Terinspirasi Asmaul Husna, Bangun 99 Masjid

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 17 Oktober 2019 14:00
Terinspirasi Asmaul Husna, Bangun 99 Masjid
Masjid pertama yang sudah dibangun yakni di Lombok, NTB.

Dream - Lembaga filantropi Johari Zein Foundation menggagas proyek pembangunan 99 masjid lewat program Indonesia Berseri (Bersedekah Jariah). Program ini terinspirasi Asmaul Husna, 99 Nama Baik Allah SWT.

" Selain membangun masjid, juga mengamalkan Asmaul Husna dan mensyiarkan nilai-nilai Islam," ujar Ketua Yayasan Johari Zein Foundation, Fahrul Jamal, di Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019.

Jamal mengatakan, masjid pertama yang sudah dibangun berada di Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTB). Untuk pelaksanaannya, Johari Zein Foundation membentuk Relawan Bangun Masjid yang bertugas menghimpun dan menyosialisasikan program tersebut.

 Peresmian program pembangunan masjid

Peresmian program pembangunan masjid

Masjid yang akan dibangun setelah Lombok yakni Masjid Zeinurrahman di Kota Batu, Jawa Timur. Juga Masjid Zeinul Malik di Cikeusik, Pandeglang, Banten.

1 dari 7 halaman

Membangun Peradaban Lewat Masjid

Di lokasi yang sama, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), M Nuh, mengapresiasi program tersebut. " Mudah-mudahan yayasan bukan membangun masjid semata, tapi membangun peradaban," kata Nuh.

Nuh mengatakan untuk membangun peradaban, masjid harus memiliki fungsi selain untuk sholat. Beberapa di antaranya seperti fungsi pendidikan.

" Paling tidak PAUD dan TPQ, sehingga anak-anak mengenal huruf-huruf Alquran," ucap dia.

Fungsi lain, masjid menjadi penggerak ekonomi maupun kesehatan.

" Minimal ada poliklinik, paling tidak poliklinik dikawinkan dengan pendidikan maka Insya Allah akan didapat SDM luar biasa," kata dia.

2 dari 7 halaman

Milenial Bangun Masjid di Wilayah Bekas Bencana

Dream - Hura-hura, serba instan, maunya dilayani, hidup di era digital, itulah sederet stereotipe ketika mendengar kata milenial. Tapi, bicara milenials tidak hanya membahas mengenai stigma itu saja.

Dompet Dhuafa Filantropi mengajak kaum milenial membangun masjid di wilayah pasca bencana alam. Gerakan itu dinamai #MilenialMembangunMasjid.

Masjid pertama yang akan dibangun dalam program ini yakni Masjid Al Huda, Bangga, Dolo Selatan, Palu, Sulawesi Tengah.

" Dompet Dhuafa mengajak kaum milenial untuk turut berkontribusi membatu daerah pasca bencana seperti Palu, Lombok dan sekitarnya," ujar Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Imam Rulyawan, di Jakarta, Jumat 17 Mei 2019.

Imam mengatakan, masjid pertama yang dibangun itu merupakan tempat ibadah satu-satunya di Desa Bangga.

3 dari 7 halaman

Bermitra dengan UNESCO

Dalam program ini, Dompet Dhuafa bekerja sama dengan CIOF Indonesia. Organisasi ini menjadi mitra resmi UNESCO. Selain itu, kerja sama juga dilakukan bersama musisi V1MAST dan Enau.

General Manager Mobilisasi Zakat, Infaq, Sedekah Dompet Dhuafa Filantropi, Dera Perdhana Sophian mengatakan, rencananya program ini akan terlebih dahulu membangun satu masjid di Desa Bangga dengan target dana Rp1 miliar.

Penghimpunan dana bantuan dalam program ini akan dilakukan hingga Desember 2019. " Kalau memang sudah terhimpun Rp200 juta-Rp300 juta, karena pembangunan mulai pondasi dulu ini bertahap. Karena nanti dimasukkan ke media sosial, ada interaksi dan ada report, jadi donatur perlu tahu namanya progres pembangunan masjid," kata Dera.

Setelah itu, rencananya Dompet Dhuafa juga akan membangun tiga masjid lagi pada 2020 dengan target anggaran Rp10 miliar.

" Kita mau bangun masjid legendaris, Masjid Apung di Palu. Kebetulan baru dapat izinnya keterlibatan kami diperbolehkan (membangun Masjid Apung," ujar dia.

4 dari 7 halaman

Cerita Janda Bangun Masjid Selama 30 Tahun Menabung dari...

Dream - Seorang perempuan Saudi menabung gaji pensiunan suaminya selama 30 tahun untuk membangun masjid. Masjid itu dinamakan nama suaminya.

Kisah menyentuh perempuan itu muncul setelah anak lelakinya, Muhammad Al Harbi, mencuit di Twitter pada Mei 2018 tadi.

Al Haribi mencuitkan gambar yang menunjukkan ibunya berdiri di tempat masjid yang baru dibangun.

Dia menulis di Twitter, " Betapa hebatnya Anda, ibu dia tidak pernah menikmati gaji pensiun almarhum ayah saya yang sederhana. Dia menghabiskan 30 tahun menabungnya satu riyal pada satu waktu sampai dia membangun masjid atas nama ayah saya. Semoga dia beristirahat dalam damai dan diberikan tempat di surga. Kita milik Allah dan miliknya kita kembali," tulis Al Haribi.

Dilaporkan Khaleej Time, dalam beberapa jam, cuitan itu sempat viral di media sosial. Warganet memuji sikap perempuan itu.

" Semoga Tuhan menyatukan mereka di akhirat," tulis seorang warganet.

" Cinta dalam bentuk terbaiknya," tulis warganet lain.

(ism)

5 dari 7 halaman

Menabung 20 Tahun, Tukang Becak Pergi Haji

Dream - Haji memang diwajibkan bagi mereka yang mampu. Tetapi, makna mampu tidak melulu soal kekayaan.

Banyak fakta mereka yang punya kekayaan berlebih tidak juga berhaji. Di sisi lain, mereka yang hidup pas-pasan dan apa adanya justru bisa menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Seperti Maksum Sapii Bunet bin Wahab. Kakek 79 tahun asal Madura ini hanya mengandalkan pendapatan dari profesinya sebagai pengayuh becak.

Penghasilannya pun tidak menentu. Dia kadang bisa mendapatkan Rp50 ribu sehari, namun bisa jauh lebih rendah di hari lainnya.

Meski demikian, dia sudah punya niat kuat untuk bisa melaksanakan haji. Pengetahuan tentang rukun iman yang didapatnya sewaktu kecil menjadi bekal bagi Maksum untuk yakin pada ketetapan Allah SWT.

6 dari 7 halaman

Rukun Iman Jadi Bekal

 Pengayuh becak

Pengayuh becak menabung untuk pergi haji (Foto: Kemenag)

" Saya dulu ngaji arkanul iman (rukun iman). Satu, harus percaya kepada Allah, baik dan buruknya takdir Allah," ujar Maksum, dikutip dari kemenag.go.id, Kamis, 24 Agustus 2017.

Selain itu, Maksum berpegangan pada Surat Yasin. Tepatnya pesan yang tertera pada ayat 83 surat tersebut.

" Kedua, saya meyakini pesan ayat Surat Yasin, Innama amruhu idza arada syaian an yaquula lahu kun fayakun. Kalau Allah menghendaki, tidak ada yang bisa menghalangi. Saya percaya itu," kata Maksum.

Maksum lalu menyatakan kunci dia bisa berangkat haji adalah yakin pada Allah. Kemudian, kata dia, berusaha sembari berdoa.

" Jadi kuncinya percaya kepada Allah, lalu berusaha sambil meminta. Kalau Allah mentakdirkan, saya yakin. Kalau Allah menghendaki, saya akan berangkat," ucap Maksum.

7 dari 7 halaman

Tetap Mengayuh Becak di Usia Senja

Dengan becak, Maksum mencari nafkah untuk keluarganya. Melalui pendapatan dari becak pula, Maksum membesarkan anak-anaknya hingga mereka mandiri.

Jika ada sisa penghasilan dari mengayuh becak, Maksum menabungnya untuk biaya haji. Setelah 20 tahun menabung, Maksum bisa mendaftar haji pada 2010 dan berangkat tujuh tahun kemudian.

" Saya narik becak di Pasar Atum Surabaya. Tiap hari. Tapi kalau nabungnya tidak tentu," ucap Maksum.

Maksum yang tergabung dalam kloter 6 embarkasi Surabaya ini mengaku kaget sekaligus bahagia bisa memenuhi panggilan Allah SWT. Ini sesuai dengan apa yang telah diinginkanya sejak lama.

" Alhamdulillah. Sampai di sini juga. Saya merasa kagum dan kaget," kata Maksum.

Dia juga mengaku masih menarik becak di usianya yang sudah renta. Maksum hanya ingin memiliki pendapatan agar tidak merepotkan anak-anaknya.

" Setelah haji, tetap narik becak. Kalau masih kuat kerja, masih pengen terus agar tidak merepotkan anak," ucap Maksum.

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara