Dream - Seorang wanita berusia 23 tahun dirampok dan diperkosa di jembatan penyeberangan orang dekat ruko Pondok Indah, Jalan Raya Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu sore 21 November 2015.
" Kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB. Pelaku satu orang itu merampas uang dan ponsel milik korban. Kemudian memojokkan korban dan memperkosanya di atas jembatan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal, hari ini.
Dari keterangan korban, peristiwa itu terjadi saat ia pulang dari Balai diklat PU dan korban harus menyeberang melalui JPO tersebut. Saat berjalan, korban seorang diri dan di atas JPO juga sepi, tidak ada orang. Tapi dari arah berlawanan ada seorang laki-laki berjalan.
Saat berpapasan dengan korban, pelaku yang berperawakan tinggi, kurus dan berulit hitam itu langsung menarik jaket korban, lalu memojokkannya.
Pelaku langsung meminta uang dan ponsel. Setelah itu, korban langsung diperkosa di lokasi yang terbilang cukup sepi tersebut. " Setelah itu, pelaku meninggalkan korban begitu saja di JPO," kata Iqbal.
Korban kehilangan uang tunai Rp200 ribu dan sebuah ponsel iPhone 5. Setelah itu, korban diantarkan warga ke Polres Jakarta Selatan untuk melaporkan kasusnya. Kini, kasus perampokan disertai pemerkosaan tersebut ditangan oleh Polres Jakarta Selatan.
© Dream
Dream - Seorang gadis India berusia 13 tahun asal kota Khair, Uttar Pradesh diduga membunuh anak laki-laki dari seorang pria yang pernah memperkosanya.
Am, 5 tahun, dipancing pada malam hari oleh gadis itu ke sebuah lahan kosong sebelum dipenggal kepalanya.
Setelah membunuh Am, gadis yang tak disebutkan identitasnya ini memasukkan jasad bocah malang itu ke dalam kantong plastik dan membakarnya.
Pembunuhan mengerikan ini diketahui ketika seekor anjing menyeret keluar bagian tubuh Am yang setengah terbakar, yang ditemukan terkubur di bawah tumpukan batu bata.
Gadis itu mengaku dendam setelah menjadi korban perkosaan ayah korban yang bernama Rinku pada awal bulan ini.
Menurut pernyataan gadis itu, Rinku telah memperkosanya pada hari Minggu setelah memberikan cairan pemutih yang aromanya biasa dihirup untuk mabuk.
Kepolisian setempat telah mencatat kasus pembunuhan dan perkosaan tersebut. Polisi OP Singh mengatakan pelaku memiliki riwayat kecanduan narkoba dan sering berkelahi karena masalah kecil.
" Ibunya sedang sakit dan ayahnya bekerja sebagai buruh. Dia berasal dari keluarga yang sangat miskin dan tidak ada disiplin dari keluarganya," kata Singh.
Akibat pembunuhan sadis yang dilakukannya, gadis itu telah dikirim ke penjara remaja Ghaziabad dan Rinku didakwa kasus pemerkosaan.
(Ism, Sumber: The Times Of India)
© Dream
Dream - Seorang wanita mengungkapkan bagaimana hidupnya hancur setelah diperkosa oleh calon pengantin pria yang menikah dengan sahabatnya.
" Sahabatku menikah dengan pria yang memperkosa aku hingga hidupku hancur" , kata korban yang sebenarnya akan menjadi pengiring pengantin pada pernikahan sahabatnya yang bernama April.
Pengantin pria bernama Daniel Howard, 29, memperkosa korban pada Februari tahun lalu di rumahnya di Darlington, County Durham.
Korban mengatakan malam itu Howard keluar dari kamar tempat dia tidur bersama April dan menuju kamarnya untuk memperkosanya. Korban menginap di rumah Howard karena diajak April.
Korban yang ketakutan adalah seorang wanita profesional berusia 26 tahun. Dia mencoba menelepon pacarnya setelah kejadian itu pada pagi harinya, tapi teleponnya tidak aktif.
Korban kemudian pergi ke rumah sakit terdekat sendirian. Melihat keadaan korban, perawat langsung menghubungi polisi.
Korban akhirnya bisa menghubungi pacarnya yang sangat syok saat mendengar kejadian memilukan yang dialaminya.
Merasa tidak mampu menghadapi kenyataan tersebut, pacar korban memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
" Dia merasa ikut bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi kepadaku. Dia memang mematikan ponselnya malam itu. Dia tidak pernah bisa memaafkan dirinya. Dia selalu khawatir setiap aku pergi ke suatu tempat. Semua ini menjadi beban bagi kami," kata korban dalam persidangan.
Howard membantah semua tuduhan saat menjalani sidang di pengadilan tinggi Teeside, Inggris.
Howard mengarang cerita yang menurut pengadilan menggelikan, tidak punya perasaan dan menghina. Dia menyangkal bagaimana spermanya bisa menempel di celana dalam korban.
Dalam pengakuannya, Howard mengklaim korban menemukan alat bantu seks yang ia gunakan seminggu sebelumnya, yang tersembunyi di laci kamar tempat korban tidur.
Howard kemudian menuduh korban sengaja menggunakan itu agar dipakai sebagai bukti dan korban memang cemburu atas pernikahannya.
Namun pengakuan mengada-ada Howard ditolak oleh juri di pengadilan tinggi Teesside, yang hanya butuh waktu 90 menit untuk menghukumnya.
Akibat perbuatannya Howard dijatuhi hukuman penjara selama tujuh tahun oleh pengadilan tinggi Teeside, Inggris.
Sementara itu April memilih menyangkal semua tuduhan kepada Howard dan tetap menggelar pernikahan yang dilakukan tiga minggu sebelum suaminya itu disidang.
" Aku benar-benar marah dan sedih persahabatanku dengan April hancur. Dia adalah sahabatku di kampus. Aku benar-benar tidak menyangka dia tidak percaya kepadaku. Aku tidak percaya April menjadi saksi untuk melawanku," kata korban.
(Sumber: Mirror.co.uk)
© Dream
Dream - Seorang wanita Iran, Reyhaneh Jabbari, tak menyangka bahwa hidupnya harus berakhir di tiang gantungan. Oleh pengadilan Iran, Reyhaneh dijatuhi hukuman mati karena membunuh mantan anggota intelijen Iran Morteza Abdolali Sarbandi yang hendak memperkosanya pada 2007.
Dalam pesan suara yang direkam pada April lalu, yang dirilis kelompok oposisi Iran NCRI, wanita 26 tahun itu mengucapkan wasiat terakhir kepada ibunya, Sholeh Pakravan.
" Sholeh sayang, jangan menangis soal putusan pengadilan ini," kata Reyhaneh dengan suara lirih. " Dari lubuk hati terdalam, Ibu jangan bersedih. Aku tidak ingin menyusahkan Ibu. Relakanlah semua ini."
Dalam wasiat tersebut, Reyhaneh berpesan kepada Sholeh untuk mendonorkan semua organ tubuh dan segala yang bisa didonorkan kepada orang yang membutuhkan. Reyhaneh juga menceritakan bagaimana ia merasa diperlakukan tidak adil oleh pengadilan.
Dalam pembelaan di pengadilan, Reyhaneh mengatakan ada orang lain saat kejadian, dan menurutnya, dialah yang bertanggung jawab atas tewasnya Sarbandi. Namun kabarnya keterangan Reyhaneh tersebut tidak berpengaruh terhadap eksekusi dirinya.
" Pembunuh sebenarnya tak mungkin pernah ditemukan karena mereka kaya dan punya kekuasaan," pesan Reyhaneh dalam wasiatnya.
Eksekusi gantung terhadap Reyhaneh tetap dilaksanakan pada Sabtu, 25 Oktober kemarin meskipun menuai kecaman dunia internasional yang meminta Iran untuk melepasnya.
Reyhaneh mengakhiri wasiatnya dengan berkata, " Aku ingin memeluk Ibu hingga ajal menjemputku. Aku cinta Ibu." Sholeh hanya diberi waktu satu jam untuk melakukan pertemuan terakhir dengan puterinya sebelum menuju tiang gantungan.
Advertisement