Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Swab Test (Shutterstock.com)
Dream - Meski masih tinggi dan berkisar di angka 6.000-an, tren kasus baru masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 mengalami penurunan dalam tiga hari terakhir. Publik sempat terkejut ketika kasus baru sempat menyentuh angka 7.000 pada empat hari yang lalu.
Data terkini dari situs resmi Covid19.go.id per 22 Desember 2020 mencatat kasus baru pasien positif mencapai 6.347 kasus. Angka ini menurun dari posisi hari Minggu kemarin yang sempat menyentuh 6.982 kasus dan turun lagi hari berikutnya menjadi 6.848 kasus.
Jumlah keseluruhan kasus positif Covid-19 saat ini sudah mencapai 678.125 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 105.146 pasien atau sekitar 15,5 persen merupakan kasus aktif.
Kabar melegakan datang dari perkembangan kasus kesembuhan harian yang kembali naik meski masih di level 5.000. Hari ini tercatat 5.838 kasus sembuh, lebih tinggi dibandingkan dua hari sebelumnya yaitu 5.551 kasus pada Minggu dan 5.073 kasus pada Senin.
Jumlah keseluruhan kasus sembuh saat ini menjadi 522.722 kasus. Sedangkan tingkat kesembuhan sebesar 81,5 persen.
Sementara, data kematian juga menunjukkan penurunan. Hari ini tercatat sebanyak 172 kasus meninggal akibat Covid-19, lebih sedikit dari Minggu sebanyak 221 kasus dan Senin 205 kasus.
Akumulasi kasus kematian saat ini sebanyak 20.257 kasus dengan tingkat kematian sebesar 3,0 persen. Sedangkan suspek saat ini sebanyak 69.343 kasus.
Dream - Perkembangan data kasus Covid-19 masih berada di level cukup tinggi. Kasus baru harian muncul di level 6.000-an. Kondisi ini membutuhkan perhatian serius mengingat angka kesembuhan juag belum menunjukan peningkatan signifikan.
Data resmi Satgas Penanganan Covid-19 darilaman Covid19.go.id menunjukan kasus baru per 21 Desember 2020 tercatat sebanyak 6.848 kasus. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 6.982 kasus.
Total akumulasi kasus positif secara nasional bertambah menjadi 671.778 kasus. Kasus aktif kini tercatat sebanyak 104.809 pasien atau sekitar 15,6 persen.
Kasus sembuh harian kembali menurun. Sebanyak 5.073 kasus dinyatakan sembuh, menurun dibandingkan kemarin sebanyak 5.551 kasus.
Sedangkan jumlah seluruh pasien sembuh saat ini sebanyak 546.884 kasus. Tingkat kesembuhan Covid-19 di Indonesia saat ini sebanyak 81,4 persen.
Sementara kasus kematian mengalami penurunan namun berada di level tertinggi sejak Maret. Hari ini, sebanyak 205 kasus tercatat meninggal dunia, turun dari kemarin sebanyak 221 kasus.
Akumulasi angka kematian saat ini sudah tembus level 20.085 kasus. Tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih 3,0 persen.
Kasus suspek saat ini tercatat sebanyak 67.509 kasus.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya