Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Masyarakat Muslim Indonesia terikat kewajiban pada negara dan agama. Mereka harus membayar pajak sebagai warga negara, sekaligus zakat sebagai umat Islam.
Dua kewajiban ini tentu membutuhkan dana cukup besar. Padahal, pendapatan mereka berkurang banyak jika harus memenuhi dua kewajiban tersebut sekaligus.
Kini, umat Islam tidak perlu lagi khawatir. Sebab, Ditjen Pajak telah mengeluarkan ketentuan resmi yang menyatakan zakat dapat mengurangi kewajiban Pajak Penghasilan (PPh)
Hal ini dibenarkan oleh pengawas pajak yang juga membidangi Dompet Dhuafa, Andriana. Menurut dia, ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-11/PJ/2018.
" Diwajibkan untuk membayar zakat sebesar 2,5 persen dan peraturan ini sudah disahkan oleh negara tanggal 23 April 2018,” ujar Andriana di Jakarta, Rabu 5 Desember 2018.
Andriana menjelaskan, bila perusahaan sudah membayar zakat karyawan, perusahaan harus melampirkan dokumen pembayaran tersebut pada bukti pajak sebelum tanggal 31 Maret.
Sedangkan karyawan yang membayar pajak melalui ATM, wajib melampirkan bukti pembayaran. Hal ini sesuai Peraturan DJP Nomor PER-6/PJ/2011.
Laporan: Mega Rasmiyati
Advertisement

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pekerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah

Benarkah Setiap Kopi Hitam Memiliki Kandungan Kafein Berbeda-beda? Ini Alasannya

Suku Vandal dari Eropa dan Asal-Usul Kata “Vandalisme” untuk Mengartikan Kekerasan

Lebih Baik Menggunakan Pakaian Longgar atau Ketat Saat Berolahraga?

Cara Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Manja dan Menyebalkan

Cara Menghindari Kelelahan Mengambil Keputusan yang Kita Lakukan

Fakta di Balik Kemampuan Orang Bajo Melihat Lebih Jelas saat Berada di Bawah Air