5 Difabel Inspirasi Dunia

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 28 Juli 2016 22:25
5 Difabel Inspirasi Dunia
Disabilitas tak menjadi penghalang untuk berprestasi. Dengan tubuh tak sempurna manusia masih bisa berdaya, mengukir sejarah, mengharumkan nama bangsa.

Dream - Disabilitas tak menjadi penghalang untuk berprestasi. Dengan tubuh tak sempurna manusia masih bisa berdaya, mengukir sejarah, mengharumkan nama bangsa.

Simaklah kiash para atlet difabel di halaman berikut ini. Mereka adalah sosok-sosok inspiratif. Tak menyerah dengan kondisi fisik yang tak sempurna.

Mereka tak mengeluh. Terus berlatih, mengasah kemampuan. Dan semua cucuran keringat itu terbayar. Prestasi kelas dunia sukses mereka toreh. Membawa negara ke tempat terhormat.

Berikut lima atlet difabel –mereka hanya sebagian dari sekian banyak atlet difabel–berprestasi dunia:

1 dari 5 halaman

Separuh Badan, Juara Renang

Pada tahun 2000, Qian Hongyang harus menerima kenyataan pahit. Kedua kaki perempuan asal Yunan, Chinam ini harus diamputasi hingga pangkal paha akibat kecelakaan hebat. Sejak itu, kedua tangannya menjadi tumpuan untuk berjalan.

Pada tahun 2005, Hongyang mulai menggunakan bola basket untuk membungkus bagian tubuh bagian bawah. Sehingga, sejak itu dia dijuluki sebagai “Gadis Bola Basket”.

Semula, masyarakat di memang tak banyak yang peduli dengan orang-orang disabel seperti Hongyang. Namun, setelah foto Hongyang yang mengenakan bola basket tersebar, masyarakat di Negeri Tirai Bambu itu mulai bersimpati. Dari bukan siapa-siapa, Hingyang berubah menjadi inspirasi.

Berkat foto itu, Hongyang mendapat bantuan kaki palsu. Selain itu, juga diberi beasiswa untuk menyelesaikan wajib belajar di sekolah negeri.

Hongyang kembali menggemparkan publik China pada 2009. Kali ini, dia muncul sebagai juara pada kompetisi renang paralimpik tingkat nasional di China. Nama Hongyang semakin harum hingga ke negeri manca.

Laman berita Inggris, Daily Mail, pada 2015 bahkan menurunkan kisah Hongyang secara khusus. Sebab, dia kembali menorehkan prestasi cemerlang, meraih medali emas di cabang renang gaya dada dalam kejuaran paralimpik Provinsi Yunnan yang digelar September 2014.

2 dari 5 halaman

Si Lumpuh Juara Basket

Hidup Alana Nichols seolah berakhir di usia 17. Backflip (gerakan memutar) saat berseluncur di salju mengubah jalan dalam hidupnya.

Gerakan ataraktif berbahaya tersebut diakhiri pendaratan gagal. Punggung perempuan cantik itu mendarat di sebuah batu besar. Nyawanya terancam.

Usai mendarat, dia memang masih berusaha menyelesaikan kompetisi, meski terhuyung. Belakangan setelah diperiksa, bagian pinggul ke bawah perempuan itu mengalami lumpuh.

Menurut laman Bleacher Report, setelah menderita kelumpuhan, perempuan yang kini berusia 30 tahun itu, fokus menjadi atlet bola basket. Meski cacat, Nichols yang berkursi roda ternyata bertambah lincah memainkan olahraga populer di Amerika Serikat itu.

Kemampuan mengolah bola membawa Nichols ke dalam timnas bola basket Amerika Serikat di ajang Paralimpik -ajang olahraga khusus untuk kaum disabilitas- yang digelar di Beijing 2008. Dia membawa timnas bola basket Amerika Serikat mendapatkan medali emas.

Kemampuan Nichols di cabang olah raga lain juga terus diasah. Dia tercatat juga sebagai atlet ski salju. Namanya bersanding dengan Laurie Stephens, jawara di ajang olah raga salju North American Cup, Super G.

Selain olahraga ski dan basket, Nichols juga tercatat empat kali beruntun memenangi ajang lomba balap kursi roda di ajang Kejuaraan Paralimpik 2010 di Vancouver, Kanada. Dia meraih juara di cabang balap kursi roda downhill dan giant slalom.

3 dari 5 halaman

Pemain Tanpa Kaki Bintang American Football

Jika Anda melihat foto di atas, itu bukan hasil editan. Pria separuh badan itu memanglah pemain rugby alias american football. Dialah Bobby Martin. Meski tubuhnya “hanya separuh”, dia menjadi atlet jempolan dalam olah raga keras tersebut.

Bobby memang sudah tak punya kaki sejak lahir. Dia menderita Caudal Regression Syndrome atau penyakit yang membuat tubuh bawahnya berakhir hingga pada tulang rongga pinggul saja.

Meskipun menderita penyakit langka itu, pemuda kelahiran 3 November 1987 ini tak patah arang. Dia terus berjuang untuk membuktikan diri. Sejak usia dua tahun dia belajar berjalan menggunakan kedua tangan.

Beranjak dewasa, Bobby banyak menghabiskan waktu di pusat kebugaran. Hingga kedua tangannya mampu mengangkat barbel seberat 49,8 kilogram. “Lenganku seperti kakiku, keduanya sangat kuat,” kata Bobby.

Berkat kemampuan dan daya tahan tubuh yang prima, dia didaulat sebagai pemain bertahan di tim rugby Sekolah Menengah Atas Colonel White High School Ohio.

Sebagai pemain bertahan tim rugby, dia memanfaatkan tubuh pendeknya untuk menjegal lawan.

“Untuk menekel, kamu butuh tubuh yang lebih rendah. Jika kalian punya tubuh yang lebih tinggi, bagaimana mungkin kalian dapat menekelku,” ucap dia bercanda.

Tapi tak mudah bagi Bobby. Dia pernah diusir oleh wasit karena dinilai melanggar aturan karena tak memakai bantalan paha, bantalan lutut, dan juga sepatu. Maklum, Bobby tak punya kaki.

Sebagai pemain rugby, dia memiliki mimpi. Berharap dapat bermain di liga rugby Amerika Serikat atau National Football League (NFL). Pria yang sehari-hari berkeliling menggunakan skateboard itu memberi inspirasi bagi masyarakat di sekitarnya.

4 dari 5 halaman

Perenang Tanpa Kaki

Long terlahir sebagai penderita fibular hemimelia. Penyakit itu membuat salah satu kakinya tumbuh lebih pendek. Akibatnya, pada usia 18 bulan, kaki itu harus diamputasi. Setelah itu, dia belajar berjalan menggunakan prostheses atau kaki palsu.

Tak hanya belajar jalan. Long juga bekerja keras, berlatih renang. Pada usia 12 tahun, Long mulai aktif ikut berbagai kejuaraan renang Paralimpik. Di ajang Paralimpik Dunia di Athena, Yunani, tahun 2004, dia masuk sebagai anggota termuda tim renang Amerika Serikat.

Di ajang bergengsi tersebut, dia berhasil meraih tiga medali emas di cabang renang gaya bebas 100 meter, renang gaya bebas 400 meter, dan renang gaya bebas berregu 4x100 meter.

Raihan cemerlang itu baru permulaan. Perempuan berwajah manis itu terus menorehkan prestasi cemerlang. Pada 2006, dia berhasil memecahkan 18 rekor dunia, berhasil mengalungkan sembilan medali emas di sembilan ajang Kejuaraan Internasional Renang Dunia di Amerika Selatan.

Pada Kejuaraan Renang Paralimpik Internasional 2008 di China, dia berhasil mendapatkan empat medali emas. Yang terbaru, saat lomba renang di London 2012, dia berhasil meraih lima medali emas, dua medali perak dan sebuah perunggu. Torehan prestasi ini membawa namanya sebagai Atlet Paralimpik Perempuan 2012 Amerika Serikat.

Laman Bleacher Report mencatat, setidaknya 17 medali emas telah dia torehkan di ajang kompetisi renang.

5 dari 5 halaman

Natalia si Juara Tenis Meja

Lahir tanpa lengan kanan, Natalia Partyka telah memenangi medali emas di kejuaraan tenis meja internasional dalam ajang Kejuaraan Dunia Paralimpik. Kala itu, usianya baru 10.

Meski tak memiliki tangan kanan, Natalia mampu melakukan servis dengan cara menaruh bolanya pada lipatan sikunya. Cara servis tersebut tak menghalanginya untuk tarung melawan atlet-atlet normal.

Dia telah memenangi 30 medali selama kiprahnya di ajang tenis meja. Separuh dari medali yang dia peroleh adalah medali emas.

Selama empat tahun terakhir, dia mampu menaklukan favorit juara tenis meja dari China. Dia bahkan membawa tim tenis meja Polandia meraih medali perak di ajang dunia tenis meja.

Natalia kini berada di peringkat 68 dunia untuk tenis meja. Dia pernah menduduki peringkat tertinggi, yaitu ke 48. Prestasi gemilang itu membuat dia mendapat penghargaan tertinggi dari Polandia, " Order if Rebirth of Poland" . Dia dianggap punya kontribusi besar di dunia olah raga Polandia.

“Untukku, (disabilitas) itu tak ada. Aku bermain dalam garis yang sama dengan yang lain. Aku selalu berlatih. Kita semua memiliki tujuan dan mimpi yang sama dan aku dapat bermain seperti yang lain. Aku tetap dapat melakukan servis dan tidak ada masalah,” kata dia.

Beri Komentar
Detik-Detik Jokowi Umumkan Kabinet Indonesia Maju