Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Baraa Ktiri (religionnews.com)
Dream - Pelantikan Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45 menyisakan banyak kekhawatiran. Bagi publik, selama ini Trump dikenal sebagai sosok anti-Islam
Namun anggapan tersebut tidak membuat Baraa Ktiri, 23 tahun, takut. Tanpa keraguan sedikitpun, wanita berhijab ini hadir di lokasi pelantikan Trump.
Dia berdiri di tengah-tengah para pendukung Trump. Seolah Ktiri ingin menyampaikan pesan, 'Aku di sini.'
" Saya ingin orang-orang melihat saya," kata Ktiri.
Hanya dengan menunjukkan diri sebagai seorang Muslim, kata Ktiri, dia ingin mengingatkan masyarakat Negeri Paman Sam jika umat Muslim adalah bagian dari Amerika.
" Saya tinggal di negara ini juga dan hanya karena Anda tidak melihat saya setiap hari bukan berarti saya tidak ada," kata Ktiri.
Tetapi Ktiri ingin lebih dari sekadar dilihat. Dia ingin menyatu dengan rakyat Amerika.
Meskipun tidak ada yang mendekatinya secara langsung, Ktiri berhasil bertatapan dengan orang-orang yang hadir di Inaugurasi itu. Dengan memperlihatkan wajahnya yang terbuka dan bersahabat. Dia ingin menunjukkan setiap orang bisa terlibat perbincangan, tanpa sekat apapun. Dia juga berharap ada yang bertanya mengapa dia datang, tentang Islam, apapun.
Harapannya tidak tercapai. Tetapi, berdiri di garis tak berujung menuju Mall Nasional di Hari Pelantikan, Ktiri merasa mendapatkan sesuatu.
" Kehadiran saya adalah hadiah," kata Ktiri, mengutip lagu Kanye West.
Ktiri tidak sendirian hadir di pelantikan itu. Dia bersama sejumlah hijaber lain sengaja hadir untuk menunjukkan Muslim bukanlah teroris, sehingga tidak perlu ditakuti.
Salah satu pendukung Trump, Olga Smith, 72 tahun, mengaku tidak khawatir dengan kehadiran Ktiri. Bagi wanita beragama Katholik itu mengatakan setiap orang punya kebebasan untuk menjalankan keyakinannya.
" Banyak Muslim yang baik. Saya tidak tidak punya pandangan lain tentang Muslim di Amerika sejauh mereka bukan teroris," kata Smith.
(Sah/Sumber: religionnews.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya