Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Usman bin Mazh'un, satu nama ini tidak bisa diabaikan dalam sejarah Islam. Dia menempati urutan ke-14 dari golongan sahabat generasi awal pemeluk Islam (assabiqunal awwalun).
Peranannya sangat besar di sisi Rasulullah Muhammad SAW. Bersama para sahabat lainnya, Usman ditempa siksaan dari mereka yang membenci Rasulullah.
Meski begitu, Usman mendapat karunia berupa hati yang tabah dan kezuhudan yang tinggi. Alhasil, siksaan apapun yang dia alami tak ada pengaruhnya atas keyakinannya memeluk Islam.
Ketika Rasulullah memerintahkan sebagian kaum Muslim berhijrah dari Mekah ke Habsyah, kini Afrika, Usman memenuhi perintah itu tanpa keraguan. Dia pun dipilih Rasulullah sebagai pemimpin rombongan hijrah pertama umat Islam.
Hijrah pertama umat Islam ke Habsyah penuh dengan risiko. Kaum Quraisy tentu menghalangi hijrah tersebut, bahkan tega membunuh umat Islam. Karena iman yang sangat tinggi dan kemuakan terhadap penyembahan berhala, Usman pun siap menghadapi bahaya yang menghadang meskipun sendirian.
Melihat begitu pedihnya perjuangan Usman membawa rombongan ke Habsyah, Rasulullah kemudian mengajak umat Islam berhijrah ke Madinah. Usman pun diajak ikut serta.
Umat Islam pun bisa beribadah dan menjalani kehidupan dengan tenang. Mereka pun melanjutkan kehidupan dengan nyaman.
Suatu hari, Usman memasuki masjid. Ada Rasulullah dan para sahabat di dalamnya. Pandangan Rasulullah langsung tertuju pada Usman.
Rasulullah tersentuh hingga menangis melihat Usman. Tangis juga dialami para sahabat saat Usman datang.
Pria itu berjalan masuk ke dalam masjid dengan wajah tenang. Tak ada keresahan dalam jiwanya. Sementara pakaiannya begitu lusuh, bahkan ada tambalan kulit unta di beberapa bagian.
Pakaian itu sama sekali tidak membuatnya malu di depan sahabat lainnya. Dia juga tidak berharap mendapat pujian dari orang lain. Ketakwaannya mengalahkan segala dorongan duniawi. Ridho Allah adalah satu-satunya harapannya.
Kesederhanaan tidak pernah hilang pada diri Usman, hingga ia meninggal. Saking cintanya pada Usman, Rasulullah menangis melepas kepergian sahabat yang begitu zuhud, dan mungkin tidak bisa ditiru orang di zaman ini.
"Semoga Allah memberimu rahmat, Wahai Abu Saib (Usman). Engkau tinggalkan dunia sebelum engkau menikmatinya dan sebelum dunia memperdayamu," ucap Rasulullah.
Kemudian Rasulullah mencium kening jenazah Usman, hingga basah oleh air mata sang Nabi.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?