan ISIS. Sejak 2011, lebih dari 25 ribu warga AS dan negar alain telah bergabung dengan ISIS.

Negara maju memang tengah gencar menghentikan aliran pemasukan ISIS. Lembaga konsultan Verisk Maplecroft menyebut pendapatan harian ISIS dari minyak saat ini turun mencapai US$ 500 ribu per hari dari tahun sebelumnya US$ 1,6 juta per hari.

Serangkaian serangan dari koalisi negara juga telah menghancurkan infrastruktur ISIS mulai dari kilang minyak hingga iring-iringan minyak mentah.

Beri Komentar
Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa