Foto Ilustrasi Model Mengenakan Abaya (tuxgossip.com)
Dream - Dua perancang busana asal Arab Saudi Nouf Sharbatly dan Rehab Mirdad bekerja sama meluncurkan koleksi busana muslim mereka dengan merek Jilbab.
Bisnis busana muslim itu berawal ketika kedua desainer itu masih bekerja di sebuah perusahaan. Mereka berdua sering merancang abaya mereka sendiri dan memakainya saat bekerja.
" Saya kurang begitu tertarik dengan model-model yang ada di pasar Saudi. Untuk itu, saya sering mendaurulang pakaian dan menjadikannya abaya berbeda dan sesuai dengan gaya saya," kata Shar-batly.
Sharbatly ternyata melihat hal yang sama pada Mirdad. Meskipun dengan gaya, warna dan pemotongan berbeda. Sharbatly senang melihat orang melakukan hal kreatif terhadap pakaian mereka. Setelah beberapa waktu, keduanya memutuskan bergandengan tangan dan memulai bisnis mereka sendiri.
Awalnya, teman Sharbatly dan anggota keluarga lainnya digunakan sebagai 'pasar tak resmi' bagi Jilbab. Sharbatly bahkan sering memberikan abaya secara gratis kepada yang menginginkannya. Sampai suatu hari, ia memutuskan menjualnya secara profesional dan menjadikannya sebagai pekerjaan utamanya.
" Saya pertama kali membuat sepuluh potong dan untuk menguji pasar. saya titipkan kepada teman kakak saya. Mereka tidak tahu saya adalah orang di balik desain busana muslim tersebut," ujar Sharbatly mengenang.
Kepada teman kakaknya itu, Sharbatly hanya bilang bahwa koleksi baju muslim itu karya seorang desainer baru dan dia sangat senang melihat seluruh koleksi terjual habis hanya dalam satu jam.
" Saya kemudian memberitahu mereka bahwa sayalah desainer baru itu. Mereka langsung mendukung saya dan mendorong saya melanjutkan pekerjaan itu di dunia rancang busana," katanya.
Pada 2009, desainer lokal di Arab Saudi hanya menjual abaya untuk kalangan teman-teman dan keluarga saja. Mereka sebenarnya ingin memperluas pasar sehingga mereka mulai berpartisipasi dalam pameran dan bazaar.

Sharbatly teringat ketika dia dan Mirdad membuat 100 abaya dengan desain berbeda. Mereka kemudian memperkenalkannya di sebuah bazaar untuk menyambut Ramadan yang digelar selama 12 hari di salah satu mal Jeddah.
" Kami sangat senang bahwa semua produk kami terjual habis pada hari ketiga," kata Sharbatly.
Sharbatly mengatakan, Jilbab terus memperluas jangkauan pelanggan dengan mengikuti berbagai macam pameran. Menurutnya, Jilbab sangat memperhatikan kualitas bahan, potongan, desain dan finishing. " Kami ingin klien kami merasa unik, stylish dan nyaman dalam memakai busana produksi kami," imbuhnya.
Merek Jilbab tidak hanya untuk abaya dan thobe atau jubah, tapi juga rok, gaun dan aksesoris. Media sosial menjadi senjata baru dan sangat membantu bisnis Sharbatly dan Mirdad. Keduanya sering memamerkan produk mereka di Instagram sehingga memperoleh lebih banyak klien.
" Saat awal-awal berbisnis, produk kami tersebar dari mulut ke mulut, kami bahkan tidak memiliki halaman Facebook," ujarnya mengenang. Namun sekarang mereka memasarkan produknya melalui Instagram sehingga bisa memperluas daftar klien mereka.
Saat ini, Shrabatly dan Mirdad sedang mengerjakan koleksi Ramadan mereka untuk dijual di bazaar Bisat Al-Reeh Ramadan. " Kami menampilkan abaya dengan warna yang berbeda, seperti pastel, metalik dan warna gelap, selain thobe baru yang cocok untuk semua gaya," kata mereka.
Setengah berpromosi, keduanya mengaku bahan yang digunakan dalam koleksi kali ini memiliki warna campuran yang bagus untuk musim panas. Selain itu, akan terlihat mewah saat dikenakan di bulan Ramadan dan Idul Fitri.
(Ism, Sumber: Arabnews)