Masya Allah! Dosa Luruh Karena Pernah Memberi Utang

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 4 Januari 2018 09:30
Masya Allah! Dosa Luruh Karena Pernah Memberi Utang
Ada kalanya pengutang dalam kondisi sulit.

Dream - Sebagian orang pasti berusaha sekuat tenaga untuk menghindari utang. Sayangnya, kebutuhan yang mendesak untuk dipenuhi memaksa orang tersebut untuk berutang.

Utang memang amalan yang dibolehkan dalam Islam. Kewajiban bagi si pengutang untuk mengembalikan kepada pemberi utang kapanpun sampai lunas.

Tetapi, terkadang pengutang berada dalam kondisi yang begitu sulit. Alhasil, dia kesulitan untuk mengembalikan utangnya.

Dalam kondisi seperti ini, sangat dianjurkan bagi pemberi utang untuk memberikan tenggang waktu. Terdapat sejumlah keutamaan jika hal ini dijalankan.

Dalam hadis riwayat Muslim dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anha disebutkan Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

Ada orang sebelum kalian yang dihisab dan tidak didapati kebaikan padanya sama sekali. Namun ia adalah orang yang berkecukupan ketika bergaul dengan sesama, ia berikan kemudahan (kelapangan) kepada orang yang susah (dalam hal peminjaman dan pelunasan). Ia berkata, " Allah 'azza wa jalla berfirman, 'Kami lebih berhak dalam hal ini daripada dia, maka hapuskanlah kesalahan-kesalahannya'."

Imam Nawawi menyebut adanya istilah 'tajawuz' dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim. Menurut Imam Nawawi, tajawuz yaitu kemudahan yang diberikan kepada pengutang saat meminjam uang dan melunasinya dari si pemberi utang.

" Hadis ini juga mendorong kita untuk memberikan tenggang waktu kepada orang yang susah, juga keutamaan menghapus utang baik semua utang atau sebagiannya, dari utang yang jumlahnya banyak maupun sedikit."

Amalan ini memang berat, apalagi jika di pengutang tidak amanat. Sehingga, pemberi utang sangat dianjurkan untuk bersabar, namun terus berusaha mengingatkan pengutang dengan kalimat yang santun.

Selengkapnya...

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri