Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Rasulullah memang menjadi teladan terbaik bagi umat Muslim, baik dalam bersikap maupun bertutur kata.
Salah satunya terkait kesabaran. Rasulullah merupakan sosok yang sangat sabar, meski mendapat perlakuan kasar dari orang lain.
Terdapat sebuah riwayat yang menggambarkan betapa sabarnya Rasulullah ketika ditampar seorang pemuda Badui. Kisah tersebut tercantum dalam kitab Nawadhir, Hikayat 45 Mukjizat Rasul karya Ahmad Syihabuddin bin Salamah Al Qulyuby.
Suatu hari, Rasulullah datang ke rumah putrinya, Fatimah, dalam keadaan sangat lapar. Di perut Rasulullah, terdapat batu yang terikat dengan tali.
Sayangnya, Fatimah juga tidak memiliki persediaan makanan apapun. Bahkan Fatimah dan dua cucu Rasulullah, Hasan serta Husein, sudah menahan lapar selama tiga hari.
Dengan rasa iba melihat dua cucunya, Rasulullah meninggalkan rumah Fatimah dan menuju sumur. Di sumur tersebut, Rasulullah bertemu dengan seorang pemuda Badui.
Rasulullah kemudian menawarkan jasa menimba air kepada si Badui itu, yang sedang dalam perjalanan. Si Badui setuju, menyerahkan timba kepada Rasulullah dan menjanjikan imbalan satu kurma untuk satu timba.
Rasulullah kemudian menimba sumur itu. Tetapi, penimbaan selanjutnya, tali yang dipegang Rasulullah terputus dan timba jatuh ke dalam sumur.
Si Badui marah dan menampar Rasulullah sembari menyerahkan 24 butir kurma. Si Badui lalu berusaha mengambil timba itu dan ketika berhasil, dilemparkannya timba tersebut ke arah Rasulullah.
Rasulullah sama sekali tidak bergerak dari tempat berdirinya maupun marah atas perlakuan si Badui. Rasulullah hanya tersenyum dan mengambil upah yang telah diberikan.
Melihat tenang dan sabarnya sosok yang dimarahi tadi, si Badui menjadi berpikir sembari melanjutkan perjalanan. Maklum, pemuda itu belum pernah bertemu langsung dan hanya mengetahui sosok Rasulullah dari orang-orang Arab sekitar.
Si Badui keheranan dengan tenangnya Rasulullah. Beberapa saat kemudian, barulah dia berpikir bahwa orang yang telah ditamparnya adalah Nabi Muhammad.
Pemuda itu ketakutan seketika. Karena merasa sangat bersalah, si Badui memotong tangan yang telah dia gunakan untuk menampar Rasulullah.
Badui itu kemudian berjalan menuju masjid. Banyak orang bertanya mengapa tangannya sampai terpotong.
"Aku telah menampar wajah seseorang, dan aku berpikir itu adalah Muhammad, aku takut akan tertimpa musibah, maka aku memotong tangan yang telah kugunakan untuk menamparnya," kata pemuda Badui itu.
Sahabat Salman datang dan mengantarkan si Badui ke rumah Fatimah. Di sana, Rasulullah sedang duduk sembari memangku kedua cucunya.
Dengan penuh ketakutan, si Badui berkata, "Wahai Muhammad, maafkan aku. Aku tidak tahu jika yang kutemui dekat sumur adalah dirimu."
Mendengar ucapan si Badui, Rasulullah tersenyum. Malah Rasulullah mengatakan kepada pemuda itu dia telah menjadi penyelamat bagi cucu-cucunya. (eko)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire

Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin
