Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan publik agar tidak mengkhawatirkan kemunculan strain atau varian baru dari virus Covid-19 di Inggris. Kondisi ini diklaim merupakan bagian normal dalam evolusi pandemi.
Pejabat WHO bahkan berpandangan positif dengan penemuan varian baru virus tersebut karena mendorong sejumlah negara menutup jalur perjalanan ke Inggris maupun Afrika Selatan. Mereka menyebut hal ini membuktikan alat baru untuk pelacakan virus sepenuhnya berfungsi.
" Kami harus menemukan keseimbangan. Sangat penting untuk memiliki transparansi, sangat penting untuk memberi tahu publik apa adanya, tetapi penting juga untuk menyampaikan bahwa ini adalah bagian normal dari evolusi virus," ujar Kepala Bidang Kedaruratan WHO, Mike Ryan.
Ryan menyatakan apa yang terjadi saat ini menunjukkan perkembangan positif dari upaya penanganan pandemi Covid-19. " Negara-negara yang melakukan jenis pengawasan ini harus dipuji," ucap dia.
Mengutip data dari Inggris, pejabat WHO mengatakan mereka tidak memiliki bukti varian baru itu lebih mematikan daripada jenis Covid-19 yang ada. Meskipun tampaknya lebih mudah dan cepat menyebar.
Negara-negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan bertindak atas dasar kehati-hatian. Ryan pun menilai kebijakan itu merupakan langkah yang bijak.
" Tetapi penting juga setiap orang menyadari bahwa ini terjadi, varian ini ada," ucap dia.
WHO menyatakan sejauh ini mutasi virus korona jauh lebih lambat dibandingkan dengan influenza. Bahkan varian baru yang muncul di Inggris tetap jauh lebih tidak dapat menular daripada penyakit lain seperti gondongan.
Selanjutnya, vaksin yang dikembangkan untuk memerangi Covid-19 juga harus dapat mengatasi varian baru. Meskipun pemeriksaan sedang dilakukan untuk memastikan ini masalahnya.
" Sejauh ini, meskipun kami telah melihat sejumlah perubahan, sejumlah mutasi, tidak ada yang memberi dampak signifikan pada kerentanan virus terhadap terapi, obat-obatan atau vaksin yang sedang dikembangkan, dan orang berharap bahwa akan terus terjadi," ucap Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan.
WHO mengharapkan bisa mendapatkan lebih banyak detail dalam beberapa hari atau pekan tentang potensi dampak dari jenis virus korona baru yang sangat mudah menular, dikuti dari Channel News Asia
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Tim Satgas Covid-19 sejak beberapa hari lalu sudah memperingatkan masyarakat untuk tetap di rumah, tak melakukan aktivitas di luar jika tak mendesak. Hal ini karena risiko tertular Covid-19 masih sangat tinggi dan kapasitas rumah sakit sudah sangat minim, terutama di daerah.
Sebuah fakta menyedihkan di depan mata terjadi RSUD Dr Saiful Anwar Malang (RSSA). Pasien Covid-19 membludak sampai rumah sakit over capacity. Tak ada lagi kamar untuk menampung para pasien.
Akhirnya lobi rumah sakit dijadikan ruang perawatan dadakan. Hal ini diketahui dari unggahan @susana_indahwati di Instagram. Ia mengunggah beberapa foto yang menampilkan suasana RS yang sangat padat, petugas ber-APD dengan IGD yang penuh dan juga lobi yang dipadati tempat tidur pasien.

" Teman teman...bila ada yang mengabaikan keadaan saat ini, mungkin sederetan foto ini dapat memberikan gambaran bahwa " kita tidak sedang baik baik saja" . Disiplinlah menjalankan 3M. Pahamilah, bahwa kalau anggota keluarga kita ada yg sakit, kita akan rebutan tempat di rumah sakit. Rebutan tempat di rumah sakit tidak akan sama rasanya seperti rebutan barang diskonan di Mall....atau rebutan tiket masuk wahana wisata," tulisnya
Ia juga mengunggah foto tumpukan peti mati. Antrean mobil ambulans dan ramainya mobil jenazah.

" Rasanya sangat tidak menyenangkan, dan tidak memandang kita siapa. Semua diperlakukan SAMA !! Di bawah ini adalah kondisi lobby paviliun RSSA yang sdh dialihfungsikan sebagai ruang perawatan...," tulis Susana.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya