Kalahkan AS dan Israel, Indonesia Juara Kontes Robot Dunia

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 8 April 2016 17:02
Kalahkan AS dan Israel, Indonesia Juara Kontes Robot Dunia
Tim dari Indonesia berhasil mengalahkan 80 tim dari 5 negara besar, seperti Amerika Serikat, Kanada, China, dan Israel.

Dream - Kabar membanggakan datang dari Amerika Serikat. Tim Robotik Indonesia berhasil menjadi juara umum pada Trinity College International Robot Contest yang digelar pada 1 hingga 3 April 2016 di Hartford, Connecticut.

Dikutip Dream dari fanspage Facebook Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York, tim dari Indonesia berhasil mengalahkan 80 tim dari 5 negara besar, seperti Amerika Serikat, Kanada, China, dan Israel.

Dalam kontes ini, Indonesia mengirimkan dua universitas sebagai wakil, yaitu Unniversitas Islam Sultan Agung (Unnisula) yang merupakan jawara nasional Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tahun 2015 dan Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang.

Tim robotik Unissula menjadi juara umum setelah memborong berbagai juara, antara lain robot pemadam api beroda berhasil menjadi juara I dan II pada kategori senior.

Menjadi juara I dan II pada kelas robot pemadam api berkaki, meraih penghargaan Grand Performance (robot dengan performa terbaik), serta best score (memperoleh nilai tertinggi) pada level 2 dan 3.

Perlombaan yang berlangsung selama dua hari dibagi dalam tiga level permainan. Dalam setiap level terdapat tantangan dengan tingkat kesulitan yang semakin meningkat dalam setiap.

Pada level satu, robot dari Israel sempat mendominasi dan pada dua level selanjutnya, Khaum 1 dan Kahum II dari Unissula berhasil mendominasi dan meraih skor tertinggi.

“ Kami sangat bersyukur kepada Allah bisa menjadi juara umum di negara yang selama ini menjadi kiblat kemajuan teknologi dunia,” kata Idris, anggota kontingen Unissula, sebagaimana dikutip Dream dari laman Unissula.ac.id, Jumat 8 April 2016.

“ Kami juga sangat bangga sebagai wakil resmi Indonesia bisa mengibarkan bendera merah putih dengan penuh rasa bangga sebagai putra Indonesia,” tambah dia. (Ism) 

1 dari 4 halaman

Mahasiswa Universitas Indonesia Kalahkan Harvard

Dream - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menyabet prestasi gemilang. Mereka menjadi jawara di ajang the 21st Willem C Vis International Commercial Arbutration Moot (Vis Moot).

Prestasi itu diraih dengan menyisihkan 291 univeritas ternama dari 67 negara. Sebut saja seperti Yale Universitu, Harvard University, University Collage London, King's College London, Leiden University dan University of Washington.

Kompetisi bergengsi ini merupakan ajang pembuktian bagi para mahasiswa yang menjadi calon advokat. Mereka melakukan simulasi layaknya ruang persidangan. Acaranya digelar 6 April 2014 di Praha, Republik Cheko.

" Ini bukan teori. Betul-betul praktek, ada kasus lalu dipelajari dan diperdebatkan," kata Farida Haryoko, Kepala Kantor Komunikasi UI, 25 April 2014.

Tim FHUI bukan hanya menang di satu ajang kompetisi. Mereka juga meraih posisi 2 dalam The 4th Budapest (CEU) Vis Pre-Moot and Conference on International Commercial Law and Arbitration, 9 April 2014 di Budapest, Hungaria.

Serta mendapat Honorable Mention of Frederic Eisemann Award. Tim ini terdiri dari 5 mahasiswa FHUI. Mereka adalah Jeremiah Purba mahasiswa FHUI angkatan 2010, Artika Nuswaningrum mahasiswa angkatan 2013, Putri Meisita Kusuma mahasiswa FHUI angkatan 2010, Kezia Minar Paladina mahasiswa FHUI angkatan 2012, dan Asri Rahimi mahasiswa FHUI angkatan 2011.

Sebagai individu, Asri Rahimi, juga membawa pulang Honorable Mention of Martin Domke Award, 17 April 2014. Dia terpilih sebagai oralist terbaik pada ajang yang berlangsung di Wina, Austria.
Menurut Farida, Tim FHUI selama dua tahun terakhir selalu masuk dalam jajaran 64 fakultas hukum terbaik dunia.

Prestasi tim kali ini akan makin mengukuhkan nama besar UI. Sebab Willem C Vis International Commercial Arbitration Moot merupakan ajang kompetisi arbitrase internasional terbesar dan paling bergengsi di dunia. (Ism) 

2 dari 4 halaman

Murid SD Purwokerto Juara Dunia Matematika

Dream - Pikatan Arya Bramajati. Bocah yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar ini telah mengharumkan nama bangsa. Murid Sekolah dasar Negeri 2 Sokanegara, Purwokerto, Jawa Tengah ini, baru menyabet medali emas dalam kompetisi matematika Wizards At Mathematics International Competition (WIZMIC) 2014 di India.

Pikatan merupakan satu-satunya siswa SD di antara 16 siswa yang dikirim oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor ke ajang itu.

Pada ajang internasional yang digelar di City Montessori School (CMS) Lucknow, sejak 18 hingga 21 Oktober 2014 itu, Pikatan harus bersaing dengan 172 peserta dari 43 tim yang berasal dari berbagai negara. Namun semua dia libas dan emas pun terkalung di leher pada akhir persaingan.

Bukan kali ini saja Pikatan turut serta dalam ajang internasional. Kompetisi di India itu merupakan ajang ke tiganya. Sebelumnya, dia sudah ikut ajang serupa di Singapura. Pada International Mathemathics Competition (IMC) 2013 di Singapura, dia mendapat medali perunggu. Pada penyelenggaraan tahun ini meraih medali perak.

Dan pada kompetisi matematika di India, prestasinya meningkat sehinga meraih medali emas. Pikatan, mengaku tak ada saingan yang berat. Proses terberatnya adalah saat karantina di Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di Bogor, Jawa Barat, yang dia jalani selama lima hari.

Baca kisah selengkapnya di tautan ini. (Ism)

3 dari 4 halaman

Anak Jenderal Polri Juara Dunia Matematika, Sabet 3 Emas

Dream - Putra Kapolda Sulawesi Tengah, Irfan Urane Aziz, meraih prestasi gemilang dalam kompetisi matematika internasional di India. Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Depok, Jawa Barat, itu mendapat tiga medali emas dalam Wizards At Mathematics International Competition (WIZMIC).

" Irfan Urane Aziz, anak Kapolda Sulteng mendapat tiga emas untuk kategori individu, tim, dan grup. Jadi total dia dapat tiga medali emas," kata Manajer Pendidikan Klinik Pendidikan MIPA Bogor, Muhammad Fachri, ketika dihubungi Dream, Jumat 24 Oktober 2014.

Menurut Fachri, putra Brigjen Pol Idham Aziz itu memiliki kemampuan di atas rata-rata siswa lainnya. Kemampuan Irfan terus berkembang di bawah asuhan KPM Bogor.

" Memang kelihatan ketika belajar dan kebetulan setiap Sabtu belajar di kelas kami. Bakatnya juga kelihatan kita kita karantina selama seminggu sebelum berangkat ke India," kata dia.

Irfan menjadi salah satu dari 16 siswa yang dikirim oleh KPM dalam kompetisi matematika di Lucknow, India, pada 18-21 Oktober 2014 yang lalu. Dari delegasi yang dikirim tersebut, tim KPM berhasil mendapat 8 medali emas, 5 perak, dan 3 perunggu. [Baca juga: Kisah Para Jawara Matematika]

Tak hanya penghargaan individual, tim yang dikirim KPM mampu meraih 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu untuk kategori tim. Mereka juga meraih 2 medali emas dan 2 perak untuk kategori grup. Untuk diketahui, lomba ini diikuti oleh 172 peserta dari 43 tim dari berbagai negara. Usia peserta maksimal 14 tahun. (Ism)

4 dari 4 halaman

Animasi 3D Mahasiswa Budi Luhur Juara di Taiwan

Dream - Lagi, mahasiswa Indonesia menorehkan prestasi di mancanegara. Kali ini, mahasiswa tim animasi 3D dari Universitas Budi Luhur, Jakarta menjadi salah satu karya terbaik di ajang kompetisi animasi tiga dimensi bergengsi tingkat Asia, " AsiaGraph Reallusion Award 2014: The 48-hour iClone 3D Animation" di Taiwan.

Seperti dilansir situs resmi www.budiluhur.ac.id, setelah 3 tahun penyelenggaraan, baru kali ini Indonesia lolos sebagai finalis dalam kompetisi yang diwakilkan mahasiswa Universitas Budi Luhur.

Tim yang bertanding dari 25-30 Agustus 2014 ini terdiri dari mahasiswa Fikom Komunikasi Visual angkatan 2012 bimbingan Benny Muhdaliha. Mereka mengusung judul " The Happiness of Ghost" . Para mahasiswa berprestasi itu yakni Elkana Nataniel, Maddy Suprianto, Asyraf Jamal.

Dalam tahap final, para peserta melaksanakan Live contest yang diadakan di National Yunlin University Of Science and Technology, Taiwan. Para peserta diberikan waktu 48 jam live contest di kampus Yunlin.

Dalam situs resmi kompetisi itu disebutkan, tim Indnesia memperkenalkan animasi 3D bertajuk " The Happiness of Ghost."

Hasil karya ini menceritakan tentang seorang gadis yang berjalan di tengah kota. Tetapi, tak ada seorang pun yang bisa melihat, menyentuh, bahkan berbicara dengan si gadis. Tapi tiba-tiba terjadi kecelakaan. Semua orang berhenti. Tetapi si gadis malah mengabaikan peristiwa itu. Sampai akhirnya dia menemukan seorang pria yang bisa berinteraksi dengannya. Pria yang telah meninggal dalam kecelakaan. (Ism, sumber: www.budiluhur.ac.id)

Beri Komentar