Pemberi Utang Sudah Meninggal, Bagaimana Melunasinya?

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 24 November 2017 14:02
Pemberi Utang Sudah Meninggal, Bagaimana Melunasinya?
Meski sudah meninggal, utang itu harus dibayar.

Dream - Utang merupakan perkara yang sangat penting. Penagihannya tetap berjalan meski si pemilik utang sudah meninggal.

Perkara ini bahkan mendapat perhatian khusus dari Rasulullah Muhammad SAW. Dalam suatu hadis disebutkan, Rasulullah tidak mau menyolati jenazah yang masih punya utang sampai dilunasi.

Riwayat ini mengisyaratkan pelunasan utang merupakan kewajiban. Seorang Muslim yang berutang harus berusaha sekeras mungkin untuk bisa melunasi utangnya pada orang lain.

Tetapi ada kasus yang terjadi di masyarakat, pengutang kebingungan melunasi utangnya karena si pemberi utang telah meninggal. Terkait masalah ini, bagaimana cara melunasinya?

Dikutip dari laman Islami.co, KH Sahal Mahfudz dalam bukunya Dialog Problematika Umat, memiliki pendapat, si pengutang (madin) harus melunasi utangnya. Jika sekiranya tidak mampu, madin dianjurkan memohon kerelaan dari si pemberi utang (dain).

Kiai Sahal mendasarkan pendapatnya pada hadis muttafaq 'alaihi.

Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar utang.

Jika dain ternyata sudah meninggal, maka madin wajib melunasi utangnya kepada pihak ahli warisnya. Madin punya kewajiban untuk mencari ahli waris dari dain.

Apabila ahli waris tidak dapat ditemukan, misalnya karena tidak diketahui keberadaanya, Kiai Sahal merujuk ketentuan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin.

Dalam kitab itu disebutkan madin dapat melunasi utangnya untuk kepentingan umat Islam, contohnya disumbangkan untuk pembangunan masjid.

Selengkapnya...

(ism)

Beri Komentar