Wanita Palestina Jadi Guru Terbaik Dunia

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 17 Maret 2016 14:44
Wanita Palestina Jadi Guru Terbaik Dunia
Hanan Al Hroub tumbuh di lingkungan kamp pengungsian di Bethlehem. Dia mengajarkan pentingnya membangun dialog kepada anak-anak pengungsi.

Dream - Seorang wanita Palestina, Hanan Al Hroub meraih penghargaan Global Prize dan uang tunai sebesar US$ 1 juta dolar, setara Rp13 miliar. Dia dinilai berjasa mengajarkan prinsip tanpa kekerasan kepada generasi muda Palestina.

Pengumuman itu disampaikan sendiri oleh Paus Fransiskus melalui fasilitas video conference pada malam penganugerahan Global Prize 2016 di Ramallah pada Minggu. Pada kesempatan yang sama, Pangeran Inggris, William juga turut mengucapkan selamat kepada Al Hroub.

" Saya begitu takjub dan masih tidak percaya Paus menyebut nama saya," kata Al Hroub kepada Associated Press.

" Untuk orang Arab, guru Palestina sedang berbicara kepada dunia saat ini dan untuk mencapai puncak tertinggi dalam pengajaran dapat menjadi contoh bagi para guru di seluruh dunia," ucap dia.

Dalam pidatonya, Al Hroub mengulang mantra non-kekerasannya dan berbicara tentang pentingnya membangun dialog.

" Saya bangga menjadi guru wanita Palestina yang berdiri di panggung ini," kata Al Hroub.

Dia berjanji akan menggunakan uang penghargaan tersebut untuk beasiswa bagi para mahasiswa. Ini untuk mendorong agar mereka mau menjadi guru.

Para pendukung, warga Palestina, berkumpul dan mengibarkan bendera kebanggan mereka dan berteriak, " Dengan jiwa kami, darah kami, kami berkorban untukmu, Palestina."

Al Hroub tumbuh di kamp pengungsian warga Palestina di Bethlehem. Dia memutuskan mengajar setelah anak-anaknya melihat penembakan saat pulang sekolah, yang membuat dia berpikir bagaimana para guru dapat membantu anak-anak yang mengalami trauma.

Dia mengajar anak-anak mengenai non-kekerasan dan telah menulis buku berjudul 'We Play and Learn' (Kami Bermain dan Belajar), yang memusatkan perhatian pada pentinganya bermain, kepercayaan, rasa hormat, kejujuran, dan melek huruf.

Al Hroub meraih penghargaan di tengah tingginya tensi ketegangan antara Palestina dan Israel, yang dalam beberapa bulan kekerasan terjadi dan menewaskan 179 warga Palestina dan 28 warga Israel serta dua warga Amerika Serikat. Kedua belah pihak mengklaim telah diserang.

Al Hroub merupakan satu dari 10 finalis yang diundang ke Dubai untuk mengikuti perayaan. Finalis lain berasal dari Australian, Finlandia, India, Jepang, Kenya, Pakistan, Inggris, dan AS.

Sumber: independent.co.uk

Beri Komentar