Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Ini kisah yang terjadi jauh di masa lampau. Tepatnya di masa umat Islam diperintah Dinasti Umayah. Meski begitu, kisah ini cukup berhikmah yang tertuang dalam kitab Wafayat Al A'yan.
Suatu hari, seorang pria bernama Farrukh harus meninggalkan istrinya yang sedang mengandung. Penyebabnya, ia ditugaskan berperang di Khurasan yang dulu masuk kawasan Persia.
Sebelum berangkat, Farrukh meninggalkan 30 ribu dinar kepada istrinya. Uang itu sebagai nafkah sekaligus harta simpanan.
Setelah 27 tahun kemudian, Farrukh kembali ke rumahnya dengan masih membawa tombak. Dia mendengar ada suara pria di dalam rumahnya.
Dengan tombak yang dia pegang, Farrukh mendorong pintu rumahnya. Seorang pria muda muncul dari dalam rumah.
"Wahai musuh Allah, apakah engkau hendak menyerang rumahku?" kata pemuda itu dengan berteriak.
Farrukh membalas perkataan pemuda itu, "Wahai musuh Allah, kau telah masuk ke rumahku!"
Dua orang pria itu kemudian berseteru. Saking serunya, para tetangga sampai berkerumun.
Di antara mereka, ada yang meminta Farrukh untuk meninggalkan rumah itu. Mereka sudah tidak kenal lagi dengan prajurit tua itu.
"Ini adalah rumahku! Aku adalah Farrukh!" kata Farrukh.
Ucapan itu sampai terdengar oleh wanita yang ada di dalam rumah. Seketika, wanita yang merupakan istri Farrukh keluar dan memeluknya, lalu mengenalkan pria muda yang sempat berseterunya dengannya.
"Ini Rabi'ah. Dia anakmu!" kata wanita itu.
Farrukh tidak menyangka anak yang masih dalam kandungan yang harus ia tinggalkan telah tumbuh menjadi pemuda tampan. Suasana pun kembali damai dan keluarga itu masuk ke dalam rumah.
Beberapa saat kemudian, Farrukh menanyakan uang yang telah dia tinggalkan kepada istrinya. Sang istri pun mengatakan uang itu ia simpan di suatu tempat dan akan diambil beberapa hari kemudian.
Ketika waktu subuh tiba, wanita itu menyuruh Farrukh untuk sholat di Masjid Nabawi. Usai sholat, Farrukh mendapati putranya dikerumuni orang banyak yang ternyata sedang menimba ilmu.
Farrukh sempat tidak percaya pria yang menjadi penceramah itu adalah Rabi'ah, anaknya sendiri. Saat pulang, Farrukh menyampaikan rasa kagum terhadap putranya kepada istrinya.
Sang istri kemudian menjelaskan uang yang ditinggalkan Farrukh telah ia gunakan untuk membiayai pendidikan Rabi'ah.
"Apa yang lebih engkau cintai, 30 ribu dinar dengan apa yang kau lihat?" tanya sang istri.
"Apa yang aku lihat," jawab Farrukh.
(ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?