Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

WHO Tak Temukan Bukti Varian Baru Virus Corona Lebih Mematikan

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 22 Desember 2020 16:01
WHO Tak Temukan Bukti Varian Baru Virus Corona Lebih Mematikan
Varian baru tersebut diklaim tidak terlalu berbahaya dibandingkan jenis Covid-19, meski penularannya cukup cepat.

Dream - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan publik agar tidak mengkhawatirkan kemunculan strain atau varian baru dari virus Covid-19 di Inggris. Kondisi ini diklaim merupakan bagian normal dalam evolusi pandemi.

Pejabat WHO bahkan berpandangan positif dengan penemuan varian baru virus tersebut karena mendorong sejumlah negara menutup jalur perjalanan ke Inggris maupun Afrika Selatan. Mereka menyebut hal ini membuktikan alat baru untuk pelacakan virus sepenuhnya berfungsi.

" Kami harus menemukan keseimbangan. Sangat penting untuk memiliki transparansi, sangat penting untuk memberi tahu publik apa adanya, tetapi penting juga untuk menyampaikan bahwa ini adalah bagian normal dari evolusi virus," ujar Kepala Bidang Kedaruratan WHO, Mike Ryan.

Ryan menyatakan apa yang terjadi saat ini menunjukkan perkembangan positif dari upaya penanganan pandemi Covid-19. " Negara-negara yang melakukan jenis pengawasan ini harus dipuji," ucap dia.

 

1 dari 4 halaman

Tak ada bukti varian baru lebih mematikan

Mengutip data dari Inggris, pejabat WHO mengatakan mereka tidak memiliki bukti varian baru itu lebih mematikan daripada jenis Covid-19 yang ada. Meskipun tampaknya lebih mudah dan cepat menyebar.

Negara-negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan bertindak atas dasar kehati-hatian. Ryan pun menilai kebijakan itu merupakan langkah yang bijak.

" Tetapi penting juga setiap orang menyadari bahwa ini terjadi, varian ini ada," ucap dia.

WHO menyatakan sejauh ini mutasi virus korona jauh lebih lambat dibandingkan dengan influenza. Bahkan varian baru yang muncul di Inggris tetap jauh lebih tidak dapat menular daripada penyakit lain seperti gondongan.

 

2 dari 4 halaman

Tak berdampak signifikan terhadap pandemi

Selanjutnya, vaksin yang dikembangkan untuk memerangi Covid-19 juga harus dapat mengatasi varian baru. Meskipun pemeriksaan sedang dilakukan untuk memastikan ini masalahnya.

" Sejauh ini, meskipun kami telah melihat sejumlah perubahan, sejumlah mutasi, tidak ada yang memberi dampak signifikan pada kerentanan virus terhadap terapi, obat-obatan atau vaksin yang sedang dikembangkan, dan orang berharap bahwa akan terus terjadi," ucap Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan.

WHO mengharapkan bisa mendapatkan lebih banyak detail dalam beberapa hari atau pekan tentang potensi dampak dari jenis virus korona baru yang sangat mudah menular, dikuti dari Channel News Asia

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Membludak, Pasien Covid-19 di RSSA Malang Dirawat di Lobi

Dream - Tim Satgas Covid-19 sejak beberapa hari lalu sudah memperingatkan masyarakat untuk tetap di rumah, tak melakukan aktivitas di luar jika tak mendesak. Hal ini karena risiko tertular Covid-19 masih sangat tinggi dan kapasitas rumah sakit sudah sangat minim, terutama di daerah.

Sebuah fakta menyedihkan di depan mata terjadi RSUD Dr Saiful Anwar Malang (RSSA). Pasien Covid-19 membludak sampai rumah sakit over capacity. Tak ada lagi kamar untuk menampung para pasien.

Akhirnya lobi rumah sakit dijadikan ruang perawatan dadakan. Hal ini diketahui dari unggahan @susana_indahwati di Instagram. Ia mengunggah beberapa foto yang menampilkan suasana RS yang sangat padat, petugas ber-APD dengan IGD yang penuh dan juga lobi yang dipadati tempat tidur pasien.

IGD RSSA MAlang

4 dari 4 halaman

" Teman teman...bila ada yang mengabaikan keadaan saat ini, mungkin sederetan foto ini dapat memberikan gambaran bahwa " kita tidak sedang baik baik saja" . Disiplinlah menjalankan 3M. Pahamilah, bahwa kalau anggota keluarga kita ada yg sakit, kita akan rebutan tempat di rumah sakit. Rebutan tempat di rumah sakit tidak akan sama rasanya seperti rebutan barang diskonan di Mall....atau rebutan tiket masuk wahana wisata,"  tulisnya

Ia juga mengunggah foto tumpukan peti mati. Antrean mobil ambulans dan ramainya mobil jenazah.

Mobil jenazah

" Rasanya sangat tidak menyenangkan, dan tidak memandang kita siapa. Semua diperlakukan SAMA !! Di bawah ini adalah kondisi lobby paviliun RSSA yang sdh dialihfungsikan sebagai ruang perawatan...,"  tulis Susana.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar