Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: The Herald Korea)
Dream - Seorang wanita Indonesia menjadi korban kekerasan dari penjaga sebuah klub di Korea Selatan. Penyebabnya diduga hanya karena wanita tersebut berkewarganegaraan Indonesia.
Insiden pemukulan itu menyedot perhatian pengguna media sosial sepanjang akhir pekan lalu. Korban tersebut diketahui bernama Jessica Setia, pelajar Indonesia yang sedang melanjutkan pendidikan di Korsel.
Gadis berusia 21 tahun telah tinggal di Korea selama dua tahun. Ia mengalami luka sedalam 0,5 cm di bibirnya dan memar di dagunya akibat perkelahian dengan penjaga klub di Busan sekitar Jumat malam waktu setempat.
Dalam laporan The Star, Setia mengatakan pemukulnya, yang merupakan seorang pria, bertindak kasar dan rasis kepadanya tanpa alasan yang jelas. Si penjaga memperlakukan Setia secara diskriminatif.
"Mereka membiarkan teman-temanku yang berkewarganegaraan Korea masuk dengan mudah. Tapi ketika saya dan teman Indonesia datang, dia mempersulit," ungkap Setia dalam wawancara kepada The Herald Korea.
© Dream
Ketika dia melihat temannya, orang Indonesia lain yang hanya memberinya nama depan Gabrielle, didorong oleh penjaga pintu dan melempar kartu identitasnya ke trotoar.
Pertarungan pun terjadi dan mulutnya dipukul oleh petugas itu sampai beberapa kali. Hingga membuat bibirnya robek dan berdarah. Dia dibawa ke rumah sakit dan diberi delapan jahitan.
"Saya terbiasa dengan orang-orang yang memandang rendah orang Indonesia. Saya pikir dia tidak menyukai orang asing sehingga dia mungkin bersikap kasar kepada kami terutama karena kami bukan bule kulit putih. Ketika kita kesal dan menunjukkan kekesalan kepadanya, saya pikir itu membuatnya marah," imbuh Gabrielle.
Klub tersebut akhirnya angkat bicara dan menegaskan jika tidak ada diskriminasi berdasarkan etnis atau gender malam itu. Mereka juga menyatakan penyesalan atas kritik sepihak itu.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
