Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dirjen Dukcapil Zudan Arief Fakrullah Menjelaskan E-KTP Yang Tercecer (Dream.co.id/M Ilman Nafi'an)
Dream - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arief Fakrullah, mengatakan bahwa tercecernya e-KTP yang menjadi viral di media sosial terjadi karena ada kelalaian petugas pengangkut.
" Hasil konferensi pers tadi pagi di Polres Bogor sudah disampaikan dengan jelas bahwa kejadian tersebut murni kelalaian dan tidak ada perbuatan melawan hukum," kata Zudan di Jakarta, Senin 28 Mei 2018.
Video tercecernya e-KTP di Jalan Raya Salabenda, Semplak, Bogor, Jawa Barat, membuat heboh warganet. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 26 Mei 2018.
Untuk mengusut kasus itu, Polres Bogor telah memeriksa 17 orang, termasuk di antaranya Staf Ditjen Dukcapil dan sopir kendaraan pengangkut. Polisi juga memeriksa CCTV yang berada di sekitar lokasi.
" Kelalaian terjadi pada ekspedisi saat menempatkan kardus berisi KTP di bak mobil, sehingga menyebabkan kardus tersebut jatuh dalam perjalanan," ucap dia.
Selanjutnya, Zudan menjelaskan semua e-KTP yang tercecer itu sudah rusak atau invalid. Rusak fisik maupun data penginputannya.
" Semua KTP elektronik yang jatuh adalah KTP elektronik rusak baik dari segi fisik maupun datanya," kata dia.
Zudan membantah sejumlah e-KTP yang tercecer tersebut digunakan oleh Warga Negara Asing (WNA). Dia juga menegaskan kabar tersebut bohong belaka.
" Masyarakat diharapkan untuk tidak langsung percaya terhadap pemberitaan yang ada di media sosial," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya