Lukisan Tentang Penaklukan Benteng Konstantinopel (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Penaklukan benteng Konstantinopel dari tangan Romawi merupakan prestasi gemilang yang ditorehkan Sultan Dinasti Utsmaniyah, Muhammad Al Fatih. Namun begitu, capaian tersebut tidak murni karena usaha Al Fatih.
Ada sosok ulama di balik peristiwa jatuhnya benteng Konstantinopel. Ulama itu adalah Muhammad bin Hamzah Ad Dimasyqi, atau dikenal dengan nama Ibnu Syamsuddin.
Ibnu Syamsuddin berasal dari Damaskus, kini wilayah Suriah. Dia pindah ke wilayah Rum dan menjadi pengajar di sana.
Sepanjang masanya menimba ilmu pada ulama-ulama di Rum, Ibnu Syamsuddin condong mempelajari tasawuf. Dia berguru pada Syeikh Biram, lalu pergi ke Halab untuk berguru pada Syeikh Zainuddin Al Khafi.
Ibnu Syamsuddin terkenal karena keahliannya tidak hanya di bidang spiritual, melainkan juga medis. Bahkan terdapat ungkapan yang menyatakan tumbuhan akan berkata kepada Ibnu Syamsuddin, 'Aku adalah obat dari penyakit di Fulan'.
Ibnu Syamsuddin juga terlibat dalam perang merebut Benteng Konstantinopel oleh Sultan Al Fatih. Beberapa hari sebelum melancarkan serangan, terjadi perbincangan antara Al Fatih dengan Ibnu Syamsuddin.
Kepada Sultan Al Fatih, Ibnu Syamsuddin mengatakan umat Islam berhasil masuk ke dalam benteng pada 'hari begini'. Saat hati itu tiba, Sultan merasa khawatir lantaran tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kemenangan umat Islam.
Sultan kemudian menemui Ibnu Syamsuddin di tendanya. Saat masuk, Sultan melihat Ibnu Syamsuddin sedang bersujud di tanah tanpa alas.
Dalam keadaan menangis, Ibnu Syamsuddin memohon pertolongan Allah. Beberapa saat kemudian, Ibnu Syamsuddin bangkit dan berkata kepada Sultan Al Fatih, " Alhamdulillah, Allah telah menganugerahkan pembukaan benteng!"
Bersama Sultan Al Fatih, Ibnu Syamsuddin pergi menuju benteng. Dilihatnya umat Islam masuk ke dalam benteng yang sebelumnya sulit ditaklukkan tersebut.
Menjumpai hal itu, Sultan Al Fatih bergembira. " Kegembiraanku bukan karena berhasil ditundukkannya benteng, namun aku gembira karena ada laki-laki seperti ini di zamanku," kata Sultan Al Fatih.
Selengkapnya... (ism)
Advertisement
AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi Untuk Perempuan Indonesia

Sehari dalam Kehidupan Purbaya

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet


Lebih Sehat Mana antara Susu Full Cream atau Susu Skim untuk Kesehatan Jantung?

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Apa Sih Artinya Incel? Ketika Istilah Jomblo Berkembang Menjadi Subkultur di Internet

Memasuki Usia 50 Tahun, Ini Pemeriksaan dan Vaksin yang Sebaiknya Tidak Dilewatkan


Kisah Elisabeth dan 5 Anaknya Tinggal di Huntara Usai Gempa NTT, Menanti Rumah Baru

Skaer Clinic Resmi Buka Cabang di Tebet, Hadirkan Layanan Estetik hingga Bedah Minor