Bertetangga (islami.co)
Dream - Sebagai makhluk sosial, keberadaan tetangga merupakan konsekuensi. Tetangga adalah orang terdekat yang akan membantu kita ketika kesusahan. Untuk itu, sangat dianjurkan berbuat baik kepada tetangga.
Rasulullah Muhammad SAW sampai menyebut keimanan seseorang tidak sempurna jika tidak berbuat baik kepada tetangga.
Tetapi, terdapat adab kepada tetangga yang ternyata sering diabaikan. Apalagi dalam kondisi masyarakat seperti sekarang ini yang cenderung individualis. Adab tersebut seperti menghormati tetangga.
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah Muhammad SAW bersabda, Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya.
Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari mendefinisikan tetangga sebagai setiap orang yang rumahnya dekat dengan kita dengan berbagai latar belakang. Setiap tetangga harus kita hormati.
Adab lainnya yaitu jangan ganggu kenyamanannya. Hal ini seperti tertuang dalam hadis riwayat Bukhari Muslim.
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka janganlah dia mengganggu tetangganya.
Adab selanjutnya yaitu berbagi rezeki berupa makanan. Hal ini tertuang dalam hadis riwayat Muslim. Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu.
Advertisement

Garis Wallace: Batas Tak Kasat Mata yang Membelah Flora dan Fauna Indonesia

9 Strategi Meningkatkan Produktivitas dan Berhenti Membuang Waktu Percuma

4 Tes Sederhana untuk Mengetahui Apakah Anda Menua dengan Baik

6 Metode Seduh Kopi yang Paling Bisa Memancing Masalah Kolesterol

Ancaman Terhadap Maskulinitas Pria Bisa Membuat Mereka Membuat Pilihan yang Lebih Berisiko

Mengapa Nama Belakang Orang Thailand Panjang, tetapi Nama Panggilannya Pendek?

6 Metode Seduh Kopi yang Paling Bisa Memancing Masalah Kolesterol