Perbanyak Syahadat di Bulan Sya'ban, Jadi Penggugur Dosa

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 19 April 2018 08:00
Perbanyak Syahadat di Bulan Sya'ban, Jadi Penggugur Dosa
Iman tidak selamanya teguh, ada pasang surutnya.

Dream - Sya'ban merupakan bulan yang mengandung keberkahan. Sudah sewajarnya bila Muslim meraih keberkahan tersebut dengan banyak menjalankan amalan sunah.

Amalan tersebut bisa dengan banyak membaca Alquran maupun bersedekah. Bisa pula dengan memperbanyak zikir dengan lafal syahadat, laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah.

Sayyid Muhammad Alwi dalam kitabnya Ma Dza fi Sya'ban menerangkan kalimat tersebut merupakan zikir utama yang diperintahkan Allah. Muslim sangat dianjurkan mengucapkan lafal zikir ini melalui lisan maupun dalam hati.

Dalam riwayat Thabarani, dari Ibnu Mardawih dan Ad Dailami, dari Jabir bin 'Amr, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,

" Paling utamanya zikir adalah laa ilaaha illallah dan paling utamanya doa adalah istighfar."

Syahadat sendiri memiliki banyak keutamaan. Beberapa di antaranya yaitu sebagai benteng keimanan seorang Muslim.

Iman tidak selamanya teguh, ada pasang surutnya. Untuk menjaga agar iman tetap kuat, Rasulullah mengajarkan kita agar selalu membaca kalimat ini. Seperti dalam riwayat Ahmad dan Thabarani dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda,

" 'Perbaharui iman kalian!' Nabi SAW ditanya, 'Bagaimana cara kami memperbaharui iman kami?' Nabi SAW menjawab, 'Perbanyaklah membaca laa ilaaha illallah'."

Selain itu, kalimat syahadat merupakan kebaikan paling utama. Dasarnya, sabda Rasulullah SAW diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dari Abu Zar.

" Saya bertanya, 'Wahai Rasulullah, ajari saya ilmu yang mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.' Nabi SAW menjawab, 'Jika kamu berbuat dosa maka lakukan kebaikan karena satu kebaikan bernilai sepuluh kebaikan.' Saya bertanya lagi, 'Wahai Rasulluh, apakah kalimat laa ilaaha illallah bagian dari kebaikan?' Nabi SAW menjawab, 'Kalimat itu adalah kebaikan yang paling utama'."

Selengkapnya...

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup