Hukum Menarik Kembali Harta Wakaf

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 3 November 2016 20:02
Hukum Menarik Kembali Harta Wakaf
Bolehkah seorang anak meminta kembali harta yang telah diwakafkan orangtuanya?

Dream - Wakaf merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Wakaf dapat memberikan kemaslahatan tidak hanya bagi seorang Muslim, melainkan banyak orang.

Meski begitu, seringkali wakaf menimbulkan permasalahan di belakang hari. Banyak kasus, ahli waris pemberi wakaf ternyata meminta kembali wakaf yang telah diberikan.

Sebagai contoh, seorang ibu mewakafkan tanah warisan yang didapat dari suami telah meninggal dunia. Beberapa waktu kemudian, si anak ternyata menemui pihak penerima wakaf dan meminta kembali tanah wakaf tersebut.

Bagaimana status hukum perkara ini? Apakah boleh menarik kembali benda yang telah diwakafkan?

Dikutip dari rubrik Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama, kepemilikan harta yang telah diwakafkan beralih menjadi milik Allah SWT. Hal ini seperti dijelaskan oleh Muhammad Zuhri al Ghamrawi dalam kitab as Sirajul Wahhaj.

" Menurut pendapat yang azhhar dalam madzhab Syafi’i adalah bahwa kepemilikan pada zat harta-benda yang diwakafkan itu berpindah kepada Allah SWT."

Sebelum ditarik pada persoalan di atas, maka perlu dilihat terlebih dulu perkara warisnya. Warisan diberikan kepada anggota keluarga yang masih hidup.

Jika seorang ayah meninggal, maka yang berhak atas harta warisannya adalah istri dan anak-anaknya. Dengan begitu, masing-masing punya hak atas harta tersebut.

Salah satu syarat wakaf adalah harta tersebut dimiliki secara penuh oleh seseorang.

Apabila si ibu mewakafkan tanah miliknya secara utuh, maka anak tidak diperbolehkan menarik kembali wakaf tersebut Tetapi, jika tanah harta yang diwakafkan ternyata masih ada hak anak, maka anak boleh meminta kembali harta tersebut, namun sebatas pada bagian yang menjadi haknya.

Selengkapnya di sini...

Beri Komentar