Pria Ini Lolos dari Maut Dua Aksi Teror Paling Mematikan

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 24 November 2015 11:16
Pria Ini Lolos dari Maut Dua Aksi Teror Paling Mematikan
Selain aksi teror di Paris, pria ini lolos dari maut saat terjadi serangan ke WTC.

Dream - Matthew mungkin pria paling sial sekaligus beruntung di dunia. Berada di dua lokasi teror paling berdarah, pria Amerika Serikat ini lolos dari maut.

Matthew merupakan korban penembangan di kaki saat teroris beraksi di Bataclan, Paris, Prancis. Tragedi ini membuat 89 orang meninggal dunia.

Pria 36 tahun ini diketahui terus merangkak usai terkena tembakan militan ISIS di konser Eagles of Death Metal.

Saat mendengar letupan senjata, yang tak banyak disadari warga Eropa, insting Matthews langsung membawanya berlari mencari tempat berlindung.

Namun malang, Matthew terkena tembakan di kakinya di tengah tubuh korban yang berjatuhan.

" Saya merangkak maju setiap sentimeter. Sampai pada titik saya menemukan tangga keluar dan berusaha meraihnya. Saya berhasil menggapainya dengan satu jari dan semuanya," kata Daniel Psenny, jurnalis yang tertembak di tangan saat membopong rekan AS-nya itu ke apartemennya, mengutip laman Dailymail.co.uk, Selasa, 24 November 2015.

Psenny sendiri berhasil menangkap gambar seorang wanita hamil yang bergantungan ketika merekam kejadian yang awalnya tak diketahui merupakan aksi teroris.

Berpikir tembakan sudah berhenti, Psenny pun memberanikan diri membuka pintu dan menemukan Matthew terbaring di tangga apartemennya.

" Saya berpura-pura mati," kata Matthew kepada Le Monde. " Ketika saya merasa ada seseorang menarik badan saya di tangannya saya bahkan tak melihatnya. Dalam kepala saya berpikir, saya mencintamu Malaikatku."

Saat membopong Matthew itulah Spenny ditembak di tangannya.

Usai kejadian tersebut, Spenny dan Matthew akhirnya bisa bertemu di rumah sakit. Mereka dirawat di ruang yang berbeda tiga kamar.

Namun ini bukanlah pengalaman aksi terorisme pertama yang dialami Matthew. Pada 11 September 2011, Matthew juga sempat terperangkap dalam penyerangan teroris. Inilah hari dimana terjadi serangan terhadap menara kembar, Wordl Trade Center, AS.

Hari itu Matthew sedang dalam perjalanan ke menara selatan dari gedung WTC. Dia akan menghadiri rapat di gedung ikonik AS itu.

Kala itu Matthew berada di bagian bawah gedung WTC saat sebuah pesawat menabrak menara utara dari bangunan tersebut.

" Saat itu saya berlari melintasi Manhattan," kata Matthew. " Namun ketika saya mengalami kejadian di Bataclan, ini 1.000 kali lebih parah."  

Beri Komentar