Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Empat Polisi Penyetop Rombongan Presiden Jokowi Diganjar Penghargaan (Pojoksatu.id)
Dream - Tidak semua polisi berani menghentikan rombongan pejabat negara saat melintas. Banyak kasus polisi justru membiarkan pejabat itu melintas meski sebuah ambulans yang sedang mengantar pasien kritis .
Berbeda dengan Ipda Suharto, Aipda Ersan, Bripka Dwi Purnomo dan Briptu Javan Bagas. Empat anggota Satlantas Polresta Surakarta ini berani menyetop rombongan Presiden Joko Widodo demi memprioritaskan ambulans.
Kejadian ini berlangsung pada Sabtu pekan lalu, 15 September 2018. Mereka tidak peduli kendaraan siapa yang dihentikan agar ambulans dapat melaju lebih dulu.
" Keempat polisi tersebut menghentikan iring-iringan rombongan Presiden RI saat melakukan kunjungan kerja di Kota Solo," tulis admin Instagram @divisihumaspolri, diakses pada Selasa 18 September 2018.
Keempat polisi tersebut berusaha memberikan jalan kepada ambulans yang terjebak macet. Ambulans tersebut ternyata dalam kondisi sangat mendesak.
" Dalam ambulans terdapat seorang pasien yang harus mendapatkan perawatan," terang admin.
Atas tindakan berani tersebut, keempat polisi itu diganjar penghargaan dari Kapolresta Surakarta. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung di halaman Mapolresta Surakarta pada Senin, 17 September 2018.
Dikutip dari pojoksatu.id, Ipda Suharto mengatakan pada Sabtu malam, dia mengamankan rute rombongan Jokowi sedang bergerak menuju Paragon Mall lewat Jalan Slamet Riyadi. Kondisi jalanan saat itu macet parah lantaran sedang akhir pekan.
" Saya melihat ada mobil ambulans yang terjebak di jalur lambat depan RS Panti Waluyo bersama puluhan pengendara lain dari barat," kata Suharto.
Suharto mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 19.00 WIB. Dia bersama tiga rekannya rekannya sebenarnya sudah menutup jalan hingga Jokowi lewat.
Tetapi karena kondisi dianggap mendesak, Suharto memutuskan membolehkan ambulans tersebut melintas. Padahal, rombongan Jokowi akan lewat tidak lama lagi.
" Tadinya saya stop juga ambulans, karena rangkaian RI1 (presiden) masih di depan Sunan maka ambulans saya jalankan," kata dia.
Ambulans tersebut membawa pasien dari RSUD Pandan Arang Boyolali menuju RS Kasih Bunda. Setelah ambulans melintas, Suharto bersama tiga rekannya segera menutup kembali arus lalu lintas.
" Gantian, kendaraan di belakang ambulans saya setop, selanjutnya rangkaian RI1 melintas," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya