Dream - Allah menciptakan manusia dengan beragam, termasuk status ekonomi. Ada manusia kaya, ada pula yang miskin. Meski demikian, status ekonomi ini hendaknya tidak menjadikan manusia menjah dari Allah.
Sebab, ternyata ada hikmah di balik keberadaan golongan kaya dan miskin. Beberapa di antaranya adalah kaya dan miskin adalah bentuk keadilan Allah.
Allah memberikan rezeki kepada hamba-Nya sesuai takarannya. Tidak dilebihkan apalagi dikurangi, karena masing-masing akan membawa dampak terhadap pemilik rezeki itu.
Seperti dalam firman Allah SWT pada Surat An Nahl ayat 71. " Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki."
Dalam ayat lain, yaitu Surat Asy Syuraa ayat 27 disebutkan, " Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hambaNya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendakiNya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hambaNya lagi Maha Melihat."
Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir.
" Seandainya Allah memberi hamba tersebut rezeki lebih dari yang mereka butuh, tentu mereka akan melampaui batas, berlaku kurang ajar satu dan lainnya, serta akan bertingkah sombong. Akan tetapi Allah memberi rezeki pada mereka sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allahlah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya."
Hikmah berikutnya, baik kaya ataupun miskin, keduanya adalah ujian. Hal ini seperti dijelaskan Hasan Bashri.
" Umar bin Khattab RA pernah menuliskan surat kepada Abu Musa AlAsy'ari yang isinya: Merasa cukuplah (qana’ah-lah) dengan rezeki dunia yang telah Allah berikan padamu. Karena Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih) mengaruniakan lebih sebagian hamba dari lainnya dalam hal rezeki. Bahkan yang dilapangkan rezeki sebenarnya sedang diuji pula sebagaimana yang kurang dalam hal rezeki. Yang diberi kelapangan rezeki diuji bagaimanakah ia bisa bersyukur dan bagaimanakah ia bisa menunaikan kewajiban dari rezeki yang telah diberikan padanya."
Advertisement
AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi Untuk Perempuan Indonesia

Sehari dalam Kehidupan Purbaya

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet


Lebih Sehat Mana antara Susu Full Cream atau Susu Skim untuk Kesehatan Jantung?

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Apa Sih Artinya Incel? Ketika Istilah Jomblo Berkembang Menjadi Subkultur di Internet

Memasuki Usia 50 Tahun, Ini Pemeriksaan dan Vaksin yang Sebaiknya Tidak Dilewatkan

Kisah Elisabeth dan 5 Anaknya Tinggal di Huntara Usai Gempa NTT, Menanti Rumah Baru

Skaer Clinic Resmi Buka Cabang di Tebet, Hadirkan Layanan Estetik hingga Bedah Minor

Mengapa Permen Bebas Gula Bikin Sering Kentut dan Buang Air Besar? Ini Penjelasannya