5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Dream - Muslim di Inggris akan berpuasa selama 19 jam selama bulan suci Ramadan tahun ini. Itu akan menjadi yang paling sulit dalam beberapa tahun belakangan, karena Ramadan tahun ini jatuh selama musim panas.
Dengan demikian, muslim di sana hanya akan memiliki waktu lima jam antara buka puasa hingga sahur.
Dikutip Alarabiya News Channel, Senin 23 Juni 2014, Dewan Fatwa dan Riset Eropa sedang mempelajari beberapa masalah terkait puasa di beberapa negara Eropa barat di mana siang hari berlangsung agak panjang. Di negara-negara tersebut matahari tidak tenggelam hingga pukul 23.00.
Sementara itu Masjid Pusat London, Inggris telah menerbitkan kalender Ramadan. Dalam kalender tersebut salat subuh pada hari pertama Ramadan dimulai jam 2.48 pagi, sementara waktu Maghrib dan buka puasa dimulai jam 21.25 serta Isya dimulai jam 23.03.
Masjid Pusat London biasanya mengikuti Arab Saudi dalam mengumumkan hari pertama Ramadan dan hari pertama Idul Fitri.
Sheikh Hassan Halawa, sekretaris jenderal Dewan Fatwa Eropa, mengatakan ia akan mengunjungi Swedia dan beberapa wilayah Eropa lainnya untuk melihat waktu salat dan menjawab beberapa pertanyaan tentang Ramadan.
Ditambahkannya, muslim Inggris harus tetap berpuasa meski waktu siang harinya lebih panjang. Masalahnya, banyak saudara muslim di negara lain sulit untuk berpuasa di bawah cuaca panas.
Halawa mengatakan bahkan di beberapa negara Eropa lainnya, waktu puasanya lebih panjang daripada di Inggris. Contohnya di ibu kota Swedia, Stockholm di mana waktu shalat subuh baru dimulai jam 1.50 dini hari dan waktu Maghrib jam 22.00. Artinya, muslim di Swedia harus berpuasa lebih dari 20 jam.
Menurut statistik resmi terbaru, jumlah muslim di Inggris telah melampaui lebih dari 2,5 juta. Namun angka tersebut diperkirakan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
