Dokter Ini Tiru Perjuangan Rasulullah

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 24 November 2017 12:02
Dokter Ini Tiru Perjuangan Rasulullah
Dokter Azah tidak menyerah meski berkali-kali gagal ujian dokter spesialis anak.

Dream - Menjadi sukses itu tidak mudah dan butuh perjuangan. Banyak rintangan yang harus dihadapi saat berjuang menuntut ilmu.

Ujian datang silih berganti. Tekanan demi tekanan yang datang bisa membuat seseorang menyerah dan putus asa. Tetapi, ketika sukses sudah dalam genggaman, hanya Allah SWT yang tahu betapa gembiranya kita.

Begitulah kisah yang dialami seorang dokter wanita asal Malaysia, Azah Isa. Dia membagi pengalamannya yang penuh inspirasi dalam meraih gelar dokter spesialis anak.

Azah membandingkan perjuangannya dengan kisah Nabi Muhammad SAW ketika pergi berdakwah di Kota Thaif. Seperti cerita Rasulullah, Azah berulang kali gagal.

Berkat dukungan dan dorongan orang-orang di sekelilingnya dan keteguhannya berpegang pada agama, Azah mampu meraih apa mimpinya.

Azah teringat betapa sulitnya menjalani ujian dokter spesialis. Dia harus melewati lima kali ujian, dua ujian tulis dan tiga ujian praktik.

 

1 dari 5 halaman

Tersadar Makna Sabar

Beratnya ujian yang dia jalani menyadarkan Azah tentang cobaan Allah bagi siapa saja hamba-Nya yang terpilih.

" Aku baru mengerti arti kesabaran dalam menuntut ilmu. Aku baru bisa menghargai apa artinya bersusah payah demi sebuah kemenangan. Aku baru memahami bahwa pekerjaan ini hanya untuk mengabdikan diri kepada-Nya."

Azah berulang kali ingin berhenti karena sudah lelah menerima kegagalan. Dua kali ujian praktik, dia mendapat nilai 88 dari yang diharuskan yaitu 108.

" Butuh dua poin saja untuk lulus. Susahnya mencari poin tersebut. Allah, mengapa tidak Engkau beri nilai cukup agar bisa lulus."

 

© Dream
2 dari 5 halaman

Sempat Hampir Menyerah

Setiap malam Azah berdoa agar diberi kekuatan dan jalan. Tetapi, dia merasa doanya tidak juga terjawab.

Tiap hari, Azah datang ke tempat kerjanya, seolah-olah tidak bernyawa. Bagaikan robot berbadan manusia. Tetapi, Allah sayang hamba-Nya yang bersabar.

" Seorang demi seorang datang memberi bantuan. Dari yang bergelar profesor hingga yang pendidikannya tidak sampai tamat SMA."

Setiap hari Azah belajar dan bertanya, serta berlatih semua bahan ujian. Dia bahkan pulang kerja sampai larut malam.

Sabtu dan Minggu lebih sibuk di perpustakaan dan kamar pasien di rumah sakit. Kelas Skype sering diikuti, demi mendapatkan kasus hampir setiap hari.

" Terharu melihat suami Aizzat Muhammad yang banyak berkorban untuk melihat istrinya sukses. Abah, ummi, mama, papa tidak pernah berhenti memberi dorongan dan doa."

Sayangnya, tatkala ketakutan akan kegagalan muncul, Azah merasa tidak dapat belajar. Pikiran negatif mulai muncul di kepalanya.

" Apa bisa? Nanti gagal lagi. Cukup sudah. Sudah terlalu banyak kegagalannya. Nanti mencoba, gagal lagi. Apa kata orang-orang nanti?"

3 dari 5 halaman

Disemangati Rekan Kerja

Yang lebih ironis, semua percaya Azah bisa lulus kecuali dirinya sendiri. Masalahnya bukan karena otaknya tidak cemerlang atau tidak cukup pengalaman.

Azah telah bekerja di bidang kesehatan anak-anak selama 5 tahun. Tetapi semua itu karena ragu-ragu.

Dari orang yang berkeyakinan tinggi, sekarang menjadi wanita yang tidak mampu memegang kotak kecil karena takut dengan kegagalan.

Ketakutan Azah sampai membuat rekan-rekan dokter psikiatri dan psikologi tergugah untuk menolongnya.

 

© Dream
4 dari 5 halaman

Pasrah sebagai Jalan Terakhir

Tujuan hidup ini sebenarnya hanya untuk mengabdikan diri kepada Allah. Sholat lima waktu dan sholat sunnah, membaca Alquran setiap hari, bersedekah dan berbuat baik kepada orang lain.

Azah teringat perkataan rekan-rekan dokternya, " Yang menentukan sukses bukan hanya usaha kita semata, tapi yang lebih utama adalah Allah."

" Bersabarlah, sedikit lagi sudah tahun terakhir. Allah ingin menguji kita. Selagi ada usaha, pasti ada jalan."

Azah pun akhirnya mengerti Allah memang sayang hamba-Nya. Saat ujian selama tiga hari, perawat dan rekan-rekan dokternya tak pernah berhenti memberikan motivasi.

" Dokter pasti bisa. Kami yakin. Kami doakan Allah memudahkan semuanya."

Ya Allah, di detik-detik terakhir akan menjalani ujian, masih ada saja yang memberikan semangat dan doa kepada Azah.

 

5 dari 5 halaman

Akhir yang Manis

Berkat dukungan dan doa mereka, nilai keseluruhan Azah 98/108. Tujuh dari sembilan yang diujikan dinyatakan lulus.

" Biarkan apa yang orang ingin katakan. Ini jalan yang Allah tetapkan untukku. Perjalanan yang berliku mengingatkanku bahwa Allah adalah segalanya dan hidup ini untuk mengabdi kepada-Nya. Semoga ada pahala yang terus mengalir bagi mereka yang telah berkorban untukku."

" Ini kisah seorang dokter yang hidupnya berpegang pada kisah Nabi Muhammad SAW. Di mana beliau dihina dan dicaci. Kakinya sampai berdarah karena dilempari batu. Namun Rasulullah masih meneruskan perjuangan sucinya selama 23 tahun sampai napas terakhir."

Sumber: siakapkeli.my

© Dream
Beri Komentar