Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Belum ada tanda penurunan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia. Sebaliknya, hari ini, Sabtu 5 Desember 2020, jumlah orang yang terjangkit virus Sars-Cov2 mencapai 569.707. Bertambah 6.027 dari data Jumat, 4 Desember 2020 yang masih 563.680 orang.
Jumlah pasien yang meninggal karena Covid-19 juga bertambah. Kasus kematian karena covid-19 per hari ini mencapai 17.589 orang. Meningkat 110 dari data kemarin yang masih 17.479 orang.
Kementerian Kesehatan melalui kemkes.go.id melaporkan, pasien sembuh dari Covid-19 juga bertambah, yakni sebanyak 4.271 dari data kemarin yang masih 466.178 orang. Total kumulatif kasus sembuh dari Covid-19 mencapai 470.449 orang.
Pasien yang dinyatakan sembuh telah menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) sebanyak dua kali atau lebih dan hasilnya negatif. Sementara pasien yang tengah menjalani perawatan atau isolasi sebanyak 81.669 orang. Angka ini meningkat dari data kemarin yang masih 80.023 orang.
Pemerintah juga masih memantau 69.926 orang suspek Covid-19 di Indonesia. Jumlah ini meningkat dari data kemarin yang masih 69.016 suspek Covid-19. Data yang dilaporkan Kementerian Kesehatan ini dihimpun dalam 24 jam terakhir hingga hari ini pukul 12.00 WIB.
Laporan Supriatin/ Merdeka.com
Dream - Jumlah kasus covid-19 di Jawa Tengah pada Desember melonjak tajam. Sejumlah tenaga kesehatan banyak yang tertular virus dari Wuhan tersebut dan beberapa bahkan harus menjalani perawatan di ICU.
Salah satunya dr. Chairul Hadi SpKK yang dirawat di rumah sakit Moewardi, Solo, Jawa Tengah. Beliau sampai harus mendapatkan alat pompa oksigen. Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, mengunggah video dr. Hadi di akun Intagram pribadinya @ganjar_pranowo.

" Saya dokter kharul hadi SPkk, saat ini saya lagi di ICU rumah sakit dr. Moewardi, Solo, saya sudah mendapat terapi plasma konvalesen, 2 kantong 5 hari yang lalu, rasanya setelah mendapat terapi konvalesen saya cukup mengalami perbaikan yang cukup luar biasa," ungkap dr. Hadi dalam video tersebut.
Ganjar bercerita kalau dr. Hadi merupakan temannya bersepeda. Ganjar meminta kepada para pasien Covid-19 yang sudah sembuh untuk mendonorkan plasmanya karena bisa membantu pasien yang masih berjuang untuk sembuh.
" Dokter Hadi teman gowes saya. Beliau sampaikan: ‘Mas, monggo dihimbaukan utk yg sdh sembuh dr covid sedekah darah utk diambil plasma konvalesennya, klo ini berhasil sptnya jauh lbh kuat dan efektif drpd vaksin mas'. Jika anda sembuh dr covid & ingin donor bisa daftar di sini atau DM. Ada yg siap donor?," tulis Ganjar.
Respons yang masuk ke Instagram pribadi Ganjar cukup positif. Banyak pasien Covid-19 yang sudah sembuh dan ingin mendonorkan plasma darahnya. Alhamdulillah dalam postingan selanjutnya Ganjar mengungkap kalau dr. Hadi kini sudah negatif.
" Kondisi dokter Hadi hari ini sdh membaik & hasil tes usap sdh dinyatakan negatif & alat bantu pernafasan sdh dilepas. Terima kasih kepada bp/ibu/saudara sekalian yg telah berkenan akan donor. Mudah2an manfaat utk kesehatan & ilmu pengetahuan. Krn penelitian masih terus berjalan. Salam sehat selalu," tulis Ganjar.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Mereka yang kontak dengan pasien Covid-19 dan menunggu hasil swab test, diwajibkan melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Hal ini karena sebelumnya diketahui masa inkubasi virus tersebut adalah 14 hari.
Termasuk pada pasien Covid-19 tanpa gejala, yang sebelumnya diwajibkan melakukan karantina selama 14 hari, tak boleh melakukan kontak fisik dengan siapa pun demi mencegah penularan. Rupanya, ada panduan baru dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention/ Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat).

Rekomendasi CDC yang baru adalah untuk karantina virus korona menjadi 7 hingga 10 hari, bukan 14 hari. Jika pasien positif Covid-19 tidak mengalami gejala, mereka hanya perlu karantina selama 10 hari; jika hasil tes negatif, periode tersebut dapat dikurangi menjadi hanya 7 hari.
" CDC berharap periode karantina yang lebih pendek akan meningkatkan kepatuhan publik terhadap langkah-langkah keamanan terkait Covid-19. Mudah-mudahan masyarakat bisa lebih taat pada karantina jika misalnya 7 sampai 10 hari," kata Henry Walke, MD, Direktur Divisi Kesiapsiagaan dan Infeksi CDC, dikutip dari WebMD.
Henry juga mengingatkan bahwa setiap orang harus tetap memperhatikan gejala Covid-19. Seperti demam, batuk atau hilangnya rasa atau bau (anosmia) selama 14 hari penuh setelah terpapar.

Hal yang juga sangat penting menurut Henry adalah testing. Mereka yang mengalami gejala Covid-19 diingatkan untuk melakukan tes. Dengan melakukan tes, kondisi bisa diketahui secara detail dan jika positif penanganan bisa dilakukan dengan cepat. Kesembuhan akan semakin cepat.
Sebelumnya, periode karantina mandiri selama 14 hari dipilih karena itu adalah waktu terlama yang dibutuhkan seseorang untuk menunjukkan gejala setelah mereka terinfeksi virus.
Justin Lessler, PhD, seorang ahli epidemiologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa sekitar setengah dari orang yang terinfeksi menunjukkan gejala 5 hingga 10 hari setelah terpapar. Persentase yang sangat kecil menunjukkan gejala pada 14 hari, katanya.
" Jika kita bisa membuat orang dikarantina - dan benar-benar karantina, seperti Anda tidak bisa pergi ke toko bahan makanan saat mengarantina - maka saya pikir ada argumen untuk waktu yang lebih singkat," katanya.
Daripada melakukan karantina, lebih baik selalu jalani protokol kesehatan 3M. Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
