Dream - Mengangkat anak sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia. Alasannya bisa karena tidak punya anak atau karena ingin membantu anak-anak terlantar maupun kurang mampu.
Setiap orangtua memang memiliki kewajiban melaksanakan aqiqah bagi setiap anak kandung. Aqiqah dianjurkan dilaksanakan tujuh hari usai anak terlahir ke dunia.
Tetapi, bagaimana dengan aqiqah untuk anak angkat?
Dikutip dari laman konsultasi syariah, kewajiban aqiqah dibebankan kepada pihak yang menafkahi anak-anak. Sehingga aqiqah dijalankan menggunakan harta pemberi nafkah.
Sementara untuk anak angkat, orangtua yang bersangkutan sama dengan mengaqiqahi anak orang lain. Terkait hal ini, aqiqah dapat dilaksanakan oleh orangtua angkat asalkan mendapat izin dari orangtua kandung si anak.
Hal ini berdasarkan penjelasan Syabakah Islamiyah.
" Tidak masalah bagi Anda maupun bagi ayahnya, ketika Anda menyediakan dana untuk aqiqah, selama pada waktu Anda mengaqiqahi anaknya, ada izin dari orangtuanya. Ini seperti utang yang digugurkan orang lain atas namanya."
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama