Makna Hijrah dalam Pandangan Imam Besar Masjid Istiqlal

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 18 September 2018 17:01
Makna Hijrah dalam Pandangan Imam Besar Masjid Istiqlal
Hijrah adalah mengubah cara pandang terhadap nikmat dan musibah.

Dream - Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam untuk meresapi makna hijrah. Caranya dengan mengubah cara pandang terhadap nikmat dan musibah.

Proses hijrah, kata Nasaruddin, perlu dimaknai sebagai pengalaman akhlak. Hal ini diwujudkan dalam tobat, rasa syukur serta keikhlasan.

Ketika seseorang bersyukur atas rezeki, ungkap Nasaruddin, Allah akan menambahnya. Tetapi, kata dia, maksud dari penambahan nikmat bagi orang yang bersyukur bukan dalam bentuk rezeki berlimpah, melainkan kelapangan dada.

" Bisa jadi tahun lalu rezekinya lebih banyak tetapi banyak halangan, tidak menikmatinya. Sebaliknya, tahun ini jumlah rezekinya lebih sedikit akan tetapi karena bersyukur menjadi cukup, manfaat dan berkah sehingga ada perasaan lega, tenang, dan nyaman di hati," ucap Nasaruddin, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa 18 September 2018.

 

1 dari 1 halaman

Tingkatan Kemampuan Bersyukur

Nasaruddin mengatakan kemampuan syukur seseorang memiliki tingkatan tertentu. Tingkatan paling tinggi adalah mampu bersyukur saat menerima apapun, baik nikmat maupun musibah.

Menyinggung perilaku sebagian besar orang, imam besar masjid Istiqlal ini menilai banyak orang haya ingat Allah ketika terkena musibah, namun lupa ketika dapat nikmat.

Nasaruddin Umar© kemenag.go.id

" Idealnya kita mampu menerima semua pemberian Allah dengan rasa syukur," kata dia.

Lebih lanjut, Nasaruddin mengingatkan musibah merupakan cara Allah mencintai hamba-Nya. Lewat musibah pula, Allah hendak meninggikan derajat hamba-Nya.

Beri Komentar