Bahaya Dosa Diselimuti Kesombongan

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 5 September 2018 20:03
Bahaya Dosa Diselimuti Kesombongan
Dosa yang dibarengi kesombongan merupakan sifat iblis.

Dream - Manusia tidak pernah lepas dari kesalahan dan dosa. Manusia juga diharuskan untuk bertobat agar dosa-dosa yang telah terjadi dapat diampuni Allah SWT.

Apalagi jika dosa tersebut adalah syirik. Dosa ini sulit diampuni dan pelaku harus menjalankan tobat khusus.

Namun demikian, pengampunan adalah hak Allah SWT. Tidak ada yang bisa memastikan dosa kita diampuni Allah atau tidak.

Dikutip dari NU Online, Muhammad bin Khuzaimah dalam At Tauhid wa Itsbati Shifatir Rabb memberikan penjelasan berikut.

" Allah azza wa jalla terkadang berkenan mengampuni segala macam maksiat yang dilakukan oleh orang Muslim, selain syirik, meskipun orang tidak pernah bertobat dari dosanya. Oleh karena itu, Allah mengajari kita dalam Alquran 'Dan mengampuni selain dosa itu (syirik) kepada siapa pun yang dikehendaki (Allah)'."

 

1 dari 1 halaman

Terancam Tak Diampuni Allah

Sofyan Ats Tsauri, dikutip Syihabuddin Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nashaihul Ibad, menyebutkan meski syirik terdapat potensi diampuni Allah, masih ada satu syarat lagi. Si pelaku dosa besar ini tidak boleh memiliki hati yang sombong.

Artinya, jika dosa dilakukan sebatas mengikuti hawa nafsu masih terdapat harapan diampuni. Tetapi, jika pelaku dosa besar itu bersombong atas maksiatnya, maka tertutup harapan untuk diampuni Allah SWT.

Dosa disertai kesombongan merupakan perbuatan iblis. Seperti ketika iblis ingkar pada perintah Allah untuk bersujud kepada Adam AS.

" Dari Sufyan Ats Tsauri RA, 'Setiap maksiat yang dilakukan dari unsur syahwat atau keinginan, pengampunan dari Allah layak diharapkan. Setiap maksiat yang timbul dari kesombongan, tidak bisa diharapkan ampunannya dari Allah. Karena maksiat iblis, bertumpu atas dasar kesombongan, dan kesalahan Adam pondasinya adalah mengikuti keinginan saja'."

Selengkapnya...

(ism)

Beri Komentar