Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Wakil Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Azyumardi Azra (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an)
Dream - Wakil Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Azyumardi Azra, menyatakan tidak sepakat dengan wacana penyeragaman khotbah Jumat oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat. Dia pun mempertanyakan manfaat dari rencana tersebut.
" Untuk apa? Kementerian Agama kayak nggak punya kerjaan," ujar Azyumardi di gedung MUI, Jakarta, Rabu 22 Januari 2020.
Azyumardi mengatakan Kemenag hanya perlu menggunakan penyuluh untuk mengawasi isi ceramah. Dia menilai cara tersebut jauh lebih efisien.
" Penyuluh agama saja itu yang datang ke masjid, lihat ada khatib atau ustaznya yang keras-keras dikasih dialog. Jadi ditanganinya kasus per kasus saja," ucap dia.
Azyumardi meyakini hanya sebagian kecil saja dai berceramah dengan materi yang keras. " Sebagian besar khatib dan penceramah itu yang baik-baik yang damai-damai," kata dia.
Lebih lanjut, dia menegaskan negara tidak memiliki kapasitas untuk melakukan penyeragaman isi ceramah. Azyumardi menyarankan sebaiknya negara memberikan lokakarya mengenai Islam kebangsaan.
" Panggil semua ustaz, kumpul-kumpul sambil makan-makan, bikin suasana yang enak, diskusi mengenai kebangsaan, hubbul wathan minal iman itu yang harus dilakukan," kata dia.
Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi membantah wacana penyeragaman naskah khotbah Jumat di seluruh wilayah Indonesia. Dia mengatakan, hanya berbicara mengenai model khotbah di Uni Emirat Arab.
" Nggak ada. Saya cerita apa yang ada di negara-negara Arab. Tapi, kita belum pernah mengadakan perubahan apapun," kata Fachrul di laman resmi Kemenag, Rabu, 22 Januari 2020.
Fachrul membagi pengalamannya saat berkunjung ke kawasan Arab agar bisa menjadi tambahan pemahaman dan wawasan bagi jajarannya di Kemenag.
" Udah pasti, udah saya bilang kan, saya cerita apa yang ada di negara Arab, tempat lahirnya nabi-nabi, Rasulullah, apa yang ada di negara Arab lainnya, apa yang ada di Emirat Arab, silakan pahami itu. Nggak pernah saya katakan nanti di Indonesia akan begini," kata dia.
Fachrul mengatakan tidak hanya bercerita mengenai kondisi khotbah di negara-negara di Timur Tengah.
" Saya nggak pernah bilang untuk mengubah kok," kata dia.
Dilaporkan Merdeka.com, wacana penyelarasan teks khotbah oleh pemerintah pertama kali muncul dari Kepala Kantor Kemenag Kota Bandung, Yusuf Umar. Dia menyebut penyeragaman bertujuan agar rambu-rambu yang berpotensi mencederai kehidupan toleransi bisa terjaga.
" Berdasarkan informasi, Abu Dhabi, teks khotbah disiapkan pemerintah. Dalam hal ini di Indonesia mungkin (naskah khotbah) lewat kementerian agama, dalam rangka dakwah ke masyarakat itu menyejukkan dan mendoakan pemerintah menjadi baldatun toyibatun warobbun gofur," ucap dia.
Dia berharap wacana ini bisa mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan masyarakat secara umum. Metode seperti ini diklaim bisa membuat ketentraman bisa lebih mudah dijaga.
Isi dakwah akan disesuaikan dengan kebutuhan atau urgensi di tengah masyarakat. Seperti tema kehidupan bertoleransi sebagai negara menganut Pancasila.
" Temanya disiapkan, Jumat ini apa, Jumat depan apa, sehingga ada rambu-rambunya. Sehingga diharapkan ini tentu saja perlu ada political will dari pemerintah kota. Kalau Bapak wali menghendaki, kami siap untuk mengawal itu," ucap dia.
Dream - Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) Husin Bagis menceritakan aturan azan di Abu Dhabi ke Menteri Agama, Fachrul Razi. Dia menyebut, azan yang berkumandang di masjid-masjid Abu Dhabi memiliki keseragaman.
" Azannya semua dari masjid besar, jadi suara azannya dicari yang paling indah sebenarnya," kata Husin, diakses dari laman Kementerian Agama, Kamis, 12 Desember 2019.
Dia menyebut, azan dari masjid besar itu kemudian dipancarkan melalui radio ke masjid-masjid lain.
Selain azan, aturan ketat juga diberikan untuk khutbah Jumat. Menurut Husin, di Abu Dhabi, ada aturan mengenai durasi khutbah Jumat.
" 15 menit khutbah pertama, 15 menit khutbah kedua. Dan ini teks khutbahnya sudah disiapkan, dan dibacakan seragam di seluruh masjid," kata dia.

(Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) Husin Bagis/Foto: Kemenag)
Husin mengatakan, pengelolaan masjid di Abu Dhabi teratur dan inovatif. Khutbah juga diberikan pilihan bahasa, selain bahasa Arab.
Seperti yang diketahui, UEA menghibahkan pembangunan Islamic Center di Surakarta, Jawa Tengah. Masjid itu konon bisa menampung sebesar 7.000 jemaah.
Menanggapi rencana pembangunan itu, Fachrul berharap Indonesia dapat membangun Islamic Center di Abu Dubai.
" Ini sebuah keuntungan untuk kita. Nanti kita buatlah Islamic Center di sana, sehingga masyarakat muslim khususnya yang di Pulau Jawa bisa belajar di sana," ujar Fachrul.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam