Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Video ledakan Gunung Anak Krakatau hari ini beredar di sosial media. Video rekaman itu diunggah Kepala Kantor Berita Deutsche Presse-Agentur (DPA) Biro Asia Tenggara, Australia, dan Pasifik, Christoph Sator.
Dalam unggahannya Sator menyebut kondisi Gunung Anak Krakatau hari ini, Kamis, 17 Oktober 2019. Terlihat melontarkan awan putih ke angkasa.

Letusan Gunung Anak Krakatau (Foto: Twitter @christophsator)
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih mencatat Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) Orange pada 11.33 WIB.
Diperkirakan semburan debu vulkanik tertinggi sekitar 357 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan pantauan CCTV, debu vulkanik mengarah ke utara. Debu vulkanik berwarna putih dan abu-abu tebal dengan ketinggian 200 meter dari dari dasar kawah.
" Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi 88 detik."
Sehari yang lalu, 16 Oktober 2019, Vona terakhir terkirim oranye pada pukul 18.18 WIB.
Gunung Anak Krakatau punya tingkat aktivitas Level II (waspada) sejak 25 Maret 2019.
Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018 dan diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019.
Pada 14 Oktober 2019 terjadi erupsi yang terekam di seismogram dengan amplitudo 38 mm durasi sekitar 3 menit 43 detik.
Melalui seismograf tanggal 16 Oktober 2019 tercatat, 1 kali gempa letusan, 3 kali gempa hembusan, 2 kali gempa low frequency, 2 kali gempa vulkanik dangkal, 12 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik jauh tremor menerus dengan amplitudo 1 hingga 7 milimeter, dan dominan 1 milimeter.
" Masyarakat, wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah," ujar dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya