Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hanan Al Hroub, Guru Palestina Peraih Penghargaan Global Prize (independent.co.uk)
Dream - Seorang wanita Palestina, Hanan Al Hroub meraih penghargaan Global Prize dan uang tunai sebesar US$ 1 juta dolar, setara Rp13 miliar. Dia dinilai berjasa mengajarkan prinsip tanpa kekerasan kepada generasi muda Palestina.
Pengumuman itu disampaikan sendiri oleh Paus Fransiskus melalui fasilitas video conference pada malam penganugerahan Global Prize 2016 di Ramallah pada Minggu. Pada kesempatan yang sama, Pangeran Inggris, William juga turut mengucapkan selamat kepada Al Hroub.
" Saya begitu takjub dan masih tidak percaya Paus menyebut nama saya," kata Al Hroub kepada Associated Press.
" Untuk orang Arab, guru Palestina sedang berbicara kepada dunia saat ini dan untuk mencapai puncak tertinggi dalam pengajaran dapat menjadi contoh bagi para guru di seluruh dunia," ucap dia.
Dalam pidatonya, Al Hroub mengulang mantra non-kekerasannya dan berbicara tentang pentingnya membangun dialog.
" Saya bangga menjadi guru wanita Palestina yang berdiri di panggung ini," kata Al Hroub.
Dia berjanji akan menggunakan uang penghargaan tersebut untuk beasiswa bagi para mahasiswa. Ini untuk mendorong agar mereka mau menjadi guru.
Para pendukung, warga Palestina, berkumpul dan mengibarkan bendera kebanggan mereka dan berteriak, " Dengan jiwa kami, darah kami, kami berkorban untukmu, Palestina."
Al Hroub tumbuh di kamp pengungsian warga Palestina di Bethlehem. Dia memutuskan mengajar setelah anak-anaknya melihat penembakan saat pulang sekolah, yang membuat dia berpikir bagaimana para guru dapat membantu anak-anak yang mengalami trauma.
Dia mengajar anak-anak mengenai non-kekerasan dan telah menulis buku berjudul 'We Play and Learn' (Kami Bermain dan Belajar), yang memusatkan perhatian pada pentinganya bermain, kepercayaan, rasa hormat, kejujuran, dan melek huruf.
Al Hroub meraih penghargaan di tengah tingginya tensi ketegangan antara Palestina dan Israel, yang dalam beberapa bulan kekerasan terjadi dan menewaskan 179 warga Palestina dan 28 warga Israel serta dua warga Amerika Serikat. Kedua belah pihak mengklaim telah diserang.
Al Hroub merupakan satu dari 10 finalis yang diundang ke Dubai untuk mengikuti perayaan. Finalis lain berasal dari Australian, Finlandia, India, Jepang, Kenya, Pakistan, Inggris, dan AS.
Sumber: independent.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya