Kenapa Bersihkan Najis Harus Pakai Tanah?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 23 November 2017 20:02
Kenapa Bersihkan Najis Harus Pakai Tanah?
Ada rahasia yang terkandung dalam tanah.

Dream - Najis merupakan jenis kotoran yang ada di sekitar kita. Najis menyebabkan seorang Muslim terhalang untuk melaksanakan sholat, sehingga harus dibersihkan.

Dalam kajian fikih, najis dibedakan menjadi ringan (mutawasithah), sedang (mukaffafah), dan berat (mughalazah). Cara membersihkannya pun berbeda berbeda-beda.

Dari ketiga najis itu, najis mughalazah harus dibersihkan berkali-kali. Menurut kaidah fikih, benda terkena najis ini harus dicuci sebanyak tujuh kali, salah satunya menggunakan tanah.

Contoh najis ini adalah babi dan air liur anjing. Cara membersihkannya mengikuti kaidah yang tercantum dalam hadis riwayat Bukhari, dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah Muhammad SAW.

Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing ialah dengan membasuhnya sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan menggunakan tanah.

Bagi sebagian orang, tanah adalah benda kotor. Tapi, mengapa justru diperintahkan menggunakan tanah untuk mencuci najis mughalazah?

Ilmuwan menemukan adanya unsur dalam tanah yang dapat membunuh kuman. Unsur tersebut yaitu tetracycline dan tetarolite alami.

Tetracycline merupakan jenis antibiotik yang mampu membunuh bakteri dan kuman. Bagi manusia, tetracyline dalam kadar tertentu digunakan untuk mengatasi infeksi atau mengobati jerawat.

Sedangkan tetarolite merupakan antibiotik yang mampu mematikan virus dalam air liur anjing. Dalam air liur anjing, terdapat sejumlah virus berbahaya, salah satunya tocks characins yang bisa membuat penglihatan manusia kabur bahkan buta.

Terdapat penelitian yang membuktikan khasiat tanah, yang dilakukan pada komplek kuburan jasad terinfeksi virus tertentu. Ternyata, tidak ditemukan satupun virus yang berbahaya pada tanah meski ada banyak jasad terinfeksi di dalamnya.

Selengkapnya...

(ism) 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More