Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Karakter Shalahuddin Al Ayubi Dalam Film 'Kingdom Of Heavens' Yang Diperankan Aktor Suriah Ghassan Massoud (Foto: Youtube)
Dream - Nama Shalahuddin Al Ayubi tidak bisa dihapuskan dari catatan sejarah perkembangan Islam. Ia merupakan sosok pemimpin yang tegas, namun juga toleran dan baik hati.
Tidak hanya di kalangan umat Islam masa itu. Kebaikan hati Shalahuddin bahkan diakui oleh kaum non-Muslim.
Shalahuddin adalah pendiri sekaligus sultan pertama Dinasti Ayyubiyah. Pusat pemerintahannya ada di Mesir dan wilayah kekuasaannya terbentang di sebagian besar Timur Tengah.
Kebaikan Shalahuddin kepada umat non-Muslim, salah satunya tercantum dalam kitab An Nawadir Ash Shultaniyah. Kala itu, Shalahuddin membantu seorang wanita non-Muslim yang kehilangan anaknya di tengah kecamuk Perang Salib.
Suatu hari, saat akan berperang, Shalahuddin ditemui prajurit garda depan Islam. Prajurit itu membawa seorang wanita non-Muslim yang terlihat ketakutan dan terus menangis.
"Wanita ini keluar dari kamp pasukan Salib, dan memohon untuk bisa menghadap engkau," kata prajurit itu.
Kemudian, melalui penerjemah, wanita itu mengatakan anak perempuannya yang masih kecil telah diculik di malam sebelumnya. Si penculik menyelinap masuk ke tenda wanita itu.
Mengetahui anaknya diculik, wanita tersebut mengaku meminta pertolongan ke sana ke mari selama seharian. Sayangnya, tidak ada satupun orang yang bisa menolongnya.
Kemudian, ada seorang anggota pasukan Salib yang menyarankan wanita itu menemui Shalahuddin untuk meminta bantuan.
"Sultan Shalahuddin adalah orang yang baik hati. Kami akan mengeluarkanmu agar bisa bertemu dengan Sultan untuk menemukan anakmu," ucap wanita itu menirukan ucapan pasukan Salib yang mengantarnya keluar dari kamp.
"Aku tidak tahu keadaan anakku, kecuali dari engkau, ya Sultan," kata wanita itu.
Mendengar perkataan wanita itu, Shalahuddin meneteskan air mata. Ia langsung memerintahkan seseorang untuk ke pasar dan mencari anak kecil itu.
Jika ditemukan sudah dijadikan budak, Shalahuddin memerintahkan agar anak tersebut ditebus. Kemudian dibawa menghadap kepadanya.
Keesokan harinya, ada seorang penunggang kuda datang menemui Shalahuddin. Di pundaknya, gadis kecil tampak tergendong.
Wanita yang meminta bantuan Shalahuddin langsung terjatuh ke tanah dan menangis karena anaknya telah ditemukan. Orang-orang di sekitar wanita itu pun turut menangis, terharu dengan peristiwa yang dialami ibu dan anak tersebut.
Wanita itu kemudian mengangkat tangannya ke langit, lalu mengucapkan kata-kata dalam bahasa yang tidak dimengerti orang lain. Gadis mungil itu diserahkan, lalu sepasang ibu dan anak itu diantar kembali pasukan Muslim menuju perkemahan pasukan Salib.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?