Hubungan Bertetangga Islami yang Diajarkan Rasul

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 22 November 2017 20:02
Hubungan Bertetangga Islami yang Diajarkan Rasul
Adab bertetangga kini semakin diabaikan.

Dream - Sebagai makhluk sosial, keberadaan tetangga merupakan konsekuensi. Tetangga adalah orang terdekat yang akan membantu kita ketika kesusahan. Untuk itu, sangat dianjurkan berbuat baik kepada tetangga.

Rasulullah Muhammad SAW sampai menyebut keimanan seseorang tidak sempurna jika tidak berbuat baik kepada tetangga.

Tetapi, terdapat adab kepada tetangga yang ternyata sering diabaikan. Apalagi dalam kondisi masyarakat seperti sekarang ini yang cenderung individualis. Adab tersebut seperti menghormati tetangga.

Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah Muhammad SAW bersabda, Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya.

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari mendefinisikan tetangga sebagai setiap orang yang rumahnya dekat dengan kita dengan berbagai latar belakang. Setiap tetangga harus kita hormati.

Adab lainnya yaitu jangan ganggu kenyamanannya. Hal ini seperti tertuang dalam hadis riwayat Bukhari Muslim.

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka janganlah dia mengganggu tetangganya.

Adab selanjutnya yaitu berbagi rezeki berupa makanan. Hal ini tertuang dalam hadis riwayat Muslim. Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu.

Selengkapnya...

Beri Komentar