Isi Lobi Pribadi Presiden Filipina ke Jokowi untuk Mary Jane

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 29 April 2015 17:43
Isi Lobi Pribadi Presiden Filipina ke Jokowi untuk Mary Jane
Presiden Filpina, Benigno Aquino ikut melobi langsung Presiden Joko Widodo demi menyelamatkan terpidana mati Mary Jane Veloso.

Dream - Jika permohonan Australia agar Pemerintah Indonesia tidak mengeksekusi duo Bali Nine berujung kegagalan, lain hal itu dengan Pemerintah Filipina.

Presiden Filpina, Benigno Aquino ikut melobi langsung Presiden Joko Widodo demi menyelamatkan terpidana mati Mary Jane Veloso (30).

Menurut laporan The Sidney Morning Helard, Rabu 29 April 2015, saat mengadiri KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Presiden Aquino bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo. Saat itulah, Presiden yang biasa disapa Noynoy itu menyampaikan lobinya terkait Mary Jane.

Tapi sayangnya, lobi Presiden Aquino tak membuahkan hasil. Presiden Jokowi hanya menyampaikan rasa simpati atas nasib yang menimpa ibu dua anak itu, tanpa memutuskan apa pun.

Tak putus asa, Presiden Aquino kembali melancarkan lobi intensif setelah mendengar kabar perempuan yang diduga menjadi perekrut Mary Jane, Maria Kristina Sergio, menyerahkan diri kepada polisi Filipna pada Selasa kemarin.

Sejumlah pejabat Filipina mengatakan, Presiden Aquino memberitahu Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, jika aparat keamanan Indonesia bisa menggunakan Mary Jane sebagai saksi untuk membongkar jaringan sindikat penyelundup narkotika.

" Kami memberikan tawaran yang sama-sama sesuai dengan kepentingan kedua negara, yaitu menyelamatkan nyawa Mary Jane agar bisa bersaksi dan memberikan keadilan bagi kedua negara," kata Aquino.

Aquino menambahkan, kesaksian Mary Jane akan memberikan kesempatan bagi aparat keamanan menangkap tersangka lain yang terlibat dalam kasus penyelundupan narkotika ini.

Pemerintah Filipina mengklaim telah mengidentifikasi dua tersangka dari sindikat narkoba yang menjebak Mary Jane.

Secara politis, lobi sukses Presiden Aquino bakal meningkatkan popularitasnya yang belakangan menurun di Filipina terkait serangkaian skandal. (Ism) 

1 dari 3 halaman

Alasan Jokowi Tunda Eksekusi Mati Mary Jane

Alasan Jokowi Tunda Eksekusi Mati Mary Jane

 

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil ketputusan menunda eksekusi mati terhadap terpidana kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso. Ini lantaran Jokowi menunggu proses hukum terhadap Mary yang saat ini berjalan di Pengadilan Filipina.

" Keputusan menunda hukuman mati Mary Jane Veloso diambil setelah Presiden mendapatkan laporan mengenai proses hukum yang sedang berjalan di Filipina. Sehingga harus dipastikan Mary Jane Veloso mendapatkan keadilan," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno seperti dikutip dalam laman setkab.go.id, Rabu, 29 April 2015.

Di samping itu, terdapat alasan lain yang juga menjadi pertimbangan pengambilan keputusan tersebut. Menurut Pratikno, ini lantaran Mary dianggap bukan sebagai aktor yang terlibat langsung dalam kasus penyelundupan narkoba, namun hanya sebagai korban.

Tidak hanya itu, Presiden Filipino Benigno Aquino III bahkan sampai menemui langsung Jokowi untuk meminta penundaan eksekusi terhadap salah satu warganya. Di hadapan Jokowi, Benigno mengatakan aktor utama dalam kasus tersebut sudah menyerahkan diri ke kepolisian Filipina.

Selengkapnya... Alasan Jokowi Tunda Eksekusi Mati Mary Jane. (Ism) 

2 dari 3 halaman

Terpidana Mati: Arwah Saya Akan Gentayangan, Balas Dendam!

Terpidana Mati: Arwah Saya Akan Gentayangan, Balas Dendam!

 

Dream - Zainal Abidin terpidana mati kasus narkoba bersumpah akan 'gentayangan' untuk menghantui eksekutor dan seluruh penegak hukum yang bertanggung jawab atas ketidakadilan yang menghancurkan hidupnya.

Zainal adalah satu-satunya warga Indonesia di antara 10 penjahat narkoba yang akan dieksekusi di hadapan regu tembak, bersama dengan terpindana Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

" Saya tidak bisa menerima perlakuan hukum yang tidak adil ini. Untuk orang-orang kecil seperti saya," kata Zainal dalam sebuah surat yang ditulis dari Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, pada 5 Maret 2015.

" Jika eksekusi tetap dilakukan, Saya akan menjadi hantu dan membalas dendam, termasuk kepada anak-anak dan istri-istri semua penegak hukum yang terlibat."

Tulisan itu dibawa oleh pengacaranya, Ade Yuliawan yang berkunjung ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Senin kemarin.

Kasus Zainal, buruh di pabrik perusahaan mebel dengan penghasilan pas-pasan, bermula saat seorang kenalannya, Aldo, tiba di rumahnya pada Desember 2.000 dengan tiga karung beras. 

Selengkapnya... Zainal Abidin: Arwah Saya Akan Gentayangan, Balas Dendam! (Ism) 

3 dari 3 halaman

Media Australia Menulis Pengakuan `Penembak` Terpidana Mati

Media Australia Menulis Pengakuan `Penembak` Terpidana Mati

 

Dream - Salah seorang anggota regu tembak yang akan mengeksekusi 11 terpidana mati, termasuk 2 warga Australia Andrew Chan and Myuran Sukuraman, diberitakan berbagi perasaannya kepada koresponden media Australia, News Corp. Laporan News Corp itu kemudian dikutip oleh sejumlah media di Australia. 

Kepada koresponden News Corp, pria muda itu yang menjadi anggota salah satu kesatuan itu menjelaskan bahwa dia menjadi salah satu penembak yang menembak lima terpidana mati di Nusakambangan pada 18 Januari malam lalu.

Dan kali ini, dia kembali diberi tugas sebagai salah satu anggota regu tembak terpidana mati gelombang kedua, yang tinggal menunggu beberapa hari saja.

Kepada responden News Corp dikutip News.com.au, Rabu 11 Maret 2015, si eksekutor bercerita tentang pengalamannya sebagai salah satu anggota regu tembak terpidana mati di Nusakambangan dan juga tentang perasaannya. 

Selama ini, begitu media itu menulis, dia tidak akan pernah tahu apakah diberi senapan dengan peluru tajam atau hampa. 

Selengkapnya...  Media Australia Menulis Pengakuan `Algojo`. (Ism) 

Beri Komentar