Media di Filipina Terlanjur Beritakan Kematian Mary Jane

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 29 April 2015 15:45
Media di Filipina Terlanjur Beritakan Kematian Mary Jane
Mereka memasang foto Veloso yang sedang tertunduk di headline, dengan judul laporan; "Selamat Jalan, Mary Jane."

Dream - Beberapa surat 0kabar Filipina rupanya terlanjur memberitakan kematian terpidana mati Mary Jane Veloso di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Padahal, eksekusi ibu dua anak itu ditunda di detik-detik terakhir.

Dalam laporan headline koran terkemuka di Filipina, Philippine Daily Inquirer misalnya. Mereka menulis; " Kematian Datang Sebelum Fajar" . Koran itu juga memajang foto besar Mary Jane.

Hal serupa juga dilakukan tabloid terlaris di Manila, Abante. Mereka memasang foto Veloso yang sedang tertunduk di headline, dengan judul laporan; " Selamat Jalan, Mary Jane."

Pemberitaan yang salah itu mendapat kecaman dari netizen. " Bayangkan kami sesama warga Filipina yang tidak memiliki akses ke TV atau berita online, mungkin ketika bangun akan sedih dan terkejut dengan judul ini. Tapi nyatanya tidak benar," tulis netizen.

" Menyedihkan. Masalah yang sangat sensitif telah diterbitkan. Lebih baik terlambat daripada salah," kata netizen lainnya menimpali.

Tunda

Diketahui, Mary Jane Veloso batal dieksekusi setelah orang yang menjebaknya masuk sindikat perdagangan narkoba, Maria Kristina Sergio, menyerahkan diri.

Penundaan eksekusi untuk Mary Jane dilakukan karena kesaksiannya diperlukan dalam persidangan kasus perdagangan manusia di Filipina.

Belum bisa dipastikan lokasi pemeriksaan Mary Jane dalam kasus human trafficking (perdagangan manusia). Namun, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo meminta agar Mary Jane diperiksa di Indonesia saja alias tidak dipulangkan ke Filipina

Adapun kedelapan terpidana yang dieksekusi dini hari tadi: warga negara Australia Andrew Chan dan Myuran Sukumaran; warga negara Nigeria Martin Anderson, Raheem Agbaje, Sylvester Obiekwe Nwolise dan Okwudili Oyatanze; warga negara Brasil Rodrigo Gularte dan warga negara Indonesia Zainal Abidin. (Ism) 

1 dari 5 halaman

Alasan Jokowi Tunda Eksekusi Mati Mary Jane

Alasan Jokowi Tunda Eksekusi Mati Mary Jane

 

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil ketputusan menunda eksekusi mati terhadap terpidana kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso. Ini lantaran Jokowi menunggu proses hukum terhadap Mary yang saat ini berjalan di Pengadilan Filipina.

" Keputusan menunda hukuman mati Mary Jane Veloso diambil setelah Presiden mendapatkan laporan mengenai proses hukum yang sedang berjalan di Filipina. Sehingga harus dipastikan Mary Jane Veloso mendapatkan keadilan," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno seperti dikutip dalam laman setkab.go.id, Rabu, 29 April 2015.

Di samping itu, terdapat alasan lain yang juga menjadi pertimbangan pengambilan keputusan tersebut. Menurut Pratikno, ini lantaran Mary dianggap bukan sebagai aktor yang terlibat langsung dalam kasus penyelundupan narkoba, namun hanya sebagai korban.

Tidak hanya itu, Presiden Filipino Benigno Aquino III bahkan sampai menemui langsung Jokowi untuk meminta penundaan eksekusi terhadap salah satu warganya. Di hadapan Jokowi, Benigno mengatakan aktor utama dalam kasus tersebut sudah menyerahkan diri ke kepolisian Filipina.

Selengkapnya... Alasan Jokowi Tunda Eksekusi Mati Mary Jane. (Ism) 

2 dari 5 halaman

Terpidana Mati: Arwah Saya Akan Gentayangan, Balas Dendam!

Terpidana Mati: Arwah Saya Akan Gentayangan, Balas Dendam!

 

Dream - Zainal Abidin terpidana mati kasus narkoba bersumpah akan 'gentayangan' untuk menghantui eksekutor dan seluruh penegak hukum yang bertanggung jawab atas ketidakadilan yang menghancurkan hidupnya.

Zainal adalah satu-satunya warga Indonesia di antara 10 penjahat narkoba yang akan dieksekusi di hadapan regu tembak, bersama dengan terpindana Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

" Saya tidak bisa menerima perlakuan hukum yang tidak adil ini. Untuk orang-orang kecil seperti saya," kata Zainal dalam sebuah surat yang ditulis dari Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, pada 5 Maret 2015.

" Jika eksekusi tetap dilakukan, Saya akan menjadi hantu dan membalas dendam, termasuk kepada anak-anak dan istri-istri semua penegak hukum yang terlibat."

Tulisan itu dibawa oleh pengacaranya, Ade Yuliawan yang berkunjung ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Senin kemarin.

Kasus Zainal, buruh di pabrik perusahaan mebel dengan penghasilan pas-pasan, bermula saat seorang kenalannya, Aldo, tiba di rumahnya pada Desember 2.000 dengan tiga karung beras. 

Selengkapnya... Zainal Abidin: Arwah Saya Akan Gentayangan, Balas Dendam! (Ism) 

3 dari 5 halaman

Media Australia Menulis Pengakuan `Penembak` Terpidana Mati

Media Australia Menulis Pengakuan `Penembak` Terpidana Mati

 

Dream - Salah seorang anggota regu tembak yang akan mengeksekusi 11 terpidana mati, termasuk 2 warga Australia Andrew Chan and Myuran Sukuraman, diberitakan berbagi perasaannya kepada koresponden media Australia, News Corp. Laporan News Corp itu kemudian dikutip oleh sejumlah media di Australia. 

Kepada koresponden News Corp, pria muda itu yang menjadi anggota salah satu kesatuan itu menjelaskan bahwa dia menjadi salah satu penembak yang menembak lima terpidana mati di Nusakambangan pada 18 Januari malam lalu.

Dan kali ini, dia kembali diberi tugas sebagai salah satu anggota regu tembak terpidana mati gelombang kedua, yang tinggal menunggu beberapa hari saja.

Kepada responden News Corp dikutip News.com.au, Rabu 11 Maret 2015, si eksekutor bercerita tentang pengalamannya sebagai salah satu anggota regu tembak terpidana mati di Nusakambangan dan juga tentang perasaannya. 

Selama ini, begitu media itu menulis, dia tidak akan pernah tahu apakah diberi senapan dengan peluru tajam atau hampa. 

Selengkapnya...  Media Australia Menulis Pengakuan `Algojo`. (Ism) 

4 dari 5 halaman

Heboh Polisi 'Selfie' dengan Terpidana Mati Bali Nine

Heboh Polisi 'Selfie' dengan Terpidana Mati Bali Nine

Dream - Foto selfie polisi Indonesia dengan terpidana mati Bali Nine, Andrew Chan and Myuran Sukumaran, menuai kecaman dari warga dan media Australia.

Saat operasi pemindahan Chan dan Sukumaran dari Bali ke Pulau Nusakambangan dengan pesawat pada Rabu kemarin, seorang polisi terlihat sedang selfie dengan Chan.

Dalam foto tersebut, nampak Kepala Kepolisian Denpasar, Komisaris Besar Djoko Hari Utomo, tersenyum menghadap kamera sambil memegang pundak Chan yang terlihat sedih.

Foto selfie itu dianggap sebagai selfie yang tak berperasaan oleh News.com.au, salah satu portal berita Australia, dalam laporannya, Kamis 5 Maret 2015.

Namun dalam keterangannya kepada Fairfax Media, Djoko menyangkal foto tersebut sebagaiselfie yang tak berperasaan.

Djoko mengatakan ia hanya mencoba membesarkan hati Chan dan Sukumaran. Dan ia tidak tahu bahwa foto diambil dan diunggah.

Dua terpidana mati geng penyelundup narkoba asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, telah berada di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah untuk menjalani eksekusi mati.

Kedatangan dua terpidana mati yang dikenal sebagai Bali Nine itu mendapat pengawalan ketat dari kepolisian dan militer Indonesia sejak diberangkatkan dari Bali.

Perkembangan berita dua terpidana mati tersebut mendapat perhatian besar dari warga dan pemerintah Australia.

5 dari 5 halaman

Bandar Narkoba Dieksekusi Mati, Ini Kata MUI

Bandar Narkoba Dieksekusi Mati, Ini Kata MUI

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung keputusan pemerintah menghukum mati para bandar narkotika dan obat-obatan terlarang. Sebab, narkoba memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi masyarakat.

“ Ini adalah salah satu fatwa dari MUI. Mereka harus dihukum yang sangat berat karena dampaknya lebih dahsyat daripada minuman keras,” kata Wakil Ketua MUI, Maruf Amin, sebagaimana dikutip Dream dari laman mui.or.id, Kamis 5 Maret 2015.

Menurut Maruf, MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 53 Tahun 2014 terkait hukuman bagi produsen, bandar, pengedar, dan penyalahguna narkoba. Fatwa itu berisi tentang haramnya narkoba sehingga perlu diberikan hukuman berat bagi bandar narkoba dibutuhkan untuk mencegah kerusakan masa depan bangsa.

Selengkapnya... Kata MUI Soal Bandar Narkoba Dieksekusi Mati. (Ism) 

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More