7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Jagad media sosial dibuat heboh dengan viralnya kabar kiriman paket dari China dengan tujuan Yogyakarta. Paket itu disebut-sebut berisi narkoba.
Polisi bergerak cepat dengan menggelar penyelidikan terkait kasus ini pada Senin 17 September 2018. Dua orang saksi telah diperiksa dalam penyelidikan ini.
Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan kasus ini bermula saat barang dikirimkan oleh kurir ke alamat yang tertulis pada paket pada Rabu, 12 September 2018.
Tetapi, penerima merasa tidak pernah memesan barang tersebut yang dibayar tunai ketika sampai atau Cash On Delivery (COD).
" Atas kejadian tersebut, saksi pernah mengirimkan foto paketan ke grup pengajian (WhatsApp). Namun belum pernah meng-upload ke medsos," ujar Dedi, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 19 September 2018.
Menurut Dedi, penerima sempat diminta oleh kurir menyertakan foto KTP untuk pengembalian paket. Tetapi, pihak penerima menolak permintaan tersebut.
Dream - Polisi sempat menemui manajer jasa pengiriman barang tersebut pada Selasa 18 September 2018. Berdasarkan keterangan sang manajer, paket tersebut berasal dari mitra yang biasa memakai jasa pengiriman tersebut.
" Manajer menerangkan paket tersebut masuknya tidak sembarangan karena harus melalui X-ray Bandara Soekarno-Hatta. Sehingga seandainya narkoba, pasti sudah ditahan di sana," kata Dedi.
Menurut Dedi, ada yang mencoba memanfaatkan keadaan. " Men-share gambar paket dengan ditambagi tulisan di bawahnya adalah narkoba," ucap dia.
Barang tersebut kemudian diperiksa di pergudangan paket di Cengkareng, Jakarta Barat di hari yang sama pukul 14.00 WIB. Ini untuk memastikan apakah paket tersebut benar-benar berisi narkoba atau bukan.
" Hasil pengecekan oleh AKBP Agus Waluyo dan tim bahwa kotak paket dimaksud berisi jam tangan," terang Dedi.
(ism, Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?