Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dua Bocah Nekat Menumpang Bus Dengan Cara Ekstrem Demi Bisa Bertemu Orangtua (hmetro.com.my)
Dream - Dua anak laki-laki di China rela bertaruh nyawa dengan bersembunyi di kolong bus. Hal itu mereka lakukan demi bertemu orangtuanya yang merantau ke kota untuk mencari nafkah.
Mereka menumpang bus dengan cara cukup ekstrem. Keduanya meringkuk di kolong selama tiga jam perjalanan dari rumah mereka di desa Nazuo, Provinsi Guangxi menuju Baise.
Keduanya lalu ditemukan seorang pekerja keselamatan dalam keadaan penuh lumpur. Mereka diperkirakan sudah menempuh perjalanan sejauh 80 kilometer saat bus berhenti di sebuah terminal di daerah Xilin.
"Mereka sangat kurus sehingga bisa muat di bagian bawah bus. Dua anak itu rela bertaruh nyawa dalam perjalanan demi bertemu orangtua mereka," kata seorang pegawai terminal bus.
© Dream
Media lokal China melaporkan kedua anak itu bolos dari sekolah. Mereka mencari ruang di bagian bawah bus untuk bersembunyi.
Perjalanan panjang mengakibatkan tubuh mereka dipenuhi lumpur. Mereka diberi makan oleh pegawai terminal. Tak hanya itu, sang pegawai juga mencuci pakaian dua bocah itu.
Kedua anak itu nekat menuju Baise menemui orangtuanya karena mendapat informasi tempat kerja orangtuanya dari kerabat. Padahal, orangtua mereka bekerja di Guangdong.
"Orangtua mereka sebenarnya bekerja di tempat yang lebih jauh yaitu di daerah Guangdong. Namun kerabatnya menyebut Baise hanya untuk menyenangkan hati mereka," kata pegawai tersebut.
© Dream
Berdasarkan catatan LSM sosial di China, diperkirakan sekitar 23 juta anak ditinggalkan di pedesaan. Orangtua mereka terpaksa merantau ke kota-kota besar untuk bekerja.
Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan aktivis LSM. Mereka menekankan anak-anak tidak boleh ditinggalkan sendirian di rumah tanpa penjagaan orangtua.
Sumber: hmetro.com.my
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
